Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Seperti Apa Tanda-Tanda Kontraksi Itu?

PREGNANCY  |  30 Nov '18


Kontraksi dapat berbeda-beda tergantung dari beberapa faktor. Posisi si Kecil dalam kandungan, kesukaran pada saat bersalin, dan bagaimana perasaan Moms secara fisik dan emosional pada saat itu dapat menjadi faktor penentunya. Lingkungan tempat Moms melahirkan dan baik-tidaknya dukungan selama proses persalinan Moms juga akan berperan dalam perihal kontraksi.

Setiap perempuan memiliki pengalaman masa persalinan berbeda-beda. Akan tetapi, kebanyakan calon ibu setuju bahwa kontraksi terasa lebih kuat saat persalinan berlangsung. Kontraksi tersebut dapat terasa sakit luar biasa, intens, dan sangat melelahkan.

Beberapa orang menyebut rasa sakit kontraksi berbeda dengan rasa sakit normal. Rasa sakit yang biasa Moms rasakan adalah cara tubuh memperingatkan bahwa ada sesuatu yang di luar kebiasaan. Sedangkan, rasa sakit kontraksi biasanya merupakan pertanda bahwa tubuh Moms melakukan hal yang benar. Tubuh Moms secara alami membantu mengatasi rasa sakit ini dengan melepaskan endorfin yang dapat membantu mengubah persepsi Moms tentang rasa sakit. Setelah persalinan, memori kontraksi yang melelahkan itu mungkin akan berangsur-angsur hilang. 

Rahim Moms memiliki dinding otot yang kuat yang mengencang dan kemudian rileks. Pada tahap pertama persalinan, kontraksi Moms secara bertahap membuka serviks Moms. Pada tahap kedua persalinan, kontraksi memudahkan si Kecil turun melalui vagina (saluran lahir) dan keluar. Pada tahap ketiga persalinan, kontraksi mengeluarkan plasenta dan menutup pembuluh darah, saat rahim Moms berkontraksi.

Jika Moms meletakkan tangan di perut selama kontraksi, Moms mungkin merasakan rahim Moms mengeras ketika otot berkontraksi. Moms mungkin akan merasakan setiap kontraksi sebagai kram dengan intensitas semakin memuncak, sebelum memudar lagi. Saat waktu kontraksi Moms semakin panjang, puncaknya juga akan memanjang sehingga Moms harus memacu diri sendiri melalui periode kram atau nyeri yang lebih lama sebelum mulai memudar.

Kontraksi bervariasi bergantung pada seberapa jauh persalinan. Kontraksi awal mungkin terasa seperti sakit di kala menstruasi. Moms mungkin mengalami kram atau sakit punggung, atau keduanya. Moms mungkin juga merasa sakit atau berat di bagian bawah perut. Moms mungkin merasa perlu untuk buang air kecil atau merasa tidak nyaman namun tidak dapat menjelaskan sebabnya.

Moms mungkin merasakan rasa sakit menarik ke atas dan melewati rahim Moms atau mungkin terfokus pada satu atau dua area. Moms mungkin merasakan sakit atau berat di punggung, di vagina dan labia, atau di bagian bawah perut.

Bagi sebagian calon ibu, kontraksi teratur dan menyakitkan sejak awal, mulai ketika serviks mulai terbuka (membesar). Calon ibu lainnya memasuki masa persalinan tanpa benar-benar menyadarinya. Beberapa perempuan menderita sakit punggung tanpa henti selama persalinan dan merasa sangat sulit untuk merasa nyaman dan beristirahat.

Ketika persalinan Moms berlangsung, kontraksi cenderung menjadi lebih kuat dan lebih sering. Kontraksi bisa datang satu di atas yang lain, jadi Moms memiliki jeda istirahat lebih sedikit di antara kontraksi-kontraksi tersebut. Moms mungkin juga merasakan bahwa kontraksi tersebut memiliki puncak ganda. Ketika ini terjadi, sensasi perut mengencang sedikit demi sedikit mencapai puncaknya, kemudian mulai memudar, dan kemudian kembali sedikit demi sedikit mencapai puncak kedua sebelum memudar.

Moms mungkin akan merasakan kontraksi puncak ganda ini ketika Moms mencapai titik saat serviks Moms hampir sepenuhnya melebar. Ini disebut transisi karena menandai akhir tahap pertama dan permulaan tahap kedua persalinan. Selama tahap kedua, si Kecil akan lahir, biasanya melalui kombinasi kontraksi dan dorongan Moms, yang menggerakkan bayi Moms ke vagina hingga dilahirkan.

