Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Si Kecil Mencret? Yuk, Beri Ia Makanan Berikut

BRANDS  |  06 Aug '20


Moms, apakah si Kecil sering diare? Jika ya, kondisi ini sebenarnya lazim terjadi kok pada balita. Bahkan, kondisi tersebut punya nama khusus yaitu diare pada anak. Sesungguhnya, diare pada balita bukanlah benar-benar terjadi karena penyakit. Kondisi mencret tersebut hanya merupakan gejala yang tidak mengancam kesehatannya. Penyebab utama diare pada anak tidak diketahui secara pasti. Namun, faktor-faktor berikut bisa menjadi pemicu diare pada anak:

1. Makanan yang dikonsumsi

Balita yang terlalu banyak mengonsumsi jus atau cairan dengan kadar fruktosa dan sorbitol tinggi berisiko terkena diare. Diet makanan yang memiliki kadar lemak sangat rendah dan serat rendah juga bisa menjadi pemicu gangguan pencernaan ini.

2. Makanan melalui usus terlalu cepat

Pada beberapa balita, terlalu cepatnya makanan melalui usus besar bisa memicu produksi tinja yang encer. Ini karena usus besar tidak sempat menyerap air dari makanan yang masuk.

3. Aktivitas fisik meningkat

Si Kecil yang aktif akan lebih sering BAB. Seringnya BAB ini bisa menyebabkan tinjanya encer.

4. Pengaruh mikroflora usus

Susunan mikroflora usus yang membantu proses pencernaan bervariasi pada setiap individu. Beberapa balita memiliki “koleksi” bakteri baik yang cenderung memproduksi feses yang lebih encer daripada balita lainnya.

Nah, Moms, setelah mengetahui faktor-faktor yang bisa menyebabkan diare pada balita, Moms perlu mengetahui ciri-ciri diare pada anak agar Moms bisa membedakan mana diare yang tidak mengganggu kesehatan si Kecil dan mana diare yang mungkin merupakan gejala penyakit yang lebih serius.

Ciri-ciri diare pada anak sebagaimana dikutip dari Healthline adalah sebagai berikut:

  • Si Kecil tidak merasa sakit saat mencret
  • Tinja yang dihasilkan pada umumnya berbau busuk
  • Si Kecil mengalami BAB cair 3 kali atau lebih selama setidaknya 4 minggu berturut-turut
  • Feses yang dikeluarkan sering mengandung makanan dan lendir yang belum dicerna
  • Diare terjadi selama jam bangun si Kecil
  • Gejala diare dimulai antara 6-36 bulan usia si Kecil, tetapi dapat berlangsung hingga usia prasekolah
  • Gejala biasanya sembuh pada usia sekolah atau lebih awal, 90% anak bebas diare pada usia 40 bulan

Untuk mengatasi diare pada balita, Moms perlu memperhatikan asupan makanan si Kecil. Catat makanan apa saja yang Moms berikan ke si Kecil dalam sebuah buku harian lengkap dengan jumlah, frekuensi, dan waktu diarenya. Catatan ini akan sangat membantu dokter anak untuk mencari tahu penyebab si Kecil diare dan mengeliminasi penyebab diare yang lebih berbahaya seperti intoleransi makanan atau alergi. Ingat, jangan memberikan makanan-makanan yang dapat memicu gangguan pencernaan ini. Sebaliknya, yuk, berikan si Kecil makanan berikut!

1. Makanan mengandung serat

Serat dapat membantu memadatkan feses. Karena itulah, berikan si Kecil makanan-makanan seperti sereal, roti gandum, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran segar.

2. Makanan mengandung lemak

Jika si Kecil tidak kelebihan berat badan dan sering berolahraga, berikan sedikit lemak tambahan dalam makanannya sehari-hari. Sebelum ingin menambahkan asupan lemak, konsultasikan ini dengan dokter anak sumber makanan mengandung lemak apa saja yang cocok untuk si Kecil. Sumber makanan mengandung lemak sehat di antaranya alpukat, telur, minyak zaitun, dan susu.

3. Makanan mengandung probiotik

Probiotik adalah bakteri baik yang membantu kesehatan dan kelancaran sistem pencernaan. Probiotik ini dapat menggantikan bakteri tidak sehat di saluran pencernaan si Kecil. Suplemen probiotik, susu mengandung probiotik, dan yogurt adalah beberapa sumber makanan yang dapat Moms berikan kepada si Kecil agar sembuh dari diare. Untuk produk susu, pilihlah susu yang mengandung probiotik Lactobacillus reuteri. Bakteri baik tersebut memiliki manfaat dapat menyembuhkan diare, menyehatkan usus, mengurangi kembung, dan menurunkan frekuensi dari gejala kolik.

