Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Stimulasi Cegah si Kecil Terlambat Berjalan

GROWTH & DEVELOPMENT  |  MY STORY  |  25 Jul '19


Sebagai orang tua baru, pastilah banyak sekali kecemasan terhadap tumbuh kembang anak kita, tak terkecuali kecepatan perkembangan motoriknya. Faktor lingkungan seringkali menjadikan saya "latah" untuk membandingkan anak sendiri dengan perkembangan anak lainnya. Siapa sih yang tidak panik ketika di usia yang sama, si A sudah berjalan misalnya sedangkan anak kita belum ? Yup, saya sedang mengalami itu.

Walaupun masih belum masuk ke kategori warning, pada usia 3 bulan, Hara jarang sekali tengkurap sendiri dan pada usia 6 bulan bahkan bisa dihitung jari berapa kali dia berguling. Usia 8 bulan, Hara sudah bisa duduk namun belum bisa duduk mandiri, yaitu pindah ke posisi duduk sendiri. Hal ini sempat membuat saya berpikir apakah saya kurang stimulasi? Lalu apakah nanti ia akan terlambat berjalan?

Sebelum terlambat, untuk mencegah itu saya kemudian mencoba beberapa stimulasi untuk menguatkan otot kaki dan koordinasi motoriknya:

Sounding

Ini adalah ritual yang selalu saya lakukan setiap akan tidur. Sambil berpelukan, saya biasa membisikan kata-kata positif dan semangat untuk Hara. Kata-kata cukup sederhana seperti "Besok, Hara semakin berani ya berguling. Otot kaki dan tangan Hara sudah kuat jadi Hara semakin berani mengeksplor sekitar"

Pancing menggunakan mainan kesukaan

Awalnya saya sempat belikan mainan boneka gemericing dan bola kecil, namun ternyata Hara lebih tertarik dengan remote AC. Jadi Mom bisa coba dulu dengan benda sekitar yang aman ya, supaya lebih efektif dan lebih hemat juga. 

Memuji proses dan menemani kegiatan berlatihnya

Setiap anak pasti senang jika kegiatan berlatihnya ditemani oleh orang tua, jadi Mom bisa berjalan bersama dan menyemangati setiap langkahnya

Gunakan Alas yang tidak terlalu empuk tapi aman

Awalnya saya berpikir kurangnya stimulasi "tummy time" sejak newborn karena kami tidak memiliki Alas untuk main di lantai yang proper. Selain itu adanya bouncer dan kasur yang empuk juga membuat usaha untuk menguatkan motorik anak berkurang. Saya kemudian memilih Lumba Playmat sebagai media alas yang digunakan untuk Hara berlatih berguling, merambat ataupun nantinya berjalan. Satu hal yang saya pahami, semua kegiatan stimulasi haruslah menyenangkan, tidak membuat anak trauma. Maka dari itu saya menggunakan Lumba supaya tidak khawatir jika Hara nantinya harus terjatuh selama proses belajar berjalan. 

Mengurangi penggunaan Sepatu Prewalker

Saya termasuk emak-emak yang belum membelikan prewalker shoes untuk Hara, selain karena menurut saya belum terpakai (walaupun bentuknya selalu lucu), ternyata eksplorasi tanpa alas kaki akan meningkatkan respon sensorik kaki yang mampu menguatkan kemampuan motorik anak. Hal ini nantinya akan berpengaruh pada keseimbangan anak loh Mom.

Sebenarnya warning delay walking adalah jika anak berusia lebih dari 18 bulan tapi belum mampu berjalan sendiri. Namun info beberapa DSA, untuk penegakan diagnosa delay walking juga tidak sembarangan, perlu pengamatan menyeluruh dengan mengecek perkembangan motorik secara umum. Nah Mom, jadi sebagai orang tua, tugas kita adalah selalu memberikan stimulasi yang cukup sesuai usia anak, sehingga tidak ada paksaan dan anak menikmati setiap tumbuh kembangnya. Semangat ya para mommy!

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

420 Okky Sri

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Cara-cara yang Aku Lakukan Ketika si Kecil Terlambat Berjalan

Idealnya anak sudah bisa berjalan di usia antara 9 bulan sd 18 bulan. Lalu apa tips ala Mom Berkah agar anak cepat jalan?

Tips agar Anak Tidak Terlambat Berjalan

Proses berjalan berkesinambungan dari mulai anak mulai merangkak, berdiri dengan bantuan, hingga akhirnya bisa berjalan.