Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Seputar Pro Kontra Pemberian Gula Garam Pada MPASI

BABY  |  21 May '18


Sebagai Member HHBF (Homemade Healthy Baby Food), Mom pasti pasti masih ingat kalau pemberian gula dan garam benar-benar sangat dianjurkan untuk ditunda hingga minimal anak berusia 1 tahun. Namun, tidak sedikit juga yang mempertanyakan anjuran tersebut.

Muncul banyak pertanyaan seperti, darimana sumber yang mengatakan MPASI tidak dianjurkan diberikan tambahan gula ataupun garam? Bukannya WHO tidak melarang adanya pemberian gula ataupun garam? DSA saya juga mengatakan pada MPASI boleh untuk ditambahkan gula ataupun garam dengan takaran sedikit.

Berikut beberapa hal yang mau saya bagikan terkait pemberian gula dan garam dalam MPASI ya Moms.

Garam

  • WHO memang tidak menyebutkkan MPASI harus ataupun tanpa adanya pemberian garam dan gula
  • Rekomendasi WHO adalah intake garam pada usia dewasa (≥16 tahun) dianjurkan cukup 5g per hari.
  • National Health Service merekomendasikan asupan maksimal garam pada bayi (0-12 bulan) adalah <1g/hari (setara dg <0,4 g natrium) sedangkan pada anak 1-3 tahun adalah 2g/hari (setara 0,8 g natrium)
  • Konsumsi garam berlebihan pada bayi bisa mempeberat kerja ginjal.
  • Pada bayi, studi menggunakan larutan akua menunjukkan bahwa preferensi rasa asin memang sudah muncul sekitar usia 4 bulan dan menetap sampai usia 2 tahun (Level of Evidence 2b)

Gula

  • WHO merekomendasikan batas asupan gula untuk dewasa sebesar 25g/hari. (±5 sdt)
  • Penambahan gula mengacu pada Codex Stan 064-1981, Codex Standard for Processed Cereal-Based Foods for Infants and Young Children, yaitu sereal berprotein tinggi yang harus disiapkan dengan air atau cairan tanpa protein, maka penambahan sukrosa atau glukosa tidak boleh melebihi 5 g/100 kkal, sedangkan penambahan fruktosa tidak boleh melebihi 2,5 g/100 kkal.
  • Kebutuhan gula pada bayi, sebenarnya sudah bisa tercukup dari ASI dan bahan makanan alami.

Lantas, bagaimana?

Tidak menutup kenyataan, DSAnya Kinan pun saat mama Kin tanyakan tentang gula dan garam, jawabannya boleh tapi sedikit. Sayangnya banyak kerancuan dalam memaknai kata "sedikit".


Menurusaya pribadi, penambahan garam atau
gula jika benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan bayi di atas, maka tidak akan merubah rasa masakan secara signifikan. Bicara soal rasa masakan, lidah bayi yang masih perawan pun tidak bisa disamakan dengan lidah orang dewasa. Contohnya sendiri dari Kinan, sejak awal MPASI yang benar-benar saya terapkan tidak ada gula atau garam, dia tetep lahap makan sampai suatu hari, saya, Kinan makan masakan yang sudah ada tambahan garam. Alhasil dia jadi susah makan, pilih-pilih makanan, dan benar-benar butuh waktu yang cukup lama untuk mengembalikan preferensi perasanya untuk makan makanan biasa lagi.

Ternyata hal
ini juga dialami oleh banyak Moms di HHBF, kebanyakan anak-anak yang diterapkan tidak ada gula atau garam saat MPASI menjadi tidak pilih-pilih makanan. DSA Kinan sendiri pun sebenarnya juga mengatakan bahwa makanan manis justru bisa menyebabkan anak jadi susah makan.

Semoga bermanfaat.

By: Irma Sari Fitriana

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

2514 Irma Sari Fitriana

Comments

BACA JUGA:

Related Stories