Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Si Kecil Takut Berpisah dari Moms, Kenali Tanda Separation Anxiety!

PARENTING  |  12 Mar '21


Istilah Separation Anxiety adalah gambaran untuk seseorang yang mengalami ketakutan atau kecemasan saat akan berpisah dengan seseorang maupun sesuatu hal. Kecemasan seperti ini adalah hal yang normal dan dialami oleh semua bayi. Pada umumnya, Separation Anxiety akan semakin terlihat di usia 6 bulan si Kecil. Pada usia 6 bulan pertama, si Kecil masih belum tau pada siapa Ia bergantung, sehingga si Kecil dengan senang hati berpindah dari satu pangkuan ke pangkuan yang lainnya. Setelah berusia 6 bulan, si Kecil mulai dapat mengenali, membedakan orang-orang, membentuk keterikatan emosional yang kuat secara sadar, serta mempelajari konsep kepribadian seseorang.

Biasanya, si Kecil yang mengalami Separation Anxiety akan selalu menangis jika Mom atau Dad menjauh dari si Kecil. Bahkan, saat Mom hanya sekedar pergi ke toilet si Kecil memaksa untuk ikut atau bersedia untuk menunggu di depan pintu toilet sambil menangis. Kondisi ini menyebabkan si Kecil akan senantiasa 'mengintai' keberadaan orang yang diharapkannya.

Walaupun tidak membahayakan, kondisi ini tentu akan sangat melelahkan untuk si Kecil, begitu juga dengan Mom dan Dad. Nah, untuk itu Mom perlu mengetahui tanda-tanda si Kecil yang mengalamiSeparation Anxiety :
1. Tidak ingin main sendirian
Ketika si Kecil dihadapkan dengan berbagai mainan, Ia akan tampak senang. Namun, saat si Kecil melihat Mom ataupun Dad beranjak dari hadapannya, suasana di dalam ruangan akan menjadi dramatis karena si Kecil akan menangis terus menerus sampai Mom menemaninya kembali bermain.
2. Tidak ingin ada orang lain yang mendekati Mom maupun Dad
Si Kecil akan merasa bahwa Ia adalah satu-satunya yang akan mendapatkan perhatian dari Mom. Bahkan, Dad juga kemungkinan tidak bisa memberikan sedikit pelukan kepada Mom. Sikap manja dan rasa cemburu ini dapat berujung pada si Kecil yang rewel.
3. Si Kecil tidak mau jika diasuh oleh orang lain
Saat si Kecil mengalami Separation Anxiety, Ia tidak akan mau diasuh oleh orang lain. Hal ini terjadi karena Ia merasa sangat tergantung dengan orang terdekatnya, misalnya Mom dan Dad. Namun, terkadang parents juga memiliki kegiatan lain yang mengharuskan si Kecil diasuh oleh orang lain untuk sementara waktu.
4. Si Kecil bangun lebih awal dari tidurnya
Walaupun si Kecil sedang tidur, kondisi Separation Anxiety akan membuat si Kecil seperti tetap terjaga saat tidur. Si Kecil akan bangun dalam beberapa waktu tertentu dan memastikan keberadaan Mom di dekatnya. Karena tidak tidur dengan nyenyak, Ia juga akan bangun lebih awal daripada biasanya. Kondisi ini lebih sering terjadi pada saat malam hari.
5. Pola tidur si Kecil terganggu
Karena tidur si Kecil yang tidak nyenyak, maka otomatis pola tidurnya juga akan terganggu. Jika pada malam hari si Kecil sering terbangun, ada kemungkinan pada waktu tidur siang harinya akan lebih nyenyak dengan durasi yang cukup lama. Sehingga, si Kecil akan terjaga dan sulit ditidurkan pada malam harinya.
6. Gejala fisik lain
Selain gejala emosional, gejala fisik juga dapat menjadi pertanda dari Separation Anxiety pada si Kecil. Misalnya, demam, sakit perut, buang air tidak lancar, maupun muntah. 

Nah, bentuk kecemasan dan ketakutan ini akan hilang seiring dengan berjalannya waktu. Namun,  jika kondisi di atas terjadi pada si Kecil apa yang dapat Moms lakukan?
1. Jika memungkinkan, Mom dapat bergantian dengan Dad untuk menemani si Kecil saat bermain atau mengajak anggota keluarga lainnya untuk bermain bersama agar Ia tidak merasa kesepian dan teralihkan perhatiannya saat akan ditinggal.
2. Mom dapat memberikan ASI terlebih dahulu sembari menidurkannya sebelum menitipkan si Kecil pada orang lain. Usahakan agar Mom memberikan ASI secara langsung tanpa menggunakan botol susu agar si Kecil lebih cepat terlelap.
3. Untuk mengelabui si Kecil, Mom juga dapat menggunakan fragrance atau pewangi yang sama dalam beberapa minggu, lalu gunakan pula pada orang lain yang akan mengasuh si Kecil nantinya. Hal ini dilakukan agar si Kecil merasa berada di dalam pelukan orang yang sama.
4. Pastikan saat akan tidur, si Kecil dalam keadaan kenyang Mom. Sehingga, saat mengantuk tidak mengganggunya.
5. Gunakan alas tidur kemiringan  15 derajat. Posisi kemiringan ini dipercaya oleh para ahli dapat memperlancar pencernaan si Kecil serta pernafasannya. Sehingga, kondisi fisiknya tetap terjaga dengan baik dan tidur si Kecil lebih nyaman dan nyenyak. Selain itu, pilih alas tidur yang memiliki fungsi lain untuk menopang kaki si Kecil sehingga peredaran di dalam tubuhnya lancar dan si Kecil merasa lebih rileks.
6. Batasi waktu tidur siang si Kecil, kemudian tentukan jadwal makan malam yang konsisten agar pola tidur malam harinya mulai teratur kembali.
7. Usahakan agar Mom menemani si Kecil sampai tertidur. Jika memungkinkan, Mom dapat tidur dengan si Kecil selama Ia tidur sampai periode kecemasan dan ketakutannya hilang.

