Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Sindrom Aspirasi Mekonium, Kelainan di Cairan Ketuban yang Membahayakan Bayi

BABY  |  HEALTH TIPS  |  10 Jul '19


Mekonium adalah zat yang pertama kali dikeluarkan dari bayi yang baru lahir. Kotoran bayi yang baru lahir memiliki karakteristik berwarna hijau tua dan kental. Kotoran itu mengandung sel epitel usus, lanugo, lendir, dan sekresi usus (misalnya empedu). Mekonium bersifat steril dan tidak mengandung bakteri, yang merupakan faktor utama yang membedakannya dari tinja.

Pengertian sindrom aspirasi mekonium

Sindrom aspirasi mekonium (meconium aspiration syndrome) adalah gangguan pernapasan yang dialami bayi sesaat setelah lahir. Kasus ini dilaporkan terjadi sekitar 5-20% dari semua kelahiran.

Penyebab sindrom ini adalah bayi tersedak mekonium yang bercampur dengan air ketuban. Cairan yang seharusnya dikeluarkan itu malah masuk ke paru-paru bayi dan menghalangi jalan napasnya. Akibatnya, bayi tidak bisa bernapas secara wajar.

Faktor peningkat risiko sindrom aspirasi mekonium

Bayi dapat terkena sindrom aspirasi mekonium ini jika dia kekurangan oksigen saat di dalam rahim, ibu mengidap diabetes, ibu mengidap tekanan darah tinggi, kehamilan lebih dari 40 minggu, infeksi, proses persalinan yang sulit atau lama.

Gejala sindrom aspirasi mekonium

Apabila kandungan mekonium merembes ke cairan ketuban, cairan ketuban akan terlihat berwarna kehijauan. Gangguan pernapasan ditunjukkan dengan kulit bayi yang kebiruan. Bayi sulit bernapas, terengah-engah, bahkan berhenti bernapas.

Perawatan sindrom aspirasi mekonium

Diagnosis sindrom aspirasi mekonium biasanya sudah dapat diketahui segera setelah bayi dilahirkan. Tim medis akan segera membawa bayi ke NICU (Neonatal Intensive Care Unit) untuk dibantu bernapas. Dia juga akan dijaga suhu tubuhnya dengan menggunakan penghangat. Apabila sindrom ini ditangani dengan cepat dan tepat, kemungkinan sembuhnya sangat tinggi.

Pencegahan sindrom aspirasi mekonium

Untuk mencegah kemungkinan munculnya sindrom ini pada bayi setelah melahirkan, lakukan beberapa tindakan pencegahan sebagai berikut:

  • Hindari kelelahan dengan cara tidak terlalu keras dalam bekerja
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang
  • Jaga berat badan agar sesuai dengan usia kehamilan
  • Jangan merokok
  • Jangan minum minuman keras
  • Periksakan kandungan secara teratur (antenatal care)

Apabila Moms mengalami kenaikan berat badan sangat rendah atau sangat tinggi, segera periksakan diri Moms ke dokter. Pemeriksaan USG akan menunjukkan kondisi lengkap dari janin. Dokter akan mewaspadai apakah pertumbuhan janin terhambat atau volume cairan ketuban berkurang. Jika seluruh diagnosis menunjukkan positif, dokter akan melakukan beberapa perawatan sebagai berikut:

  • Terapi oksigen untuk memastikan bahwa ada oksigen cukup yang masuk ke dalam darah
  • Menggunakan penghangat untuk membantu bayi menjaga suhu tubuh
  • Terapi obat ampisilin atau gentamisin untuk mencegah atau mengobati infeksi
  • Menggunakan venitilator untuk membantu bayi bernapas
  • Melakukan oksigenasi membran ekstrakorporeal

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

487 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Belajar Dari Kekhawatiran Temanku Di Masa Pandemi Dengan 5 Tips Ini

Moms yang memiki newborn babies, yuk simak tips menjaga kesehatan si Kecil di masa pandemi berikut ini.

Imunisasi Saat Pandemi, Perlu Ditunda atau Tidak ya?

Di masa pandemi ini, perlukah imunisasi dilakukan? Atau sebaiknya ditunda? Simak bersama berikut ini.

Tips Penggunaan AC di Kamar Bayi

Bagaimana sebaiknya mengatur AC di kamar bayi? Simak berikut ini.

Bayi Bisa Diare Kalau Busui Puasa, Mitos Atau Fakta?

Benarkah Ibu berpuasa bisa menyebabkan si Kecil diare? Simak berikut ini.

Imunisasi untuk Bayi Usia 0-12 Bulan

Apa saja vaksin yang diperlukan untuk bayi usia 0-12 bulan dan apa kegunaannya? Yuk simak cerita Mama Una berikut ini.

Kapan Sebaiknya Memperkenalkan Sikat Gigi pada si Kecil?

Kapan sih sebaiknya si Kecil diperkenalkan dengan sikat gigi? Yuk, simak cerita berikut ini.

Imunisasi Tambahan untuk Perlindungan Maksimal Si Kecil

Selain dari imunisasi wajib, ada beberapa imunisasi tambahan yang penting untuk kesehatan si Kecil. Yuk simak imunisasi tambahan tersebut!

Mengenal Dermatitis Atopik pada Bayi

Atopic Dermatitis (dermatitis atopik) adalah peradangan kronis penyakit kulit.

Alergi Susu Sapi pada Anak

Alergi susu sapi banyak terjadi di 1 tahun pertama kehidupan anak. Bagaimana solusinya?

Mengenal Alergi Susu Sapi

Alergi susu sapi sering ditemukan pada anak di bawah usia 1 tahun.

Jenis-Jenis Alergi pada si Kecil

Alergi adalah kondisi kronis yang melibatkan reaksi abnormal terhadap zat asing yang disebut sebagai alergen.

SLS pada Sabun si Kecil, Bahaya Gak sih?

Bayi baru lahir memiliki kulit yang masih sangat sensitif dan tipis dibandingkan orang dewasa. 

Apa itu Alergi dan Bagaimana Mencegahnya?

Alergi pada bayi dan anak merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dikeluhkan.

Segera Periksakan Mata si Kecil ke Dokter apabila Terdapat Gejala Berikut

Karena mata si Kecil memegang peranan penting, maka Moms perlu untuk melakukan beberapa hal terkait pertumbuhannya

Imunisasi Usia 18 Bulan: Efek Samping dan Manfaatnya

Memasuki usia 18 bulan, pemberian vaksin masih terus berlanjut. Imunisasi apakah yang si Kecil perlukan?

Seperti Apa Karakteristik Kotoran Bayi yang Minum ASI?

Karakteristik kotoran bayi yang minum ASI tergantung dari usia. Apa saja perbedaan karakteristiknya?

Night-Weaning Metode Jay Gordon

Menerapkan night weaning dpat membantu menstabilkan pola tidur anak loh Moms. Mari simak night weaning metode Jay Gordon

Bayi Batuk Hingga Muntah, Berbahayakah?

Apa yang terjadi jika si Kecil batuk hingga muntah? Berikut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat si Kecil batuk.

2 Penyebab Bayi Sering Muntah Berkepanjangan

Bayi muntah adalah hal biasa, tapi Moms harus membedakan kondisi sering muntah yang wajar dengan yang abnormal.

Muncul Bintik Merah pada Bayi, Apakah Itu Berbahaya?

Apa saja masalah kulit yang sering muncul pada bayi? Yuk simak ulasannya berikut ini