Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Serba-serbi Kanker Serviks: Definisi, Gejala, Diagnosis, Pencegahan & Pengobatan

HEALTH TIPS  |  OTHERS  |  27 May '19


Pengertian kanker serviks

Kanker serviks terjadi ketika sel-sel abnormal di lapisan serviks tumbuh dengan cara yang tidak terkontrol. Serviks (leher rahim) adalah bagian dari sistem reproduksi wanita dan berada di bagian bawah rahim. Serviks adalah lubang ke vagina dari rahim.

Gejala kanker serviks

Wanita dengan kanker serviks dini dan pra-kanker biasanya tidak memiliki gejala. Gejala sering tidak dirasakan hingga kanker menjadi invasif dan tumbuh ke jaringan terdekat. Ketika ini terjadi, gejala kanker serviks paling umum adalah sbb:

1. Pendarahan vagina yang tidak normal, seperti pendarahan setelah hubungan seks vaginal, pendarahan setelah menopause, pendarahan dan bercak di antara periode menstruasi, dan mengalami menstruasi yang lebih lama atau lebih berat daripada biasanya. Pendarahan setelah douching atau setelah pemeriksaan panggul juga dapat terjadi.

Gejala kanker serviks paling umum adalah perdarahan dari vagina pada saat-saat selain saat Moms sedang menstruasi. Moms mungkin mengalami pendarahan antar periode menstruasi, selama atau setelah berhubungan seks, atau kapan saja setelah menopause.

Pendarahan setelah berhubungan seks belum tentu merupakan tanda kanker serviks. Ini sering disebabkan oleh erosi serviks atau ektropion. Erosi serviks terjadi ketika sel-sel yang normalnya berada di dalam kanal serviks (sel kelenjar) dapat dilihat pada permukaan luar serviks. Ini biasa terjadi pada gadis-gadis berusia muda, selama masa kehamilan, dan pada wanita yang menggunakan pil kontrasepsi. Ini terjadi karena perubahan kadar hormon. Seks bisa membuat serviks mulai berdarah.

Erosi serviks sering kali tidak ada hubungannya dengan kanker. Kondisi ini tidak berbahaya dan sering hilang dengan sendirinya atau dengan mengubah kontrasepsi. Namun, terkadang kondisi ini perlu perawatan. Dokter akan membekukan daerah yang terdampak di bawah anestesi lokal.

2. Rasa sakit atau ketidaknyamanan saat berhubungan seks

Beberapa wanita mengalami ketidaknyamanan atau rasa sakit saat berhubungan seks. Ini disebut dispareunia. Ada banyak kondisi lain yang dapat menyebabkan gejala ini. Akan tetapi, Moms harus segera memeriksakan diri ke dokter jika Moms merasakan gejala ini.

3. Keputihan yang tidak biasa dari vagina. Keputihan tersebut mungkin mengandung darah atau dapat terjadi di antara menstruasi atau setelah menopause.

4. Nyeri di daerah antara tulang pinggul (panggul)

Diagnosis kanker serviks

Langkah pertama dalam menemukan seorang pasien terkena kanker serviks sering kali bermula dari hasil tes Pap yang abnormal. Dokter atau ginekolog dapat melakukan tes yang diperlukan untuk mendiagnosis pra-kanker dan kanker serta mungkin juga dapat mengobati pra-kanker. Jika ada diagnosis kanker invasif, dokter harus merujuk Moms ke dokter ahli kanker kandungan, yaitu seorang dokter yang mempunyai spesialisasi dalam kanker sistem reproduksi wanita.

Tes untuk wanita dengan gejala kanker serviks atau hasil tes Pap abnormal meliputi:

  • Riwayat medis dan pemeriksaan fisik
  • Kolposkopi
  • Biopsi serviks
  • Biopsi kolposkopi
  • Kuretase endoserviks
  • Biopsi kerucut

Tes diagnostik untuk wanita dengan kanker serviks

Jika biopsi menunjukkan adanya kanker, dokter mungkin akan memerintahkan tes tertentu untuk mengetahui seberapa jauh kanker telah menyebar. Keputusan untuk menggunakan tes yang akan disebutkan di bahwa ini berdasarkan pada hasil pemeriksaan fisik dan biopsi.

  • Sistoskopi, proktoskopi, dan pemeriksaan di bawah anestesi
  • Studi pencitraan
  • Rontgen dada
  • Computed tomography (CT)
  • Magnetic resonance imaging (MRI)
  • Urografi intravena
  • Positron emission tomography (PET scan)

Pencegahan kanker serviks

Para ahli belum mampu merumuskan cara mencegah kanker serviks secara sempurna. Akan tetapi, beberapa kiat berikut dapat Moms terapkan untuk mengurangi risiko terkena kanker serviks:

1. Mempraktikkan seks aman (safe sex)

Kasus kanker serviks sebagian besar terkait dengan infeksi human papiloma virus (HPV). Virus tersebut dapat menyebar melalui hubungan seks yang tidak aman, termasuk di antaranya bergonta-ganti pasangan, melakukan seks di usia dini, menggunakan alat bantu seks secara bergantian, dan adanya kontak kulit ke kulit di daerah genital.

