Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Sindrom Tourette Bagaikan Cegukan di Sistem Saraf

GROWTH & DEVELOPMENT  |  HEALTH TIPS  |  11 Jul '19


Sindrom Tourette adalah kondisi yang memengaruhi sistem saraf pusat seseorang dan menyebabkan tics. Tics adalah sebuah istilah yang berarti gerakan atau suara yang tidak dapat dikontrol dan berulang-ulang.

Pada manusia, ada dua macam tics yaitu tics motorik dan tics vokal. Seseorang dikatakan memiliki tics motorik apabila melakukan sesuatu yang tidak bisa dia kendalikan. Sementara itu, tics vokal adalah istilah yang disematkan kepada seseorang yang mengeluarkan suara tetapi tidak bisa mengendalikan suara tersebut.

Seseorang baru didiagnosis memiliki sindrom Tourette apabila memiliki setidaknya dua tics motorik dan satu tics vokal. Orang tersebut harus memiliki tics yang dimaksud sepanjang hari atau timbul tenggelam selama lebih dari satu tahun. Kebiasaan ini juga harus dimulai sebelum dia memasuki usia 18 tahun.

Sindrom Tourette digambarkan sebagai cegukan di sistem saraf. Si penderita tidak merencanakannya dan tidak menginginkannya. Penderita dapat mencoba berbagai cara untuk menghentikannya, tetapi sama seperti cegukan, dia tidak bisa memutuskan untuk menghentikannya. Tics yang berlangsung terlalu lama dapat menyebabkan seseorang merasa sakit dan tidak nyaman.

Terkadang, tics juga seperti keinginan untuk menggaruk gatal. Penderita tidak benar-benar ingin menggaruknya tetapi tidak bisa menahannya. Dalam situasi ini, orang tersebut memiliki kendali atas tics. Dia merasakan bahwa dirinya akan membuat gerakan atau suara sebelum benar-benar melakukannya. Dia bahkan bisa menahan tics untuk sementara waktu. Tetapi pada akhirnya, dia harus tetap mengekspresikan tics yang dimilikinya.

Gejala sindrom Tourette

• Melakukan gerakan otot tidak terkendali seperti mata berkedip-kedip, kepala gemetaran, menyentak lengan, atau mengangkat bahu.

• Mengeluarkan suara yang tidak dapat dikendalikan seperti mendengus, batuk-batuk, berdehem-dehem.

• Tics memburuk ketika sedang stres, sangat bersemangat, atau baru saja terlelap tidur (biasanya melambat dan menghilang sepenuhnya selama tahap tidur yang lebih dalam).

• Terkadang orang yang memiliki sindrom Tourette juga memiliki kondisi lain seperti ADHD, OCD, atau kesulitan belajar.

Orang yang berisiko lebih tinggi mengalami sindrom Tourette:

• Anak laki-laki

• Biasanya antara usia 5-9 tahun, di bawah 18 tahun

Sindrom Tourette tidak menular dan merupakan kondisi genetik/keturunan. Penyebab pastinya tidak diketahui. Akan tetapi, beberapa penelitian menunjukkan bahwa penderita memiliki masalah dengan bagaimana saraf berkomunikasi di otak.

Perawatan sindrom Tourette

Tidak ada obat untuk sindrom Tourette. Dalam sebagian besar kasus, sindrom Tourette tidak perlu diobati. Anak yang menderita sindrom Tourette tetap dapat melakukan hal-hal normal seperti bersekolah, mengerjakan tugas rumah tangga dan bermain dengan teman-temannya. Namun apabila dia kesulitan melakukan hal-hal normal, dokter mungkin menyarankan terapi obat.

Meski bukan merupakan masalah psikologis, seorang terapis dapat membantu penderita dengan mengajarkan keterampilan koping dan relaksasi. Ini terutama sangat berguna apabila sindrom Tourette juga muncul akibat ADHD atau kecemasan.

Stres atau kesal dapat memperburuk tics, dan anak-anak dengan sindrom Tourette mungkin merasa kesal karena tics dan masalah yang menyertainya. Anak-anak dapat diajari cara menjelaskan tics kepada orang lain.

Menghadapi orang dengan sindrom Tourette

Anak-anak dengan sindrom Tourette ingin diperlakukan seperti orang lain. Mereka dapat melakukan hal-hal umum seperti anak-anak lainnya. Setelah dewasa, banyak dari mereka yang lebih baik dalam mengelola tics. Namun, beberapa orang tetap memiliki tics sepanjang hidupnya. Meski begitu, tics tidak membuat seseorang menjadi bodoh. Mereka tetap dapat hidup normal dan bahagia seperti orang lain.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

357 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Penyebab dan Akibat Kekurangan Gizi pada Anak

Apa saja penyebab dan akibat kekurangan gizi pada anak? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Tanda-Tanda Kemunculan Gigi si Kecil

Saat waktunya gigi si Kecil tumbuh, perhatikan hal-hal berikut ini Moms sebagai tandanya

Perhatikan Tanda-tanda Gigi si Kecil akan Tumbuh

Memasuki usia tumbuh gigi, Moms harus memahami apa saja tanda-tanda gigi yang sudah mau tumbuh.

Gigi Bayi Keropos, Padahal Hanya Minum ASI?

Apakah Moms bingung mengapa gigi si Kecil keropos meski hanya minum ASI saja? Yuk simak penjelasan berikut.

1000 Hari Pertama Kehidupan

Jika 1000 hari pertama kehidupan si Kecil tidak optimal, dapat menyebabkan stunting lho Moms.

Apakah Memar-memar di Tubuh si Kecil Tanda Kekurangan Vitamin?

Memasuki masa-masa aktif, munculnya memar di beberapa bagian tubuh si Kecil adalah hal yang normal.

Bohn Nodules pada Gusi Bayi

Jika Moms melihat bintil putih pada gusi bayi yang menyerupai gigi, bisa jadi itu bohn nodules. Berbahayakah?

Dukung Tumbuh Kembang Anak dengan Probiotik

Probiotik dapat membantu bakteri baik guna mengoptimalkan kerja usus. Tapi perlukah dikonsumsi secara rutin?

Pentingnya Skrining Bayi Prematur

Karena lahir sebelum waktunya, skrining bayi prematur penting dilakukan. Apa saja jenis skrining tersebut?

Hati-Hati dalam Memilih Teether Bayi!

Teether memang secara efektif mampu membantu proses tething bayi, namun tak semua teether aman digunakan!

Berbahayakah W Sitting Position Pada Anak?

Si Kecil sering melakukan W Sitting Position? Yuk simak cara mengatasinya Moms

Indikator Anak Sehat Selain Berat Badan

Pertumbuhan dan perkembangan setiap anak berbeda. Indikator anak sehat tidak hanya berat badan loh Moms.

Posisi Menggendong Menentukan Kesehatan Anak

Menggendong tak sesederhana yang biasa dilakukan lho Moms. Perhatikan posisi menggendong yang tepat untuk kesehatan si Kecil.