Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Solusi untuk Mengatasi Alergi pada Bayi

HEALTH TIPS  |  14 Jun '18

Alergi tidak hanya menyerang orang dewasa atau pada anak – anak, melainkan bayi pun dapat mengalami hal ini. Kemungkinan terkena penyakit alergi pada bayi semakin dapat dikhawatirkan karena bayi memiliki sensifitas yang kuat pada kulitnya. Sebagai orang tua, Anda harus waspada akan hal ini agar bayi dapat terjaga kesehatannya. Maka dari itu, Anda harus mengenal tanda dari penyakit ini.

Tanda-tanda Alergi Pada Bayi

Sesak saat bayi lahir

Tanda ini terjadi saat usia bayi menginjak usia 3 hari, dan akan membaik pada usia 7 hingga usai 10 hari. Umumnya jika bayi mengalami tanda seperti ini disertai dengan membesarnya kelenjar thymus.

Mulut hipersensitif

Gejala pada penyakit ini yaitu terlihat saat mulut bayi mulai timbul bercak putih, namun ini sulit dibedakan dengan infeksi jamur. Bibir bayi pun akan terlihat kering, dan beberapa bayi yang menderita penyakit ini tandanya sering mengeluarkan air liur berlebih dan juga menjulurkan lidahnya keluar. Bibirnya pun terlihat menghitam karena sensitif yang luar biasa ini.

Hidung sensitif

Memberikan gejala seperti seringnya bersin, memproduksi kotoran hidung lebih banyak, dan juga hidungnya seakan tersumbat dan membuatnya kesulitan saat mendapatkan ASI.

Mata yang sensitif

Kondisi ini biasanya dapat dilihat dari mata si bayi yang sering keluar air, dan belekan.

Kulit sensitif

Kulit bayi yang sensitif dan terkena alergi biasanya memberikan tanda adanya ruam atau bintik – bintik merah pada daerah pipi, telinga, dan yang tertutupi popok. Dan adanya bekas hitam pada bagian tertentu seperti bekas gigitan nyamuk. Mata, kepala, sering mengalami gatal dan telinga yang memproduksi kotoran berlebih juga sedikit berbau.

Timbul kuning pada permukaan kulit

Ini merupakan sebuah tanda bahwa adanya gangguan pada pencernaan bayi.

Gangguan saluran pencernaan

Gejala yang ditunjukkan oleh bayi saat mengalami masalah ini biasanya kondisi bayi yang sering muntah, cegukan, sering kentut, sering gelisah, dan sering terlihat seperti sedang ngeden.

Aktivitas motorik berlebihan

Bayi yang mengalami gangguan seperti ini biasanya menunjukan sikap mudah bosan terhadap mainan, mata bayi sering melihat ke arah atas, lalu gerak tangan dan kaki yang hiperaktif.

Mengatasi Alergi makanan Pada Bayi

Untuk mengatasi masalah alergi yang disebabkan oleh makanan pada bayi adalah menghindari makanan yang biasanya menimbulkan alergi pada bayi. Diantaranya seperti produk susu formula, susu sapi, makanan laut, sereal yang mengandung gluten (gandum, gandum hitam, gandum oat dan gandum barley), kacang – kacangan (kacang tanah, kacang kedelai, dan lain sebagainya), seledri. Makanan berikut merupakan makanan yang harus Moms hindari pada bayi, karena makanan berikut merupakan pemicu datangnya penyakit yang membuat bayi menderita.

Mengatasi Alergi Yang Menimbulkan Alergi Pada bayi

Jika bayi menderita diare, Mom jangan berhenti untuk memberikan ASI pada Si Kecil dan asupan makanan sehat yang biasanya pun harus tetap diberikan. Agar cepat sembuh, Mom dapat memberikan oralit yang khusus untuk bayi. Tapi bila cara ini masih saja belum ada membantu, maka cepatlah bayi dibawa ke dokter.

Mengatasi Alergi Pada Kulit Bayi

Alergi yang memberikan efek pada kulit bayi dapat disembuhkan dengan cara mencegah bayi menggaruk kulit yang terserang infeksi, karena komplikasi ini dapt menyebabkan bekas hitam pada kulitnya. Jangan pula memberikan sembarangan krim untuk kulit yang terkena alergi. Karena bisa saja kulit bayi Anda tidak dapat menerima dengan baik, atau bisa dianggap juga tidak cocok dengan kulit bayi Anda. Bila kesulitan mencari obat untuk bayi Anda, maka segeralah untuk mengkonsultasikan kepada dokter.

Suatu hal yang paling penting adalah mengenali penyebab alergi yang dialami bayi Anda, agar Anda bisa memberikan perawatan tepat bagi penyakit yang sedang diderita Si Kecil.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor. 

647 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories