Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Smart Begins at Home

PARENTING  |  26 Jul '17


Anak yang pintar, orang tua mana yang ngga bangga, betul ‘kan Moms and Dads? Jika anak anda dari kecil mahir berbahasa Inggris dan Indonesia, jika ia mahir menari dan punya percaya diri sehingga bisa ikut performance, jika ia pintar berhitung, jika ia pintar membaca, jika ia sopan terhadap orang tua dan disukai oleh teman-temannya, aduuuhhh hati orang tua mana yang ngga dibikin berbunga-bunga!

Untuk Moms and Dads jaman sekarang tentunya kita semua mengerti bahwa selain tumbuh sehat secara jasmani, anak perlu memiliki kesehatan emosional. Apalagi sekarang ini pengaruh gadgets tidak bisa kita hindari, maka dari itu sangat penting bagi orang tua untuk memperhatikan kesehatan jiwa anak. 

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecerdasan seorang anak:

1.  Asupan gizi
Tidak bisa dipungkiri bahwa gizi menunjang perkembangan otak dan tubuh Si Kecil. Perhatikan asupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan juga susu terjaga dengan baik. Hindari processed food, fast food, dan juga makanan/minuman yang mengandung gula. Anda tidak perlu extreme untuk melarang anak mencoba, tetapi anda bisa membatasi konsumsi makanan dan minuman tersebut dengan bijak.
Satu hal yang saya pelajari dari anak saya yang sekarang berumur hampir 5 tahun. Apa yang ia biasa lihat di rumah dan yang ia lihat saya makan, itu yang ia sukai. Contoh, saya kurang suka lollipop, gulali, marshmallow, dan sebagainya. Cokelat pun saya hanya suka dark chocolate. Lucunya, kebiasaan ini menurun ke anak saya. Di akhir pekan yang lalu, untuk pertama kalinya ia mencoba lollipop. Selama ini saya memang larang dengan alasan takut merusak gigi. Tapi lama kelamaan saya merasa kasihan karena teman-temannya makan lollipop dan ia seumur-umur tidak pernah mencoba. Karena itu saya ijinkan ia mencoba. Ternyata lollipop tersebut hanya bertahan 1 menit, dan kemudian ia berikan lollipop itu kepada saya dengan alasan “Ngga enak ah”. Begitu pula dengan cokelat, ia akan memilih dark chocolate, bukan milk chocolate.
Jadi, jika anda ingin anak mempunyai kebiasaan yang baik dalam hal makan, mulailah dari anda sendiri. Biasakan makan makanan yang sehat dan mengandung kadar gizi yang tinggi. Perhatikan apa yang anda makan dan minum ketika bersama dengan anak. Kebiasaan tersebut yang akan ditiru oleh Si Kecil. Remember, monkey see monkey do.

2.  Stimulasi
Sedapat mungkin, sedini mungkin, usahakan menstimulasi anak dengan berbagai macam hal. Stimulasi tidak memerlukan alat-alat yang mahal. Cukup dimulai dengan apa yang ada di rumah. Seorang teman saya rajin sekali menciptakan kreasi stimulasi untuk anak-anaknya yang masih balita. Dimulai dari bermain bola-bola kecil di kala mandi, memindahkan air dari mangkok ke gelas dengan menggunakan sendok, dan mengajak anaknya ke supermarket untuk memperkenalkan buah-buahan dan sayuran. Kegiatan-kegiatan stimulasi seperti ini, perlu untuk diulang. Jangan hanya lakukan sekali atau dua kali, tapi lakukan sampai anak mahir. Ketika sudah mahir, waktunya anda untuk memperkenalkan stimulasi yang baru.
Usia balita adalah saat yang tepat untuk melakukan stimulasi sebanyak-banyaknya. Perkaya otak anak dengan melakukan berbagai macam aktifitas. Jika anak anda physically active, perkenalkan dengan sports. Jika ia suka menari, perkenalkan dengan ballet. Jika ia memiliki instinct musikal yang tinggi, perkenalkan dengan alat musik. Jika ia tertarik dengan konsep dasar matematika, cobalah perkenalkan dengan tempat pembelajaran yang sesuai. Tapi ingat, jangan pernah membanding-bandingkan anak anda dengan yang lain. Each child is unique, each child is precious. Tidak ada anak yang bodoh, setiap anak memiliki level pertumbuhan yang berbeda-beda. Tugas kitalah sebagai orang tua untuk meng-observe dan menggali potensi yang ada di dalam mereka.

3.  Pengalaman yang menyenangkan
Setiap hari, saya dan suami pasti bertanya kepada anak kami “How was your day? How was school?” Jawabannya belum tentu akurat haha. Tetapi ketika kita bertanya “Did you have fun at school?” ia akan bisa menceritakan dengan detail apa yang ia lakukan yang berkesan. Mulai dari temannya yang lucu, gurunya yang memberikan stiker karena ia melakukan sesuatu yang baik, dan sebagainya. Saya bukan seorang psychologist, tapi saya sering mengamati tingkah laku anak saya sendiri. Anak cenderung lebih bisa mengingat dengan baik ketika yang ia alami itu menyenangkan. Begitu juga sebaliknya. Jika didukung dengan situasi dan kondisi yang fun, ia akan lebih cepat menangkap dan mempelajari sesuatu.
Mari pastikan rumah menjadi tempat yang menyenangkan bagi Si Kecil untuk bertumbuh. Luangkan waktu khusus untuk menemani anak bermain. Pelajari apa yang ia sukai dan mulailah berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Belajar menjadikan what's important for them, also important for you. Jika anak suka ballet, ambillah waktu untuk menari berdua. Mungkin silly, mungkin aneh, tetapi ketika anak merasa dicintai dan ketika ia having fun, disitulah ia dapat bertumbuh menjadi anak yang cerdas.

