Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Sharing Penerapan Time Out pada Anak Usia Di Bawah 2 Tahun

MY STORY  |  PARENTING  |  TODDLER  |  15 Jul '19


Kali ini saya mau share sedikit tentang pengalaman saya mengenai "Time Out" yang saya terapkan. Jujur saya mengenal konsep time out dari salah satu program atau acara TV di Amerika dan korea dimana orangtua sering menerapkan konsep tersebut apabila anak mereka melakukan kesalahan. Nah hanya bermodalkan acara tv tersebut saya menerapkan pada anak saya.

Sebagai informasi, usia anak saya adalah 15 bulan. Saat ini anak saya sudah bisa meluapkan emosinya akan sesuatu, misalkan ketika dia tidak diizinkan untuk melakukan sesuatu atau memegang benda yang kita anggap berbahaya pasti dia menangis atau kadang memberontak. Disaat seperti ini terkadang saya merasa harus menerapkan konsep time out.

Namun setelah mencari dan menggali informasi ternyata banyak sekali konsep dan peraturan yang harus dimengerti sebelum menerapkan ini apalagi di usia anak yang baru berusia 15 bulan. Pasti muncul pertanyaan, apakah anak usia 15 bulan paham ? Apa yang harus dilakukan saat menerapkan konsep ini pada anak usia 15 bulan ?

Ok, kali ini saya mau share dulu sedikit buat moms yang mau menerapkan konsep ini.

"Time Out" bukan sebagai hukuman buat anak. Time out adalah teknik mengajarkan anak untuk mengendalikan diri dan menenangkan diri sendiri. Selain itu, tujuan utama mengajarkan anak apa saja perilaku yang boleh dan tidak boleh.

Lalu pertanyaannya apakah anak usia 12-24 bulan bisa menerapkan time out ?

Dari artikel yang saya baca, dimana dikatakan bahwa sah-sah saja bagi anak yang berusia lebih muda dari 1 tahun untuk menerima time out namun menjadikannya sebagai metode akhir dikarenakan mereka dianggap belum memiliki kemampuan yang cukup dalam berlogika sehingga perintah time out sendiri tidak bisa efektif.

Jika kita sebagai orang tua ingin metode ini berhasil pada anak, maka sangatlah penting agar segera bertindak ketika anak kita mulai menunjukkan tanda-tanda rewel. Lalu katakan padanya untuk duduk diam selama beberapa saat. Kalau bisa diam, maka berikan reaksi positif seperti pujian atau belaian penuh kasih sayang. Perlu dicatat bahwa hanya boleh menggunakan metode ini pada saat-saat yang memang diperlukan. Jangan ketika anak melakukan sedikit kesalahan saja maka langsung dihukum.

Saat menerapkan time out sebaiknya kita menemaninya, mengingat anak masih berusia dibawah 24 bulan. Namun tetap dalam keadaan diam untuk menunjukkan bahwa anak telah melakukan sesuatu yang dilarang.

Nah apabila dengan cara time out tidak berhasil merubah menjadi penurut, jangan terlalu terburu-buru kecewa dan berkecil hati ya :). Jangan menyerah dan berusaha untuk konsisten dalam menerapkannya.

Good Luck Parents!

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

2726 Mega Oe

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Terrible Two or Terrific Two, Yang Mana Yang Cocok untuk si Kecil?

Si Kecil sering tantrum? Tenang Moms, you're not alone. Yuk simak cerita berikut ini.

Tips & Tricks Potty Training Ala Mama Alby

Moms sedang mempersiapkan si Kecil untuk potty training? Simak tips dan trik berikut ini ya.

Proses Menyapih si Kecil Serta Berbagai Persiapannya Part 2

Yuk simak lanjutan cerita Mom Risya berikut ini tentang proses menyapih.

Kapan Sebaiknya Mengajak Si Kecil Gowes?

Mengajak anak gowes, sebaiknya dimulai sejak usia berapa? Kami pun berusaha mencari informasi sebanyak mungkin untuk memenuhi kualifikasi tersebut.

Yuk, Moms, Cegah Stunting Sejak Si Kecil dalam Kandungan!

Stunting adalah gangguan pertumbuhan yang harus diatasi sejak dini. Simak penyebab, dampak, dan cara mengatasi stunting pada anak berikut ini.

Belajar Mengenal Angka dengan Tempelan Kulkas

Saya sedang mengajari Stacy untuk mengenal bentuk angka-angka. Namun, saya ingin mengajarinya sambil bermain sehingga Stacy senang dan [...]

Mari Menjalani Fase Teribble Two dengan Bahagia

Keputusan menjadi orang tua dibutuhkan sebuah komitmen yang kuat dan bukan perkara yang mudah.

Bagaimana agar si Kakak Tidak Cemburu pada Adiknya

Pertanyaan ini sering muncul di hati saya sejak saya mengandung anak ke 2. Moms and Dads juga mengalami yang sama? Yuk simak berikut ini.

Role Model Terbaik Adalah Ayahku

Proses mengandung, melahirkan dan membesarkan buah hati tidak hanya menjadi tugas ibu lho Moms!

Menghadapi Tantrum Anak Usia 14 Bulan

Tantrum, sebuah momok yang sudah tidak asing di telinga orang tua.

Tips agar Anak Tidak Menjadi Pelaku Bullying

Beberapa saat yang lalu warganet dikejutkan dengan kabar meninggalnya artis K-Pop yang bunuh diri karena depresi

Tips Memilih Tontonan Anak

Peran kita sebagai orangtua dalam memberikan hiburan pada si Kecil sangat penting loh Moms

Meningkatkan Bonding antara Ayah dan si Kecil saat LDM

Long Distance Marriage adalah sebuah istilah yang dibuat untuk pasutri yang menjalani pernikahan jarak jauh.

Mengatasi Rasa Cemburu Kakak Terhadap Adik Barunya

Saya ingin sharing tentang pengalaman menjadi Mom of two, karena tanggal 2 November lalu saya melahirkan anak kedua.

Disiplin saat Masih Balita, Pentingkah?

Saat menjadi ibu, naluri & pemikiran saya berkembang, naluri melindungi, menyayangi dsb yang menyangkut anak saya.

Tips Mengajarkan Kakak Menyayangi Adiknya Sejak di Dalam Perut

Walau Daud masih kecil banget & belom ngerti apa itu adik, aku berusaha banget untuk kasih tau dia dari sekarang

Berbagai Aktivitas Agar si Kecil Betah di Dalam Pesawat

Aktivitas berikut ini bisa moms coba agar si Kecil betah di dalam pesawat lho

Punya Dua Balita, Moms Harus Siap Jadi 'Super Mom'

Saya memiliki 2 balita dengan jarak yang cukup dekat, saya jaga & besarkan sendiri tanpa bantuan nanny atau orang tua.

Saat si Kecil Bertanya: Kenapa Bunda Bisa Hamil?

Moms, pasti pernah ya berada dalam momen seperti itu. Atau si Kecil bertanya, aku lahir dari mana sih Bunda?

Orangtua Selalu Membandingkan Anak, Ini Dampak Negatifnya!

Pernahkah di antara kita sebagai orang tua membandingkan anak sendiri dengan anak orang lain atau antar saudaranya?