Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Sering Menjatuhkan Sesuatu Tanpa Sengaja? Waspada Gejala Sindrom Carpal Tunnel!

HEALTH TIPS  |  OTHERS  |  08 Jul '19


Sindrom Carpal Tunnel tidak ada hubungannya dengan terowongan kapal. Sindrom ini terjadi apabila "terowongan" antara tulang dan ligamen di pergelangan tangan menyempit. Kondisi ini mencubit saraf dan menyebabkan mati rasa di tangan seseorang, terutama di ibu jari dan tiga jari pertama. Seseorang dengan sindrom carpal tunnel mungkin mengalami kesulitan mengetik di komputer atau bermain video game. Menurut penelitian, gerakan berulang-ulang dari kedua aktivitas tersebut mungkin bisa menjadi penyebab sindrom ini.

Penyebab Sindrom Carpal Tunnel

Sindrom Carpal Tunnel disebabkan oleh tekanan pada saraf median. Saraf ini memberikan sensasi pada sisi telapak jempol dan jari kecuali jari kelingking. Ini juga memberikan sinyal saraf untuk menggerakkan otot-otot di sekitar pangkal ibu jari.

Apa pun yang meremas atau mengiritasi saraf median di "terowongan" antara tulang dan ligamen di pergelangan tangan tersebut menyebabkan sindrom Carpal Tunnel, misalnya pembengkakan atau peradangan akibat rheumatoid arthritis. Sindrom ini tidak disebabkan oleh satu sebab saja melainkan kontribusi dari beberapa penyebab.

Orang yang berisiko lebih tinggi daripada lainnya untuk memiliki sindrom Carpal Tunnel adalah:

• Orang dengan kondisi anatomi tertentu seperti retak atau dislokasi pergelangan tangan, arthtritis yang membuat tulang-tulang kecil di pergelangan tangan berubah bentuk, dan orang dengan "terowongan" lebih kecil daripada normal.

• Wanita cenderung lebih mudah terkena sindrom Carpal Tunnel daripada pria karena "terowongan" antara tulang dan ligamen pergelangan tangan relatif lebih kecil daripada pria.

• Kondisi yang memengaruhi saraf, beberapa penyakit kronis, seperti diabetes, meningkatkan risiko kerusakan saraf termasuk saraf median.

• Beberapa kondisi kesehatan seperti obesitas, menopause, gangguan tiroid, dan gagal ginjal.

• Perubahan dalam keseimbangan cairan tubuh. Ini umum terjadi pada wanita hamil dan menopause. Sindrom Carpal Tunnel yang terjadi saat hamil biasanya akan sembuh dengan sendirinya setelah melahirkan.

• Faktor lingkungan kerja seperti bekerja dengan alat-alat yang mengeluarkan getaran, merakit sesuatu yang membutuhkan gerakan pergelangan tangan berulang-ulang dapat menciptakan tekanan berbahaya pada saraf median atau memperburuk kerusakan tangan yang ada. Meski demikian, belum dipastikan apakah ada hubungan langsung antara penggunaan komputer dengan sindrom Carpal Tunnel.

Gejala sindrom Carpal Tunnel

Sindrom ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan secara bertahap. Pada mulanya, penderita mungkin hanya merasakan kesemutan atau mati rasa di ibu jari, telunjuk, dan jari tengah yang datang dan pergi. Pergelangan tangan dan telapak tangan penderita juga akan merasa tidak nyaman. Gejala-gejala lain yang umum terjadi pada penderita sindrom Carpal Tunnel adalah:

• Kesemutan atau mati rasa di ibu jari dan telunjuk. Jari tengah dan/atau jari manis juga dapat merasakan hal ini, tetapi bukan jari kelingking. Terkadang, ada sensasi seperti terkena sengatan listrik di jari-jari tersebut. Sensasi ini dapat menyebar dari pergelangan tangan ke lengan. Gejala ini sering terjadi saat penderita memegang sesuatu seperti setir, telepon, atau koran. Di tingkat yang cukup parah, sensasi tersengat ini dapat membangunkan penderitanya dari tidur.

• Sering menjatuhkan benda karena tangan merasa tiba-tiba tidak kuat membawanya. Ini mungkin terjadi karena mati rasa di tangan atau kelemahan otot jempol ibu jari yang juga dikendalikan oleh saraf median.

Kapan pergi ke dokter?

Segera periksakan diri ke dokter apabila tanda dan gejala sindrom Carpal Tunnel muncul terus-menerus dan mengganggu aktivitas normal serta pola tidur. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini akan merusak saraf dan otot.