Semoga bermanfaat, Moms and Dads!

By: Babyologist Editor

 

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

754 Babyologist Indonesia

Comments

LATEST POSTS

Mendidik Anak adalah Pekerjaan Seumur Hidup!

Menurut saya, mendidik anak adalah pekerjaan seumur hidup dan sejujurnya saya juga belum terlalu paham konsep “mendidik anak”. Atas dasar inilah [...]

REVIEW : MOMAMI Wash Wash Away Dish & Bottle Cleanser - 500ml

Mulai dari anak pertama sampai sekarang sudah punya 2 anak, aku tuh selalu pakai sabun khusus untuk cuci botol susu, perlengkapan makan atau pun [...]

Review Pisuka Minyak Kayu Putih Plus Qusthul Hindi

Halo Moms, tidak terasa, sudah berjalan hampir 3 tahun pandemi di negeri tercinta ini. Tapi, Alhamdulillah sudah mulai ada vaksinasinya. Apakah [...]

Review Botol Susu Pigeon PPSU Sebagai seorang mam...

Review Botol Susu Pigeon PPSU Sebagai seorang mama eping, botol susu menjadi kebutuhan yang esensial untuk aku dan si kecil, mulai dari si [...]

Berdamai dengan Bosan dan Lelah

Halo moms semua, gimana kabar hari ini? Kalau saya, rasanya sedang bosan dan lelah. Dulu, kalau sedang bosan dan lelah, biasanya saya akan [...]

Telat Vaksin BCG? Oh no!

Telat Vaksin BCG? Oh no! Mommies, sudah familiar kan dengan vaksin BCG (Bacillus Calmette–Guérin)? Vaksin ini digunakan untuk mencegah pe [...]

Cara mengajarkan sikap empati pada anak Kenapa s...

Cara mengajarkan sikap empati pada anak Kenapa sih empati harus diajarkan ke anak? Moms pasti sudah tahu donk ya arti empati itu apa? Yup, [...]

Manajemen ASI Perah : Apakah Ada Metodenya?

ASI Perah atau sering disebut sebagai ASIP sangat dibutuhkan oleh Ibu agar tetap dapat memberikan ASI eksklusif. Tidak hanya untuk working Mom, [...]

Mengapa Aktvitas Skin to Skin Sangat Bermakna?

Istilah Skin to Skin sudah sangat familiar saat ini. Pada awalnya, aktivitas ini dilakukan setelah proses melahirkan. Bayi yang telah dilahirkan [...]

REVIEW : MOMAMI NEW BABY CARE PRODUK yang AMAN UNTUK KULIT DERMATITIS

Memiliki anak dengan sensitifitas kulit yang tinggi sempat membuat aku stres dan bingung, terlebih karena banyak sekali jenis produk yang dijual [...]

4 Jenis MOMAMI NEW BABY CARE Aku senang banget ...

4 Jenis MOMAMI NEW BABY CARE Aku senang banget akhirnya bisa mencoba 4 jenis dari produk terbaru MOMAMI sekarang, karna sudah penasaran [...]

Cuaca yang Tidak Menentu, Waspada Eczema pada si Kecil

Istilah eczema dikenal sebagai dermatitis atopik. Eczema merupakan penyakit kulit yang mengalami peradangan, seperti kulit iritasi, kemerahan, [...]

Pola Tidur Newborn yang Mendadak Berubah, Mengapa?

Pada umumnya, si Kecil yang masih newborn membutuhkan waktu tidur selama 9 jam di siang hari dan  8 jam di malam hari. Bayi newborn akan tidur [...]

Mengapa Bayi Perlu Menggunakan Lotion? Simak 5 Manfaat Penggunaannya!

Meskipun kulit bayi terlihat lembut dan sehat, ternyata sangat penting untuk tetap memperhatikan perawatan kulitnya setiap hari. Ketebalan kulit [...]

Si Kecil Takut Berpisah dari Moms, Kenali Tanda Separation Anxiety!

Istilah Separation Anxiety adalah gambaran untuk seseorang yang mengalami ketakutan atau kecemasan saat akan berpisah dengan seseorang maupun [...]

MPASI AWAL: MENU TUNGGAL VS MENU MPASI 4 BINTANG

Tahukah Mom? Sebaiknya pemberian ASI Eksklusif pada bayi dilakukan hingga usia 6 bulan. Hal ini disebabkan, pada usia enam bulan si Kecil [...]

Book Review : Putri Cupcake dari Clavis Indonesia

Judul : Putri Cupcake Penulis : Sanne Miltenburg Ilustrator : Sanne Miltenburg Penerbit Edisi Bahasa Indonesia : Clavis Indonesia Buku ini [...]

Manfaat Penggunaan Bantal Sejak Newborn

Salah satu media pendukung kualitas tidur yang baik adalah bantal. Baik orang dewasa, anak kecil, bahkan bayi yang baru lahir membutuhkan bantal [...]

TIDUR DI ALAS DENGAN KEMIRINGAN DAPAT MENCEGAH KOLIK BAGI SI KECIL?

Kolik adalah kondisi bayi yang menangis secara terus menerus tanpa penyebab yang pasti. Biasanya, si Kecil akan menangis lebih dari tiga jam [...]

Sex education untuk anak? Beberapa bulan yang la...

Sex education untuk anak? Beberapa bulan yang lalu sempet ikut seminar tentang ini. Dari situ, dapet input donk ya..Langsung dipraktekin 😊 Se [...]