Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Seputar Imunisasi Campak

HEALTH TIPS  |  13 Apr '18


Imunisasi campak merupakan proses pemasukkan virus yang sudah di lemahkan sebelumnya dan kemudian di masukkan ke dalam tubuh. Sama halnya dengan jenis imunisasi lainnya, bahwa imunisasi campak juga merupakan cara ampuh untuk mencegah munculnya penyakit terutama penyakit campak.  Maka dari itu, manfaat dari imunisasi campak itu sendiri sangatlah penting untuk bayi, karena campak sendiri bisa menular dengan sangat mudahnya.

Sesuai dengan rekomendasi dari IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia, bahwa jadwal pemberian imunisasi campak yang baik dan benar yiatu dilakukan atau di berikan sebanyak 3 kali. Untuk imunisasi campak yang pertama umumnya di lakukan ketika bayi berusia 9 bulan, kemudian dilanjutkan pada usia 24 bulan dan terakhir pada usia 7 tahun sekitaran kelas 1 hingga 6 SD. Bagi anak-anak yang memang belum pernah memperoleh imunisasi campak ini, maka tetap bisa di berikan dan dosisnya tergantung dengan usianya saat ini. Jika Si Kecil sudah berusia 9 hingga 12 bulan, maka Anda bisa memberikannya kapanpun ketika jadwal memungkinkan. Jika Si Kecil sudah berusia lebih dari 1 tahun, maka bisa diberikan MMR.

Penting untuk di ketahui, bahwa di dalam MMR ini terdapat beberapa jenis vaksin yang bermanfaat, diantaranya adalah vaksin campak, mumps, dan juga rubella. Dan biasanya jenis vaksin ini di berikan ketika anak-anak berusia 15 hingga 18 bulan dengan jarak minimal imunisasi yang di lakukan yaitu sekitar 6 bulan saja. Sebaiknya jenis vaksin ini di berikan ketika Si Kecil berada di kondisi kesehatan yang stabil atau dalam kata lain Si Kecil dalam keadaan sehat. Apabila di usia 15 bulan Si Kecil sudah memperoleh vaksin MMR, maka di usia 24 bulan Si Kecil tidak dianjurkan untuk kembali memperoleh vaksin campak, namun yang harus di ikuti adalah jadwal pemberian MMR.

Cara pemberian imunisasi campak :

  • Sebelum Si Kecil melakukan suntikan vaksin campak, sebaiknya vaksin campak di larutkan terlebih dahulu dengan pelarut yang memang sudah di sediakan dalam bentuk kemasan.
  • Vaksin atau imunisasi campak sendiri umumnya di berikan kepada bayi dengan dosis sekitar 0,5 ml dan di suntikan di bagian lengan atas Si Kecil.

Efek Samping Imunisasi Campak :

  • Ada sekitar 5-15% bayi yang sudah mendapatkan imunisasi campak mengalami demam ringan serta adanya kemerahan di bagian tempat penyuntikkan, dan kondisi ini umumnya berlangsung selama 3 hari.
  • Terjadi infeksi di bagian tempat penyuntikkan dan hal ini bisa terjadi jika jarum yang di gunakan untuk melakukan suntikan serta sumpit yang di gunakan tidak di sterilkan dengan baik.
  • Biasanya anak juga akan mengalami demam, flu yang disertai dengan batu, dan kondisi ini umumnya terjadi setelah 1 minggu proses penyuntikkan vaksin.
  • Si kecil juga akan mengalami rasa nyeri atau linu yang ringan dan akan terjadi selama 24 jam setelah proses imunisasi.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

758 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Kenali Gejala Dan Penanganan Anemia Pada Si Kecil

Apa gejala anemia pada si Kecil? Apa yang harus dilakukan jika si Kecil terkena anemia?

Hal-Hal Sederhana Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Ala Mom Risny

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keluarganya dari virus Corona.

What is Eczema?

What is Eczema?

Perhatikan Hal Berikut untuk Mencegah Virus Corona

Maraknya virus corona banyak membuat orang tua panik. Simak tips berikut agar si Kecil terhindar dari virus ini yuk Moms and Dads!

Penting untuk Diperhatikan Pasca Persalinan

Momen setelah bersalin tentu membahagiakan ya Moms and Dads. Tapi ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan loh! Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker untuk Si Kecil Demi Mencegah Coronavirus

Mengenakan masker merupakan salah satu cara pencegahan si Kecil tertular virus Corona. Tapi bagaimana jika si Kecil menolak masker?

Mengatasi Sinusitis Pada Balita

Pernah mendengar balita terkena sinusitis? Apa tandanya? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak berikut ini!

Pengalamanku Alami Wasir Stadium 3 Pasca Melahirkan

Wasir setelah melahirkan? Pasti ga nyaman ya Moms. Yuk simak cerita berikut ini.

Mengenal Kulit Bayi dan Cara Menjaganya

Atopic dermatitis adalah kelainan kulit kronis yang menyerang 15-20% anak-anak serta 3% orang dewasa.

Cara Membuat Mosquito Spray Repellent dengan Variasi Essential Oil

Salah satu fungsi minyak esensial adalah dapat digunakan sebagai anti nyamuk. Bagaimana cara membuatnya?

Apakah Suntik TT Aman? Bagaimana Jika Tidak Suntik TT Sebelum Menikah?

Vaksin TT akan membantu dalam pencegahan tetanus dan sangat diperlukan bagi calon pengantin.

Sindrom Marfan: Kelainan Genetik pada Jaringan Ikat Manusia

Kelainan genetik pada jaringan ikat ini paling umum memengaruhi mata, pembuluh darah, tulang & jantung.

Mengenal Gejala Sindrom Bipolar, Gangguan Kepribadian Ganda Serius

Sindrom bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem dan fluktuasi tinggi.

Mengenal Sindrom Behcet, Kelainan Langka yang Menyerang Pembuluh Darah

Sindrom Behcet merupakan kelainan langka yang menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuh mengalami peradangan.

Sindrom Asherman, Sindrom Langka yang Pengaruhi Menstruasi

Apa itu sindrom asherman yang mempengaruhi menstruasi pada wanita? Yuk kenali lebih dekat sindrom langka ini

Campak Jerman Pada Busui Apakah Berbahaya?

Campak jerman atau yang dikenal dengan campak 3 hari, sebenarnya berbeda dengan campak pada umumnya loh Moms.

Sindrom Klinefelter dan Dampaknya Terhadap Kesuburan Pria

Sindrom Klinefelter adalah kondisi genetik yang cukup umum ditemukan hanya pada pria. Bagimana dampaknya pada kesuburan?

9 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Harus Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda dan gejala awal dari kondisi kronis ini sangat perlu agar penderita dapat segera dirawat.

Pengertian, Penyebab dan Gejala Penyakit Kista

Benjolan berbentuk kantung yang dapat muncul di mana saja di tubuh ini dapat dialami oleh semua kalangan usia.

Ini 4 Gejala Penyakit Kanker Payudara yang Dapat Langsung Moms Kenali

Kanker payudara adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh ketidaknormalan pertumbuhan sel-sel di payudara.