Perawatan sindrom Carpal Tunnel

Setelah didiagnosis oleh dokter, penderita sindrom Carpal Tunnel dapat menjalani terapi pengobatan atau operasi. Terapi non-bedah bisa meliputi belat pergelangan tangan, obat anti inflamasi nonsteroid, dan kortikosteroid. Sementara itu, pembedahan mungkin dilakukan jika gejala parah atau tidak sembuh setelah menjalani perawatan lainnya. Operasi dilakukan untuk menghilangkan tekanan dengan memotong ligamen yang menekan saraf median. Operasi dapat dilakukan dengan metode endoskopi atau operasi terbuka.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

224 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Mengatasi Anak Overweight dan Underweight

Seperti apa ciri anak kelebihan dan kekurangan berat badan? Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Sindrom Brugada: Gangguan Serius Terkait Irama Jantung

Sindrom Brugada merupakan gangguan irama jantung yang berpotensi mengancam jiwa.

Cara Mengobati Sifilis pada Wanita

Sifilis bisa menyerang siapa saja baik tua, muda, wanita, pria hingga anak-anak. Berikut penanganannya.

Mengenal 3 Gejala Diabetes yang Hanya Dialami Wanita

Khusus pada wanita, ada setidaknya tiga gejala diabetes yang perlu diketahui. Apa saja gejala tersebut?

Hal Berikut Perlu Diperhatikan Penderita Asma Sebelum Memutuskan Hamil

Apakah Moms memiliki riwayat asma? Jika ingin mencoba memiliki keturunan disarankan konsultasi terlebih dahulu.

Daftar Gejala Kanker Rahim yang Harus Moms Waspadai

Meskipun penyebab pastinya tidak diketahui, ada beberapa faktor yang menyebabkan risiko kanker rahim meningkat.

Cara Paling Efektif Memperlancar Haid yang Tidak Teratur

Untuk mengatasi haid yang tidak teratur, Moms bisa mempraktikkan cara paling efektif untuk memperlancar haid berikut ini.

10 Tips Merawat Diri Setelah Melahirkan

Apakah Moms sudah merawat diri pasca kelahiran si Kecil? Hal tersebut dapat mengurangi beberapa penykit loh!

Moms, Perhatikan Tanda dan Gejala Hipertensi Berikut!

Hampir sepertiga orang di dunia memiliki tekanan darah tinggi. Namun, gejalanya terkadang tidak tampak.

Cara Merawat Anak yang Berpuasa

Saat merawat si Kecil yang sedang berpuasa, Moms harus mengingat hal-hal berikut ini.

Serba-serbi Kanker Serviks: Definisi, Gejala, Diagnosis, Pencegahan & Pengobatan

Kanker serviks terjadi ketika sel-sel abnormal di lapisan serviks tumbuh dengan cara yang tidak terkontrol.

Waspada, Moms! Ini Gejala Sakit Tipes pada Anak

Penyakit tipes merupakan penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi juga anak-anak.

5 Gaya Hidup Berikut Pengaruhi Kesuburan Pria

Gaya hidup ini termasuk apa yang dimakan dan diminum hingga aktivitas sehari-hari.

Premarital Check Up: Apa Saja Fungsinya dan Mengapa Penting?

Mari kita simak 9 tes penting sebelum nikah dengan alasan mengapa masing-masing pemeriksaan perlu dilakukan.

Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Perut Kembung & Mencret pada Anak

Yuk Moms, mari kita kenali penyebab dan gejala perut kembung & mencret yang dialami bayi beserta cara mengatasinya!

Gejala, Penyebab dan Penanganan Defisiensi Kalsium pada Bayi

Tidak hanya orang dewasa yang dapat kekurangan kalsium. Ternyata bayi juga bisa kekurangan kalsium lho Moms!

Interaksi Asam Folat dengan Zat Lain

Jika Moms sedang mengonsumsi obat asam folat, sebaiknya hindari interaksi dengan beberapa zat berikut ini.

Anak Bisa Tertular Sakit Tanpa Kontak Langsung?

Anak bisa tertular penyakit tanpa kontak fisik langsung lho Moms. Lalu bagaimana penularannya?

Cara Ampuh Merawat Gigi si Kecil

Kapan harus mulai menyikat gigi bayi? Perlukah membeli sikat gigi bayi? Pasta gigi jenis apa yang terbaik?

Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Memijat Bayi

Sebelum memijat si Kecil, sebaiknya Moms menyiapkan dulu beberapa perlengkapan pijat bayi ini.