Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Sisik pada Kepala Bayi

BABY  |  BRANDS  |  HEALTH TIPS  |  24 May '18


Pada beberapa bayi yang baru lahir, terkadang didapati kelainan kulit yang menyerupai sisik pada kulit kepalanya. Dalam dunia kedokteran, penyakit ini disebut dengan dermatitis seboroik, atau yang umumnya dikenal dengan istilah kerak kepala (cradle cap).

Selain di kepala, masalah kulit ini juga bisa meluas ke daerah tubuh yang lain seperti telinga, alis, kelopak mata, ataupun lipatan tubuh. Kerak kepala memang bukan masalah yang serius, namun tetap harus ditangani dengan segera. Meskipun tidak menular, kerak pada kepala bayi juga dapat menimbulkan rasa gatal bahkan menghambat pertumbuhan rambut.

Kerak kepala disebabkan oleh beberapa hal, seperti kondisi lingkungan yang kotor, infeksi bakteri, maupun alergi. Selain itu, hormon yang diterima bayi pada trimester ketiga juga dapat merangsang kelenjar penghasil minyak (sebasea) bayi secara berlebih. Akibatnya, kulit bayi menjadi berminyak dan sulit untuk digantikan dengan sel kulit baru, menyebabkan sel-sel kulit terus menumpuk.

Kerak kepala umumnya dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu/bulan tanpa memerlukan pengobatan khusus. Namun, ada pula beberapa bayi yang membutuhkan masa pemulihan yang lama, yaitu 2-3 tahun. Untuk mengatasi kerak kepala, Moms dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Keramas  
    Membersihkan kepala Si Kecil dapat dilakukan dengan menggunakan shampo khusus bayi. Gunakan shampo yang dapat menjaga kelembapan kulit agar kerak tidak makin parah. Garuk kulit kepala secara perlahan dengan jari atau kain lembut. Perlu diingat bahwa menggosok terlalu kasar bisa menimbulkan infeksi ya Moms, oleh sebab itu membersihkan kepala bayi harus dengan hati-hati.

  2. Sisir  
    Seusai mandi, Moms bisa menggunakan sisir sikat halus untuk membersihkan kerak sedikit demi sedikit. Setelah itu, gunakanlah handuk untuk mengeringkan kepalanya. Jangan menggunakan sisir untuk mengelupas kerak secara paksa karena hal tersebut hanya akan menyebabkan infeksi.

  3. Memakai minyak
    Berdasarkan situs Klikdokter, dr. Sepriani Timurtini Limbong menyebutkan bahwa dermatitis seboroik dapat diatasi dengan mengoleskan minyak zaitun pada kerak kepala. Diamkan selama satu jam, dan kemudian dicuci bersih dengan menggunakan shampo/sabun.

Jika kerak tak kunjung hilang, ada baiknya Moms segera berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter bersangkutan.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1547 Pigeon Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Sudahkah Moms Memandikan Si Kecil Dengan Benar?

Sudahkah Moms memandikan Si Kecil dengan benar?

Apa yang Sebaiknya Dilakukan untuk Memastikan Stroller Bebas dari Virus?

Stroller adalah salah satu barang keperluan si Kecil yang perlu dipastikan bebas dari virus Moms. Yuk, simak berikut ini.

Kiat Mencegah si Kecil dari Kepala Peyang

Bagaimana cara mengatasi kepala peyang pada bayi? Apakah bentuk kepala peyang peyang bisa diperbaiki? Simak berikut ini.

Tips Mengajak Si Kecil Berjemur

Moms and Dads, sebelum mengajak si Kecil berjemur, simak tips berikut ini!

Skincare Mendasar Untuk si Kecil

Apa saja skincare yang menjadi kebutuhan si Kecil? Simak berikut ini.

Kenali Keajaiban Sentuhan dan Pelukanmu untuk si Kecil, Moms!

Moms, tahukah Anda bahwa sentuhanmu dapat memberikan keajaiban untuk si Kecil? Simak berikut ini.

Cegah Alergi dan Iritasi terhadap Tisu Basah Bayi

Kulit bayi yang sensitif membutuhkan perhatian ekstra sehingga Moms perlu berhati-hati dalam memilih produk.

Tips Merawat Pernapasan Bayi dengan Humidifier

Menurut dokter di Johns Hopkins All Children’s Hospital, humidifier bisa mengatasi hidung tersumbat.

Pentingnya Memilih Wipes yang Aman untuk si Kecil

Banyak tisu basah bayi yang di jual di pasaran. Tapi kenapa kita harus berhati-hati dalam memilihnya?

Bagaimana Cara Mengenali Jenis Kulit Bayiku?

Tapi tahukah Moms, bahwa pada dasarnya kulit bayi usia 0-2 tahun memang sensitif?