Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Si Kecil Diare? Begini Cara Atasinya

BRANDS  |  MY STORY  |  07 Aug '20


Apa itu diare pada anak

Diare adalah gangguan pencernaan yang umum terjadi baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Seseorang yang terkena diare memiliki ciri-ciri sering BAB, fesesnya cair, serta mungkin disertai gejala-gejala seperti demam, mual, muntah, sakit perut, dan dehidrasi. Pada bayi, gejala diare bisa meliputi mulut kering, jarang menangis, jarang pipis (misalnya tidak pipis hingga 12 jam sehari), dan urin yang lebih gelap serta pekat.

Kondisi diare sebenarnya adalah respon tubuh untuk menghilangkan kuman-kuman penyakit di pencernaan. Biasanya, diare berlangsung beberapa hari hingga seminggu.

Anak-anak terutama yang masih berusia dini belum memiliki sistem pencernaan yang sempurna untuk mengolah makanan dan minuman yang masuk ke tubuhnya. Oleh karena itu, wajar saja jika bayi dan balita lebih sering terkena diare daripada orang dewasa.

 

Penyebab diare pada anak dan cara mengatasinya

Beberapa penyebab paling umum dari diare pada anak adalah sebagai berikut:

·         Infeksi dari bakteri, virus, atau parasit

Infeksi virus adalah penyebab paling umum dari diare pada anak. Ciri-ciri anak yang diare karena virus selain fesesnya cair adalah muntah, sakit perut, sakit kepala, dan demam. Diare karena infeksi biasanya berlangsung selama 5 hingga 14 hari. Untuk meringankan gejalanya, Moms perlu menjaga asupan cairan si Kecil. Jika si Kecil masih menyusu, berikan ASI lebih banyak daripada biasanya. Moms juga bisa memberikan larutan oralit untuk mengganti cairan elektrolit yang hilang karena diare.

Untuk anak yang sudah lebih dewasa dan tidak lagi minum ASI, berikan oralit secara teratur sampai gejala diarenya berkurang. Jika si Kecil muntah-muntah dan perlu rehidrasi secara perlahan, Moms bisa memintanya untuk makan es krim stik.

·         Konsumsi obat-obatan tertentu

Laksatif dan antibiotik dapat memicu diare pada anak dan orang dewasa. Jika efek samping diare ringan ini muncul, Moms bisa meringankan gejalanya dengan menjaga si Kecil tetap terhidrasi. Hubungi dokter yang memberikan obat-obatan tersebut dan turuti anjurannya. Biasanya, dokter akan meminta mengurangi dosis obat, mengganti diet makanan, meminta si Kecil mengonsumsi probiotik, atau mengganti antibiotik tersebut ke jenis antibiotik lainnya.

Beberapa studi sebagaimana dikutip WebMD menyebutkan bahwa yogurt dengan kultur hidup atau probiotik dapat membantu meringankan gejala diare karena antibiotik. Baik kultur hidup maupun probiotik membantu mengisi kembali sistem pencernaan si Kecil dengan bakteri usus sehat yang sebelumnya terbunuh oleh antibiotik.

·         Keracunan makanan

Ciri-ciri diare karena keracunan makanan adalah gejalanya datang begitu cepat dan biasanya disertai muntah-muntah. Gejala ini cenderung akan mereda atau menghilang dalam waktu 24 jam. Pada beberapa kasus, terlalu banyak mengonsumsi jus buah juga bisa menyebabkan diare. Apabila si Kecil diare karena keracunan makanan, Moms perlu menjaga agar si Kecil tetap terhidrasi, memberikan ASI atau oralit, dan menghubungi dokter.

·         Penyebab lainnya

Diare pada anak juga dapat disebabkan karena alergi makanan, penyakit Celiac, penyakit Crohn, dan irritable bowel disease. Jika Moms tidak yakin apa penyebab si Kecil diare, Moms harus menghubungi dokter atau membawa si Kecil periksa ke dokter.

 

Cara mencegah diare pada anak

Agar si Kecil tidak mudah terkena diare, Moms bisa melakukan beberapa hal berikut:

·         Mendorong si Kecil untuk minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi

Banyak minum air putih dan susu baik untuk kesehatan pencernaan si Kecil. Apabila si Kecil tidak dehidrasi, dia tidak perlu meminum oralit. Hindari minum jus buah karena bisa memicu dan memperparah diare.

·         Berikan table foods

Table foods adalah MPASI yang biasa disajikan pada si Kecil selain dalam bentuk puree. Jika si Kecil memang sudah bisa makan table foods, berikan jenis makanan ini yang mudah dicerna si Kecil seperti makanan bertepung (roti, gandum, sereal kering, pasta, kentang tumbuk, dll.), biskuit asin, telur rebus, dan yogurt.

·         Hindari makanan yang memicu atau memperparah diare

Soda mengandung terlalu banyak gula dan tidak memiliki kandungan garam untuk mengganti cairan elektrolit yang hilang. Maka dari itu, hindari memberikan soda atau minuman berkarbonasi lainnya kepada si Kecil. Tidak hanya itu, jus buah terutama jus apel dan jus anggur dapat memperparah diare. Jangan pula memberikan kacang-kacangan selama si Kecil diare.

·         Menjaga kebersihan

Diare dapat sangat menular. Karena itu, tanamkan hidup bersih dan sehat kepada si Kecil. Selalu cuci tangan Moms setelah mengganti popok atau menggunakan toilet. Basuhlah area sekitar anus si Kecil setelah dia BAB untuk mencegah ruam popok. Oleskan salep atau jeli yang cukup tebal pada bagian pantat si Kecil untuk melindunginya dari gesekan langsung dengan popok terutama saat dia tidur siang atau di malam hari. Agar BAB yang encer tidak berceceran, lapisi popok bagian dalam dengan kain katun atau pakaikan celana plastik setelah popok.

·         Memberikan probiotik

Probiotik mengandung bakteri baik yang dapat menggantikan bakteri tidak sehat di saluran pencernaan si Kecil. Berikan produk-produk probiotik seperti susu, yogurt, dan suplemen probiotik kepada si Kecil untuk membantu agar sistem pencernaannya tetap sehat.

 

Referensi: Medline Plus, WebMD 1, WebMD 2

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

547 Nestle Lactogrow

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Apa Bedanya Corona, Flu, dan Alergi?

Covid 19 membuat kita paranoid terhadap gejala sakit seperti batuk atau demam. Nah, apa sih beda gejala Covid-19 dengan pilek atau flu? Yuk [...]

Tips Agar Si Kecil Tidur dengan Aman dan Nyaman

Seorang bayi menghabiskan waktu tidur 12-15 jam setiap harinya. Untuk itu, Moms perlu memperhatikan posisi tidurnya agar terhindar dari risiko [...]

Khasiat Saripati Ayam untuk Bumil & Busui, Apa Bedanya dengan Sup Ayam Biasa?

Moms pasti sudah pernah mendengar tentang saripati ayam. Tapi tahukah Moms perbedaan saripati ayam dengan sup ayam biasa?

Amankah Mengonsumsi Pil KB dan ASI Booster Secara Bersamaan?

Pil KB laktasi tidak hanya mendukung program KB dan tidak mengganggu produksi ASI busui.