Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Stunting Itu Apa sih?

GROWTH & DEVELOPMENT  |  HEALTH TIPS  |  14 Dec '18

Kali ini saya mau sharing tentang stunting, karena banyak Moms yang salah kaprah tentang ini dan kebetulan pemerintah juga lagi gencar-gencarnya mencegah stunting dan malnutrisi.

Aku memang bukan ahlinya dalam bidang ini tapi aku hanya ingin sekedar berbagi tulisan dan belajar sama para Moms semua tentang apa yang sudah aku baca dan aku cari dari berbagai sumber media. Jujur aku awam sekali seputar masalah seperti ini, apalagi soal gizi dan nutrisi anak.


Kebetulan Fadli sedang berada pada masa MPASI dan masa pertumbuhan juga, dan saya sebagai ibunya ingin mencari tahu seputar stunting agar dapat mencegahnya. Ternyata setelah aku baca-baca, stunting itu bukan cuma masalah kurang tinggi alias pendek, tapi juga akan berpengaruh ke IQ anak. Namun, nyatanya stunting itu bisa dicegah kalau si anak belum berumur 2 tahun, kalau sudah 2 tahun kemungkinan tinggi tubuh saja yang masih bisa dikejar, tapi otak sudah tidak bisa, karena pembentukan otak anak tumbuh dan berkembang di 1000 hari pertama, alias dari masa kehamilan sampai 2 tahun.

Oleh karena itu, pemberian ASI eksklusif dan MPASI itu sangat penting untuk diperhatikan, karena dari informasi yang aku baca, pemberian ASI eksklusif di Indonesia hanya 51,5%, padahal sebetulnya ASI merupakan penyedia DHA terbaik.

Balik lagi pada masalah stunting, stunting itu prosesnya perlahan, bahkan sejak masih di kandungan. Tanda-tandanya seperti tubuh pendek, namun tinggi badan masih bisa dikejar sampai usia anak 6 tahun, yang sebenarnya bahaya dari stunting itu bukanlah ganguan pada tinggi badannya, melainkan tingkat intelegensia anak. Anak stunting akan mengalami retradasi mental, atau minimal sulit menerima pelajaran di sekolah.

Perlu Moms ingat bahwa masa emas (1000 hari pertama) itu sangatlah penting loh. Masa itu adalah masa emas untuk pertumbuhan otak dan tubuh anak. Kata DSA, sebenarnya indikasi stunting itu bisa dilihat dari tinggi badan bayi waktu lahir (normal), di bawah 48 cm = stunting BB dibawah 2500 gram juga terindikasi stunting. Pada 80% anak lahir normal, stunting biasanya disebabkan 2 hal: ASI dan MPASI.

Buat para Moms yang mau tahu apakah anaknya stunting atau tidak, maka Moms dapat memeriksakan pertumbuhan anak pada dokter ahli. Biasanya anak juga selalu punya KMS (kartu menuju sehat) untuk melihat perkembangan anak, jadi buat Moms yang melihat minimnya perkembangan si Kecil pada KMS, maka Moms bisa langsung berkonsultasi dengan DSA.

Semoga bermanfaat.

By: Ela Siti Nurlela

Copyright by Babyologist

329 Ela Siti Nurlela

Comments

Related Stories