Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Si Kecil Alergi Susu Sapi, Bagaimana Cara Mengatasinya?

BABY  |  BRANDS  |  MY STORY  |  01 Jul '21


Alergi susu sapi merupakan salah satu jenis alergi makanan yang paling umum ditemui pada anak-anak. Hal ini terjadi karena sistem imun Si Kecil menganggap protein dalam susu sapi sebagai zat yang berbahaya dan menyebabkan reaksi alergi.

Menurut studi yang diterbitkan pada British Journal of General Practice tahun 2016, hingga 7% bayi yang diberi susu formula mengalami alergi protein susu sapi. Dalam beberapa kasus, hingga 1% bayi yang minum ASI mengalami alergi susu sapi.

Faktor genetik terutama gen tertentu telah diidentifikasi dalam alergi protein susu.  Menurut American College of Allergy, Asthma, and Immunology, 8 dari 10 anak yang mempunyai alergi susu sapi akan sembuh dengan sendirinya saat tumbuh dewasa pada usia 16 tahun.

Banyak orang tua, mungkin juga termasuk Moms, merasa khawatir setelah mengetahui Si Kecil menderita alergi susu sapi. Moms mungkin merasa kebutuhan nutrisi Si Kecil tidak bisa terpenuhi dengan sempurna karena tidak mendapatkan asupan susu sapi. Tenang Moms, #SiapkanSekarang pengetahuan Moms mengenai alergi susu sapi pada Si Kecil sekaligus cara mengatasinya.

Apa itu alergi susu sapi dan gejalanya?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, alergi susu sapi terjadi apabila Si Kecil yang mengonsumsi susu sapi memperlihatkan gejala-gejala alergi. Ada 2 jenis utama dari alergi susu yaitu Immediate Cow’s Milk Allergy dan Delayed Cow’s Milk Allergy. Pada Immediate CMA, gejala alergi dimulai dalam beberapa menit setelah Si Kecil minum susu sapi. Sedangkan pada Delayed CMA, gejala biasanya dimulai dalam beberapa jam, atau bahkan berhari-hari, setelah minum susu sapi.

Alergi susu sapi dapat menyebabkan berbagai macam gejala, termasuk:

 

· Ruam merah yang gatal

· Bengkak di wajah, bibir, dan area sekitar mata

· Gangguan pencernaan seperti sakit perut, muntah, kolik, diare, dan sembelit

· Gejala seperti demam seperti pilek dan hidung tersumbat

· Eksim yang tidak juga sembuh setelah diobati

· Kadang-kadang menyebabkan gejala parah yang datang tiba-tiba seperti bengkak di mulut atau tenggorokan, batuk, sesak napas, dan mengi

Apa saja tips memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil yang alergi susu sapi?

Asalkan gizi Si Kecil terpenuhi, tumbuh kembangnya dapat berjalan optimal. Moms tak perlu khawatir berlebihan ketika Si Kecil tidak bisa mengonsumsi susu sapi. Lakukan tips berikut agar Si Kecil tetap dapat bertumbuh kembang dengan optimal meski mempunyai alergi susu sapi:

1. Hindari konsumsi semua jenis produk susu sapi

Apabila Si Kecil masih menyusu, Moms disarankan untuk menghindari makan dan minum semua jenis produk susu sapi, termasuk keju, yogurt, krim, dan mentega. Makanan seperti penyedap rasa, coklat, sosis, margarin, dan makanan kemasan serta makanan yang diproses juga dapat mengandung susu sapi.Hal ini karena komposisi, rasa, hingga bau ASI dapat dipengaruhi oleh apa yang Moms konsumsi.

Begitu pula dengan si Kecil yang juga harus menghindari makanan dan minuman berbasis susu. Oleh karena itulah, biasakan untuk membaca label makanan dan minuman yang akan Moms dan Si Kecil konsumsi.

2. Masak sendiri di rumah

 

Dengan memasak di rumah, Moms dan Si Kecil dapat terhindar dari mengonsumsi bahan-bahan yang terlarang dikonsumsi oleh anak yang alergi susu sapi. Moms juga dapat menghindari kerancuan label makanan yang sering ditemukan dalam makanan olahan.

3. Penuhi kebutuhan Vitamin D

Menurut penelitian, anak yang tidak mengonsumsi susu sapi biasanya kekurangan vitamin D. Moms dapat mengajak Si Kecil berjemur di pagi hari agar tubuhnya memproduksi Vitamin D. Ingat, tidak perlu menjemur Si Kecil terlalu lama; 10-15 menit sebanyak 3 kali seminggu juga sudah cukup untuknya. Berikan juga makanan yang mengandung banyak vitamin D seperti bayam, brokoli, tuna, sarden, telur, dan salmon agar kebutuhan vitamin D-nya terpenuhi.