2. Tidak merokok dan menghindari paparan asap rokok

Merokok dapat menyebabkan seseorang tidak dapat melawan infeksi HPV. Selain itu, kebiasaan merokok juga sudah terbukti membahayakan baik bagi diri sendiri maupun lingkungan.

3. Menjalani skrining serviks atau pap smear

Pap smear dapat mengidentifikasi perubahan pada sel-sel leher rahim tahap awal. Wanita berusia 25-49 tahun disarankan untuk melakukan pap smear setiap tiga tahun sekali. Sementara itu, wanita berusia 50-64 tahun disarankan melalukan pap smear setiap setahun sekali. Wanita di atas 65 tahun juga wajib melakukan pap smear jika sejak usia 50 tahun belum menjalani pap smear.

4. Menjalani pemeriksaan HPV DNA Test

Pemeriksaan tersebut dapat mengetahui ada tidaknya virus HPV dalam tubuh. Wanita berusia 30 tahun ke atas disarankan untuk menjalani tes ini.

5. Melakukan vaksinasi kanker serviks

Vaksin kanker serviks disarankan untuk diberikan pada perempuan usia 12-13 tahun dan diulangi lagi setiap enam bulan sebanyak tiga kali pemberian.

Pengobatan kanker serviks

Tergantung kondisi pasien dan tahap kanker serviks, ada berbagai jenis perawatan untuk pasien dengan kanker serviks. Lima jenis perawatan standar yang digunakan adalah operasi, terapi radiasi, kemoterapi, terapi yang ditargetkan, dan imunoterapi.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1048 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Sering Menjatuhkan Sesuatu Tanpa Sengaja? Waspada Gejala Sindrom Carpal Tunnel!

Seseorang dengan sindrom carpal tunnel mungkin mengalami kesulitan mengetik di komputer atau bermain game.

Mengatasi Anak Overweight dan Underweight

Seperti apa ciri anak kelebihan dan kekurangan berat badan? Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Sindrom Brugada: Gangguan Serius Terkait Irama Jantung

Sindrom Brugada merupakan gangguan irama jantung yang berpotensi mengancam jiwa.

Cara Mengobati Sifilis pada Wanita

Sifilis bisa menyerang siapa saja baik tua, muda, wanita, pria hingga anak-anak. Berikut penanganannya.

Mengenal 3 Gejala Diabetes yang Hanya Dialami Wanita

Khusus pada wanita, ada setidaknya tiga gejala diabetes yang perlu diketahui. Apa saja gejala tersebut?

Hal Berikut Perlu Diperhatikan Penderita Asma Sebelum Memutuskan Hamil

Apakah Moms memiliki riwayat asma? Jika ingin mencoba memiliki keturunan disarankan konsultasi terlebih dahulu.

Daftar Gejala Kanker Rahim yang Harus Moms Waspadai

Meskipun penyebab pastinya tidak diketahui, ada beberapa faktor yang menyebabkan risiko kanker rahim meningkat.

Cara Paling Efektif Memperlancar Haid yang Tidak Teratur

Untuk mengatasi haid yang tidak teratur, Moms bisa mempraktikkan cara paling efektif untuk memperlancar haid berikut ini.

10 Tips Merawat Diri Setelah Melahirkan

Apakah Moms sudah merawat diri pasca kelahiran si Kecil? Hal tersebut dapat mengurangi beberapa penykit loh!

Moms, Perhatikan Tanda dan Gejala Hipertensi Berikut!

Hampir sepertiga orang di dunia memiliki tekanan darah tinggi. Namun, gejalanya terkadang tidak tampak.

Cara Merawat Anak yang Berpuasa

Saat merawat si Kecil yang sedang berpuasa, Moms harus mengingat hal-hal berikut ini.

Waspada, Moms! Ini Gejala Sakit Tipes pada Anak

Penyakit tipes merupakan penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi juga anak-anak.

5 Gaya Hidup Berikut Pengaruhi Kesuburan Pria

Gaya hidup ini termasuk apa yang dimakan dan diminum hingga aktivitas sehari-hari.

Premarital Check Up: Apa Saja Fungsinya dan Mengapa Penting?

Mari kita simak 9 tes penting sebelum nikah dengan alasan mengapa masing-masing pemeriksaan perlu dilakukan.

Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Perut Kembung & Mencret pada Anak

Yuk Moms, mari kita kenali penyebab dan gejala perut kembung & mencret yang dialami bayi beserta cara mengatasinya!

Gejala, Penyebab dan Penanganan Defisiensi Kalsium pada Bayi

Tidak hanya orang dewasa yang dapat kekurangan kalsium. Ternyata bayi juga bisa kekurangan kalsium lho Moms!

Interaksi Asam Folat dengan Zat Lain

Jika Moms sedang mengonsumsi obat asam folat, sebaiknya hindari interaksi dengan beberapa zat berikut ini.

Anak Bisa Tertular Sakit Tanpa Kontak Langsung?

Anak bisa tertular penyakit tanpa kontak fisik langsung lho Moms. Lalu bagaimana penularannya?

Cara Ampuh Merawat Gigi si Kecil

Kapan harus mulai menyikat gigi bayi? Perlukah membeli sikat gigi bayi? Pasta gigi jenis apa yang terbaik?

Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Memijat Bayi

Sebelum memijat si Kecil, sebaiknya Moms menyiapkan dulu beberapa perlengkapan pijat bayi ini.