Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Sounding ke Bayi, Mempermudah Persalinanku

MY STORY  |  PREGNANCY  |  11 Feb '20


Waktu 2 garis di test pack itu muncul, betapa bahagianya hati saya dan suami. Kami memang tidak menunda punya momongan dan diberikan kepercayaan setelah 3 bulan menikah. Lebih kurang 9 bulan mengandung, akhirnya buah hati kami hadir ke dunia tanggal 29 Mei 2019 pukul 22.54.

Kelahiran buah hati kami lebih awal dari Hari Perkiraan Lahir (HPL)-nya. Alhamdulillah, saya lahiran normal dan bukaan juga lancar, hal itu tidak luput dari kehendak Allah SWT dan juga sounding  ke si Kecil di dalam perut. Kali ini, saya mau cerita tentang proses melahirkan Fiersa yang Alhamdulillah lancar.

Sejak pertengahan bulan Mei 2019, saya dan suami sudah ngungsi ke rumah Ibu (Ibunya suami saya). Berhubung suami saya bekerja masuk shift (kadang masuk jam 12 malam atau pulang jam 12 malam), akhirnya suami memutuskan untuk pindah sementara ke rumah mertua saya, biar ada yang menemani kalau malam dan cepat tanggap apabila ada kondisi darurat.

Saya senang berkomunikasi dengan si Kecil saat di dalam kandungan. Saya pernah membaca sebuah tulisan bahwa si Kecil sudah bisa diajak berkomunikasi sejak dalam kandungan. Saat perut dan punggung mulai semakin sakit, saya rajin sounding ke si Kecil setiap harinya.

"Dek, baik budi ya, nanti lahirannya kita normal yaa".

"Dek, jangan keluar sekarang yaa, Ayah belum libur, keluarnya nanti aja pas Ayah libur".

"Dek jangan keluar sekarang tunggu THR Ayah aja". (Karena menjelang lahiran banyak pengeluaran tak terduga yang menguras tabungan untuk lahiran, buat dana tambahan apabila tidak bisa normal).

Balik lagi ke ceritanya, Sabtu (25 Mei 2019), kandungan sudah memasuki usia 37w5d, seharusnya jadwal kontrol saya ke dokter kandungan. Berhubung suami masuk kerja, rencana kontrol ditunda di hari Rabu (29 Mei 2019) saat suami sedang libur.

29 Mei 2019 adalah jadwal kontrol ke dokter. Suami saya libur pada hari Rabu-Kamis. Karena dokter prakteknya sore, pagi itu suami keluar sebentar ada urusan. Saat saya bangun pagi, saya mendapati ada cairan bening disertai darah. Karena ini kehamilan pertama saya, saya tidak tahu apa artinya itu. Saya memilih berbaring di tempat tidur karena pagi itu perut saya sudah mulai kram. Pukul 10.00 saya masih membantu Ibu membuat kue untuk lebaran. Karena kram perut hanya sebentar, Saya berpikir hanya kontraksi palsu. Pukul 12.00, saya mengalami kram perut setiap 2 menit sekali. Saya tidak tahan lagi dan meminta izin untuk berbaring di kamar saja sembari menunggu suami pulang.

Pukul 13.00 suami saya pulang. Lalu, saya memberitahu kondisi saya. Awalnya, kami belum cerita kepada Ibu. Setelah menceritakan hal tersebut kepada Ibu, Ibu menyarankan kami segera ke rumah sakit karena hal tersebut adalah tanda-tanda persalinan. Kami pun membawa perlengkapan yang sudah disiapkan. Ya, memang jauh-jauh hari saya sudah menyiapkan hospital bag.

Pukul 15.00, kami sampai di RSIA, saya diperiksa bidan dan dinyatakan sudah bukaan 3. Setelah berdiskusi, akhirnya saya memilih melahirkan dibantu bidan. Saya langsung dibawa ke kamar untuk menunggu bukaan lengkap.

Semakin lama, gelombang cinta yang saya rasakan semakin dahsyat. Saya mencubiti suami saya setiap gelombangnya datang. Untuk mempercepat bukaan, saya berjalan-jalan. Alhamdulillah, saat diperiksa pukul 17.00, kandungan saya sudah bukaan 5. Saya kembali menunggu di kamar. Semakin lama, durasi gelombang cinta semakin dekat. Sehabis magrib, saya diperiksa lagi masih bukaan 5 tetapi kepala bayi sudah turun. Saya tetap berdoa supaya semuanya berjalan lancar. Alhamdulillah keluarga semua berkumpul sehingga menambah semangat saya.

Singkat cerita, pukul 22.00 saya diperiksa lagi oleh perawat dan ternyata sudah bukaan 8. Saya dipindahkan ke ruang bersalin. Ditemani oleh Suami, gelombang cintanya semakin saya rasakan. Alhamdulillah pukul 22.30 sudah bukaan lengkap dan bidan sudah masuk ke ruang bersalin. Saya kesulitan saat mengejan, suka salah atur napas. Alhamdulillah bidannya baik dan sabar menunggu saya. Lebih kurang setengah jam prosesnya, pukul 22.54 saya mendengar tangisan bayi laki-laki. Seketika, semua rasa sakit selama lebih kurang 12 jam yang saya rasakan hilang. Ternyata, benar kata orang, anak adalah obat pertama buat orangtua.