Dengan menjaga asupan makanan si Kecil, Moms dapat membantunya sembuh dari diare. Apabila dia masih diare tetapi kesehatannya tidak terganggu alias masih makan, tumbuh, dan berperilaku normal, hendaknya Moms tak usah terlalu khawatir. Gejala tersebut biasanya akan hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia si Kecil.

Referensi: Healthline

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

700 Nestle Lactogrow

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Ini Cara Mengatasi Panic Attack Buat Millenial Moms

Kondisi pandemi virus Corona memaksa kita untuk menjalani kehidupan yang tidak menentu. Rutinitas

Tips Tetap Produktif dari Rumah

Dengan adanya pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia, banyak dari kita yang kini menghabiskan

Babyo Review Dr. Brown's Silicone One-Piece Breastpump

Apa saja sih manfaat dari menggunakan Pompa ASI bagi Moms? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

Biasakan Si Kecil Merawat Gigi Sejak Dini

Mengajarkan si Kecil merawat gigi perlu dilakukan sejak dini. Hal ini bertujuan untuk membiasakan si kecil hidup sehat. berikut ini tips yang [...]

Si Kecil Sering Kembung Setelah Minum? Ini Solusinya

Di awal-awal kehidupannya, seringkali kita menjumpai bayi dengan keluhan perut kembung. Saat si Kecil kembung, Ia akan cenderung rewel dan sulit [...]

Manfaat Berolahraga di Sore Hari Bersama Si Kecil

Di tengah rutinitas sehari-hari, manusia perlu berolahraga untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Nah, melibatkan si Kecil saat [...]

Bedtime Routine, Senjata Ampuh Agar Si Kecil Tidur Lelap

Apakah Moms merasa kesulitan menidurkan si Kecil di kala malam tiba? Bedtime routine alias rutinitas tidur yang konsisten dapat membantu si [...]

Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang si Kecil

Apa saja cara yang bisa dilakukan orang tua agar tumbuh kembang si Kecil optimal? Yuk, Moms, simak tips berikut ini.

Babyo Review Nestlé LACTOGROW 3

80% sistem imunitas berada di dalam saluran cerna sehingga kesehatan saluran cerna sangat penting untuk dijaga.

Exclusive Privilege: Lactaboost Andalan Nutrisi

Selain mencukupi nutrisi, masa menyusui menjadi momen bonding dengan si Kecil.

Yuk Kenalan dengan Dr.ato Baby Skincare Series

Rangkaian perawatan Dr.ato sudah siap untuk menemani dan melindungi kesehatan kulit si Kecil.

Why Does Baby Need Baby Shampoo?

Why do we use baby shampoo instead of our own shampoo to wash our baby’s hair?

Why Does NAIF Nourishing Shampoo Give Your Baby a Good Hair Day?

Why doe NAIF Nourishing Shampoo give your baby a good hair day? Let's find out here!

Why Does Untangled Hair Happen to Babies?

Why does untangled hair happen in babies? Let's find out!

Why Does Foam Cause Hair Fall?

Kandungan SLS memberikan efek berbusa, namun bisa menghilangkan minyak di kulit kepala.

So, Why Is NAIF Effective for Untangled Hair?

NAIF Nourishing Shampoo memiliki kandungan cottonseed oil yang membantu mempertahankan kelembaban kulit.

Mamibot, The First Cordless, Small, and Light Vacuum Cleaner

Mamibot UV LITE100 didesain dengan ukuran yang kecil dan ringan sehingga praktis saat digunakan.

Bagaimana Proses Pemotretan Newborn?

Proses pemotretan Newborn sering dianggap mudah, padahal banyak tantangan sebelum melakukan pemotretan.

Why Should You Choose NAÏF Nourishing Shampoo For Newborns?

Banyak sampo bayi yang dapat Moms temukan di pasaran. Tapi apakah sampo tersebut aman bagi newborns?

Why Is NAÏF Nourishing Shampoo Perfect for Your Little One?

Banyak sampo bayi yang dijual di pasaran. Tapi kenapa Nourishing Shampoo NAÏF pilihan yang paling pas?