Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Si Kecil Anak Aktif Atau Hiperaktif? Yuk Cari Tahu Perbedaannya

GROWTH & DEVELOPMENT  |  PARENTING  |  10 Jan '19

Saya memiliki anak usia 19 bulan, dia sangat aktif. Sehingga banyak yang mengatakan bahwa dia adalah anak yang hiperaktif.

Sebenarnya apa sih perbedaan antara anak aktif dan hiperaktif? 

Setelah membaca berbagai macam artikel tentang anak aktif dan hiperaktif, saya sedikit ingin menyimpulkan bagaimana perbedaannya dan solusi untuk menghadapinya.

  • Anak Aktif

Energi yang dimiliki oleh anak sangat banyak yang membuatnya selalu bergerak. Namun jika ia merasa lelah dia akan beristirahat bahkan sampai tertidur. Kemampuan otaknya normal tanpa gangguan.

Dia akan selalu asyik dengan mainannya, tetapi juga dia akan bosan dengan mainan yang kurang menarik dan menantang.

Tetap fokus apabila ada yang memberi penjelasan, ini juga yang memudahkan si Kecil cepat menangkap kosa kata baru dan sering menunjukkan sikap tenang dan dapat diajak ngobrol. 

Anak aktif tidak mudah menangis kecuali jika dia dalam keadaan yang sangat sedih dan kesal.

  • Anak Hiperaktif

Anak hiperaktif memiliki gangguan sistem saraf sehingga sulit untuk berkonsentrasi. Dalam waktu yang lama dia akan terus bermain, bergerak dan berlarian tanpa mengenal rasa lelah. Anak juga memiliki gangguan atau sulit tidur.

Sulit untuk fokus sehingga memiliki pengetahuan rendah karena ia selalu menerima informasi setengah-setengah. Cuek dan tidak mudah untuk diberi tahu.

Tetapi tidak menutup kemungkinan juga jika anak hiperaktif terlahir sebagai anak yang pintar karena intelektualitas bisa dipengaruhi oleh faktor genetik orangtuanya.

Anak hiperaktif cenderung mudah bosan dan merusak mainan dan bahkan membantingnya, sering melakukan hal yang tidak jelas hanya untuk menuruti keinginannya.

Peran orangtua dalam menghadapi anak yang hiperaktif

  1. Perhatikan nutrisinya, perbanyak protein, sayur dan buah. Hindari makanan yang tinggi akan gula, garam, makanan junk food dan penyedap rasa.

  2. Beritahu kepada lingkungan tentang kondisi anak, sehingga lingkungan bisa memahami dan membantu memberikan perlakuan yang baik dan ia akan merasa lebih nyaman.

  3. Ajarkan anak untuk berinteraksi dan memperhatikan orang lain, ajarkan anak untuk berkomunikasi dengan orang lain.

  4. Beri perhatian dan kasih sayang yang lebih

  5. Menggunakan bahasa sederhana agar anak lebih gampang menangkap apa yang kita ajarkan.

  6. Jangan memarahi dan memberi hukuman.

  7. Perhatikan lingkungan bermain agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan.

Pada dasarnya setiap anak memiliki sifat dan karakter masing-masing, tergantung bagaimana kita menyikapinya dan tanpa perlu membanding-bandingkan dengan anak yang lain.

Tetaplah memberi kasih sayang, support, mengawasi anak sehingga anak merasa nyaman dan bahagia berada di samping kita.

Semoga bermanfaat.

By: Tyas Novia Tularsih

Copyright by Babyologist

1555 Tyas Novia Tularsih

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Tertarik Menyekolahkan Anak di Sekolah Alam? Ini Plus Minusnya!

Sekolah alam tentunya berbeda dengan sekolah formal, mulai dari kurikulum, suasana hingga metode pembelajarannya.

Plus Minus Menggunakan White Noise

Tingkah laku si Kecil memang unik-unik ya, Moms? Kadang mengundang gelak tawa, tapi terkadang juga membuat jengkel.

Apa sih Pengaruh Seorang Ayah terhadap Anak?

Bagi semua orang, merawat anak selalu menjadi tanggung jawab bagi para ibu, karena mereka semua berpikir bahwa laki-laki bekerja mencari nafkah [...]

Tips Mengenalkan Alphabet pada Anak

Banyak cara yang dapat digunakan untuk mengenalkan anak pada alphabet dengan cara. Apa saja itu?

Mengajarkan Kedisiplinan Tidur pada Anak

Adakah cara bagaimana agar anak bisa tidur tenang semalaman dan mungkin bisa tidur dan bangun teratur di jam yang sama?

Bermain dengan Stiker Banyak Manfaatnya Lho

Stiker itu bisa jadi alat bermain dan belajar yang menyenangkan dengan anak-anak lho. Apa saja manfaatnya?

Amankah Batita Bermain Pasir?

Apa hal positif dan risiko membiarkan anak bermain pasir?

Kemandirian Anak Muncul Melalui Metode Montessori

Telah banyak yang mengetahui bahwa metode belajar montessori memiliki beragam banyak manfaat bagi anak.

Main di Rumah VS Main di Luar Rumah

Moms kelompok mana? Suka si Kecil main di dalam rumah atau di luar rumah? Yuk simak cerita Mom Fiko berikut ini

Tips agar Anak Bisa Anteng Saat Bermain atau Dibacakan Buku

Moms si Kecil susah sekali duduk anteng saat main dan membaca? Yuk simak tips ala Mom Wahyu untuk mengatasinya

Komunikasi dengan si Bayi Yuk!

Walau belum bisa bicara & mengerti apa yang kita bicarakan, tapi bayi sudah bisa diajak berkomunikasi lho.

Pentingnya Sosialisasi pada Tumbuh Kembang Anak

Penting bagi anak untuk belajar bersosialisasi agar ia mulai belajar memikirkan orang lain selain diri sendiri.

Simak dan Pelajari Cara agar Bayi Tidak Rewel Waktu Mau Tidur

Mengapa si Kecil menjadi rewel setiap kali waktunya tidur dan bagaimana cara mengatasinya?

Ciri Anak Sehat Tidak Dilihat dari Fisiknya Saja

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental juga sangat penting bagi pertumbuhan si Kecil loh Moms!

Montessori Play: DIY Membuat Playdough di Rumah

Metode Montessori bisa Moms terapkan di rumah lho, dengan membuat DIY Playdough untuk si Kecil.

Perlukah Memakai Pagar Bayi?

Baby fence lagi happening banget ya Moms. Tapi, sebenarnya seberapa perlu sih penggunaan pagar bayi ini?

Mengenalkan Berenang Sejak Dini

Berenang sejak dini banyak sekali manfaatnya lho Moms, bukan hanya untuk anak tapi untuk orangtua juga

Tips agar si Kecil Tidak Bosan dengan Mainannya

Beberapa anak memiliki kecenderungan cepat bosan dengan mainannya. Bagaimana mencegahnya agar tidak bosan?

Stimulasi Bayi 1 Bulan dengan 5 Jenis Mainan Ini

Permainan apa saja yang bagus untuk stimulasi si Kecil yang berusia 1 bulan?

Bermain Corat Coret Seru dengan si Kecil

Kegiatan apa yang bisa dilakukan di rumah dengan si Kecil tapi juga bisa membantu tumbuh kembangnya?