Kontraksi selama tahap ketiga persalinan melepaskan plasenta sehingga plasenta dapat terdorong keluar. Kontraksi ini akan lebih lemah daripada kontraksi persalinan. Meskipun demikian, Moms akan tetap menyadari kontraksi ini.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1076 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Yang Perlu Diminum Setelah Melahirkan Agar Badan Sehat

Setiap budaya memiliki resepnya tersendiri supaya ibu yang setelah melahirkan segera pulih. Berikut adalah minuman kesehatan ala Tionghoa.

Tes Sekret dan Kultur Swab Vagina untuk Masalah Keputihan

Saat memasuki usia kehamilan 7 bulan, tiba-tiba Saya mengalami keputihan yang cukup banyak, namun tidak berwarna, berbau, ataupun gatal. Lalu [...]

Hal yang Wajib Anda Ketahui Pada Usia Kehamilan 32 Minggu

Apa yang terjadi saat usia kehamilan memasuki 32 minggu?

Mengenal Perkembangan Janin 30 Minggu

Apa saja yang terjadi pada janin berusia 3 minggu? Dan apa saja kekhawatiran calon ibu?

Tes Skrining saat Hamil Trimester Ketiga

Antenatal care didefinisikan sebagai pemeriksaan kesehatan kehamilan oleh dokter terhadap ibu hamil.

Melahirkan Normal dengan Mata Minus

Apakah pernah dengar kalau memiliki mata minus tidak boleh melahirkan normal?

Tas Melahirkan hanya Perlu 3 Kategori Ini saja

Setelah memasuki trisemester ketiga, sebaiknya Bumil sudah perlu mempersiapkan tas melahirkan.

Mengenal Lebih Jauh tentang Gentle Birth

Siapa sih di sini yang tidak mau melahirkan dengan normal dengan mudah dan menyenangkan?

Perubahan yang Terjadi Pada Kehamilan di Minggu ke-41

Perlu diketahui, beberapa ibu mungkin akan melahirkan setelah melewati minggu ke-40 kehamilan.

4 Hal yang Perlu Moms Perhatikan pada Perkembangan Kehamilan Minggu ke-40

Memasuki usia kehamilan ke-40 minggu, ada beberapa hal yang perlu Moms perhatikan.

3 Keluhan Memasuki Perkembangan Kehamilan di Minggu ke-39

Pada usia 39 minggu kehamilan, posisi janin tidak banyak mengalami perubahan.

Moms, Inilah Perkembangan Kehamilan di Minggu ke-38

 Memasuki usia kehamilan di minggu ke-38, janin akan mengalami proses penyempurnaan.

Ini Bahaya Hamil 42 Minggu Namun Belum Melahirkan

Perlu diketahui, jika Moms belum melahirkan padahal sudah waktunya, Moms bisa mengalami komplikasi kehamilan.

Tips Anti Panik Menjelang Persalinan

Mom Nimas punya tips bagi Moms yang mudah panik dan galau menjelang persalinan. Yuk ikuti tipsnya!

Apa yang Dirasakan Saat Hamil Memasuki Trimester 3?

Morning sickness & perubahan berat badan sudah dialami saat trimester 1-2. Lalu apa yang terjadi di trimester 3?

Tips Mencegah Bayi Lahir Prematur

Ga mau kan Moms si Kecil lahir prematur? Yuk cari tahu cara mencegah agar bayi tidak lahir prematur!

Suasana Hati Mulai Sensitif, Berikut Perkembangan Kehamilan di Minggu 30

Memasuki kehamilan minggu ke-30, perubahan suasana hati akan semakin sering terasa. Apakah mempengaruhi janin?

Persiapan Persalinan Normal

Sebelum menjalani proses persalinan, ada baiknya Moms mempelajari terlebih dahulu tips-tips berikut ya.

Perkembangan Kehamilan di Minggu 36 yang Penting untuk Moms Ketahui

Memasuki usia kehamilan timester yang ketiga, apa saja perubahan yang dialami janin?

Kehamilan Usia 29 Minggu: Janin Sudah Bisa Memukul-mukul Perut Moms

Di usia kehamilan 29 minggu, perkembangan janin akan semakin terasa, salah satunya menjadi semakin aktif.