4. Utamakan ASI eksklusif

Menyusui, menurut WHO, setidaknya perlu dilakukan hingga Si Kecil berusia 2 tahun. Moms bahkan tidak perlu memberikan susu sapi kepada Si Kecil jika masih menyusui 3 hingga 4 kali sehari. Komposisi ASI adalah unik karena mengikuti apa yang Moms konsumsi dan Si Kecil butuhkan. Selain mengandung nutrisi yang paling dibutuhkan Si Kecil, ASI memiliki kandungan yang dapat mencegah sensitivitas dan inflamasi serta meningkatkan sistem imun.

5. Berikan susu formula mengandung protein terhidrolisis parsial (pHPro)

Susu pertumbuhan yang mengandung protein terhidrolisis parsial (PHP) dapat membantu pemenuhan kebutuhan nutrisi Si Kecil. Dr. Bridget Young, PhD, CLC, dalam artikel “Baby Formula Guide: How to Choose the Right Kind for Your Kid” yang dia tulis untuk situs Healthline menjelaskan bahwa protein dalam susu PHP dipecah menjadi lebih kecil ukurannya daripada susu biasa, mendekati ukuran protein dalam ASI. Karena PHP lebih cepat diserap sistem pencernaan, PHP dianggap sebagai pilihan yang baik untuk Si Kecil yang mengalami kesulitan mencerna protein utuh, atau yang memiliki riwayat gangguan pencernaan.

Susu pertumbuhan PHP terbukti mampu meningkatkan toleransi imun, mengurangi risiko berkembangnya dermatitis atopik dan eksim, dan mendukung tumbuh kembang anak. Penelitian menunjukkan bahwa protein terhidrolisis parsial teruji klinis mendukung pertumbuhan hingga 10 tahun. Dari hasil penelitian tersebut, ditemukan bahwa tidak ada perbedaan bermakna pada indeks massa tubuh (IMT) antara kelompok anak yang mendapatkan susu dengan protein terhidrolisis parsial dan kelompok anak yang mendapatkan susu protein utuh,

 

Dokter anak dari 15 negara termasuk Indonesia merekomendasikan NANKid pHPro, susu pertumbuhan yang mengandung protein whey terhidrolisis parsial, untuk pencegahan alergi pada anak dengan risiko alergi, membantu cegah sensitivitas, dan mendukung pertumbuhannya.

Selain mengandung protein whey terhidrolisis parsial, NANKID pHPro juga mengandung probiotik Bifidobacterium lactis. Susu yang diproduksi di Konolfingen, Switzerland, tersebut juga mengandung Omega 3, Omega 6, Karbohidrat, Vitamin ADEK, Vitamin C, Vitamin B Kompleks, Kalsium, Zat Besi, Zinc, Yodium, dan DHA.

Hapus rasa kekhawatiran Moms mengenai Si Kecil yang alergi susu sapi dengan menjalankan tips tersebut di atas dan tetap memenuhi nutrisi Si Kecil dari sumber makanan dan minuman seperti produk susu pertumbuhan NANKID. Yuk Moms, bantu cegah sensitivitas, dukung pertumbuhan Si Kecil #SiapkanSekarang.

Referensi:Allison Tannis,Alodokter,Healthline 1,Healthline 2, NHS

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

4073 Nestle Nankid

Comments

LATEST POSTS

Yuk, Maksimalkan Belajar dari Rumah dengan Cara Ini

Sebagai salah satu langkah nyata mencegah pandemi COVID-19 semakin berlarut, pemerintah....

Si Kecil Uring-uringan? Bisa Jadi Pengaruh Nutrisi & Stimulasi yang Kurang Tepat

Rewel, merengek, dan uring-uringan adalah fenomena yang kerap ditemukan kala mengasuh anak. Seorang anak yang masih

Manfaat Berlatih Musik dan Bernyanyi untuk Dukung si Kecil Grow Happy

Manfaat Berlatih Musik dan Bernyanyi untuk Dukung si Kecil Grow Happy Tugas orang

Tantrum: Kapan Harus Dibiarkan dan Kapan Harus Mulai Disiplin?

Mendapati si Kecil menangis hingga berguling-guling di lantai bahkan melempar barang bisa membuat

Babyo Review: Stroller Babycare

Bepergian bersama si Kecil adalah saat yang menyenangkan sekaligus melelahkan. Di balik pengalaman

Ini Alasan Mengapa Moms Harus Memilih Botol Susu yang Bisa Jaga Gizi ASIP

Memberikan ASI eksklusif secara langsung merupakan metode terbaik untuk memenuhi nutrisi seorang