Itu dia cerita perjalanan melahirkan Saya. Alhamdulillah normal dan berjalan lancar. Si Kecil lahir saat ayahnya libur jadi ayahnya bisa menunggu saya dan si Kecil dengan leluasa. Benar saja, si Kecil pun lahir sehari setelah THR ayahnya keluar, haha. Ini semua sudah kehendak Allah.

Untuk Moms yang sedang hamil, tetap bahagia selalu dan semoga lancar sampai lahiran. Baik lahir  normal atau caesar, semua Ibu sudah berjuang untuk bayinya.



Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

596 Luri Adriani

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Begini Efeknya Kalau Menunda KB

Moms ada yang berencana KB tapi terus tertunda? Wajib simak cerita yang satu ini!

Jangan Sepelekan Pemeriksaan USG Saat Kehamilan, Ini Alasannya!

USG di masa kehamilan itu penting loh Moms! Yuk, simak ulasan berikut ini.

Ceritaku Hamil Kembar dan Mengalami Preeklampsia

Dibalik kelucuan memiliki bayi kembar, ternyata ada hal-hal yang perlu diwaspadai, salah satunya preeklampsia.

Cerita Kehamilan dan Melahirkan Mom Devita

Moms, yuk simak cerita kehamilan dan melahirkan Mom Devita berikut ini.

Cerita Promilku di Usia 35 Tahun

Moms sedang merencanakan program hamil? Simak yang satu ini yuk!

Aku Ngidam Belut, Amankah Di Konsumsi Saat Hamil?

Amankah ibu hamil mengonsumsi belut? Baca yang berikut ini.

Pengalaman Kuretase di Usia Kehamilan 11 Minggu

Salah satu resiko yang dapat terjadi pada Ibu hamil adalah keguguran. Setelah itu biasanya Mom akan dianjurkan untuk kuretase.

Pengalaman Program Hamil dengan Memiliki Myoma di Rahim

Di awal pernikahan aku dan suami sudah berencana ingin segera memiliki momongan. Karena kami sudah berpacaran 4 tahun, jadi rasanya sudah cukup [...]

7 Langkah Persiapan Persalinan Penuh Cinta

Ternyata perkara melahirkan bukan terjadi begitu saja. Tanpa persiapan, maka tak jarang kenangan buruk yang akan tersimpan dalam waktu yang [...]

Ceritaku Hampir Khilaf Saat Hamil

Siapa Moms yang pernah merasa galau ketika tahu hamil? You're not alone. Baca cerita ini yuk.

Proses Persalinan Anak Kedua Lebih Cepat, Benarkah?

Kata orang melahirkan anak kedua akan jauh lebih mudah dan lebih cepat dari anak pertama. Benarkah demikian?

Tips Jarak Kehamilan Antara Kakak dan Adik

Berapa jarak kehamilan yang ideal? Setiap orang pasti punya alasannya masing-masing ya. Berikut ini cerita dari Mom Ngel Zhuang.

7 Hal Penting yang Harus Dipersiapkan Sebelum Persalinan

Memasuki trimester ketiga, ibu hamil biasanya akan merasakan dag dig dug antara bahagia karena akan segera bertemu dengan sang buah hati dan [...]

Hindari Perkataan Negatif Terhadap Ibu Hamil

Yuk hindari mom-shaming dan bersama-sama memberikan dukungan terhadap para orang tua lainnya. Simak cerita berikut ini ya.

Tips Mengatasi Perut Gatal Saat Hamil

Ibu hamil sering mengalami gatal-gatal di kulit karena berbagai hal. Apa pun penyebabnya, berikut ini beberapat tips mengatasi perut gatal saat hamil.

Perbedaan USG 2D, 3D dan 4D

Bagi Moms yang tengah hamil tentunya USG sudah tidak asing lagi, ya. Seiring perkembangan zaman USG untuk memeriksa kondisi janin pun semakin [...]

5 Tanda Awal Kehamilan yang Dapat Dideteksi Tanpa Testpack

Apakah Moms mengalami telat haid? Atau merasa eneg mual ingin muntah setiap pagi dan bertanya-tanya jangan-jangan Moms sedang hamil? Jika memang [...]

Couvade Syndrome: Suami Ngidam saat Istri Hamil Ternyata Bukan Mitos

Salah satu hal yang sering dianggap tidak masuk akal adalah suami yang ikut ngidam saat Moms hamil. Di dunia medis, hal ini disebut sebagai [...]

3 Manfaat Jeruk Lemon bagi Kehamilan

Ibu hamil disarankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya termasuk vitamin C. Oleh karena itu, jeruk lemon juga baik untuk kesehatan ibu hamil.

Berhubungan Intim Terbukti Berhasil Memancing Kontraksi

Kata orang berhubungan intim di kala hamil tua dapat memicu kontraksi. Betulkah demikian?