Selama ketakutan dan kecemasan si Kecil ini berlangsung, Mom dan Dad harus tetap menjaga emosi karena pada masa ini si Kecil akan sangat manja. Parents harus dapat mengelola emosi dengan sangat baik supaya si Kecil dapat melewati periode ini dengan sukses.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

351 Babymoov Indonesia

Comments

LATEST POSTS

Review prodak "Wash Wash Away Dish & Cleanser" ukuran 500ml.

Asslmualaikum.. Bissmillah.. Apa kabar semua😁. Mudah2n kalian sehat2 aja ya😍🤗.. Seneng banget hari ini dapat paket Free Sample dari Babyol [...]

Awalnya, saya tipikal ibu yang berpikir bahwa menc...

Awalnya, saya tipikal ibu yang berpikir bahwa mencuci alat makan bayi pake sabun apa aja bisa , tapi itu semua tidak lagi saya lakukan. Khusus [...]

Resep Strawberry Cheese Cake tanpa di oven

Gimana nih puasanya hari ini? Semoga semua lancar & sehat ya moms. Nah..biar makin semangat, yuk bikin Strawberry Cheese Cake yuk buat buka [...]

3 Tantangan Orangtua Saat Ajari Puasa si Kecil

Apa saja tantangan orangtua saat mengajari si Kecil untuk berpuasa? Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Atasi Kulit Sensitif Sikecil Dengan Aveeno

Worry juga ya bund kalau si kecil punya masalah kulit, apalagi punya masalah kulit yang sensitif seperti yang dialamin sama Ceisya. Jadi [...]

Apa sih ciri-ciri anak temperamental? Pernah gak ...

Apa sih ciri-ciri anak temperamental? Pernah gak moms bertanya "Kenapa anakku gampang banget marah/tantrum ya? Padahal dalam kondisi atau [...]

Apa bahasa kasih anakku? Disadari atau tidak, set...

Apa bahasa kasih anakku? Disadari atau tidak, setiap orang itu punya bahasa kasih. Apaan tuh? Sederhananya, bahasa kasih itu sesuatu yg membuat [...]

Bagaimana kita tahu bahwa anak kita bahagia?

Bagaimana kita tahu bahwa anak kita bahagia? Jawabannya ternyata cukup sederhana tapi membutuhkan effort yang perlu disengaja oleh orang tua [...]

Mendidik Anak adalah Pekerjaan Seumur Hidup!

Menurut saya, mendidik anak adalah pekerjaan seumur hidup dan sejujurnya saya juga belum terlalu paham konsep “mendidik anak”. Atas dasar inilah [...]

REVIEW : MOMAMI Wash Wash Away Dish & Bottle Cleanser - 500ml

Mulai dari anak pertama sampai sekarang sudah punya 2 anak, aku tuh selalu pakai sabun khusus untuk cuci botol susu, perlengkapan makan atau pun [...]

Review Pisuka Minyak Kayu Putih Plus Qusthul Hindi

Halo Moms, tidak terasa, sudah berjalan hampir 3 tahun pandemi di negeri tercinta ini. Tapi, Alhamdulillah sudah mulai ada vaksinasinya. Apakah [...]

Review Botol Susu Pigeon PPSU Sebagai seorang mam...

Review Botol Susu Pigeon PPSU Sebagai seorang mama eping, botol susu menjadi kebutuhan yang esensial untuk aku dan si kecil, mulai dari si [...]

Berdamai dengan Bosan dan Lelah

Halo moms semua, gimana kabar hari ini? Kalau saya, rasanya sedang bosan dan lelah. Dulu, kalau sedang bosan dan lelah, biasanya saya akan [...]

Telat Vaksin BCG? Oh no!

Telat Vaksin BCG? Oh no! Mommies, sudah familiar kan dengan vaksin BCG (Bacillus Calmette–Guérin)? Vaksin ini digunakan untuk mencegah pe [...]

Cara mengajarkan sikap empati pada anak Kenapa s...

Cara mengajarkan sikap empati pada anak Kenapa sih empati harus diajarkan ke anak? Moms pasti sudah tahu donk ya arti empati itu apa? Yup, [...]

Manajemen ASI Perah : Apakah Ada Metodenya?

ASI Perah atau sering disebut sebagai ASIP sangat dibutuhkan oleh Ibu agar tetap dapat memberikan ASI eksklusif. Tidak hanya untuk working Mom, [...]

Mengapa Aktvitas Skin to Skin Sangat Bermakna?

Istilah Skin to Skin sudah sangat familiar saat ini. Pada awalnya, aktivitas ini dilakukan setelah proses melahirkan. Bayi yang telah dilahirkan [...]

REVIEW : MOMAMI NEW BABY CARE PRODUK yang AMAN UNTUK KULIT DERMATITIS

Memiliki anak dengan sensitifitas kulit yang tinggi sempat membuat aku stres dan bingung, terlebih karena banyak sekali jenis produk yang dijual [...]

4 Jenis MOMAMI NEW BABY CARE Aku senang banget ...

4 Jenis MOMAMI NEW BABY CARE Aku senang banget akhirnya bisa mencoba 4 jenis dari produk terbaru MOMAMI sekarang, karna sudah penasaran [...]

Cuaca yang Tidak Menentu, Waspada Eczema pada si Kecil

Istilah eczema dikenal sebagai dermatitis atopik. Eczema merupakan penyakit kulit yang mengalami peradangan, seperti kulit iritasi, kemerahan, [...]