Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Seks Pasca Melahirkan

OTHERS  |  09 Jun '18

Hubungan seksual yang bermasalah pada pasangan suami istri sering menjadi suatu persoalan yang cukup pelik jika tidak segera teratasi dengan cepat dan baik. Maka dari itu saya ingin berbagi apa yang sudah saya baca tentang seks pasca melahirkan.

Bagi pasangan muda seperti saya dan suami, menunda untuk memiliki momongan di tahun pertama ialah karena alasan diperlukannya persiapan matang. Menurut kami, kehadiran buah hati akan mengubah segalanya. Hal seperti itu tergolong wajar, ketika memiliki anak nanti otomatis jadwal kehidupan pasangan muda akan berubah. Baik dari jam makan, jam tidur, jadwal kegiatan, dan juga berkaitan dengan urusan kamar yang kini harus berbagi dengan buah hati.

Di tahun kedua pernikahan kami baru dikaruniai seorang anak. Sebelumnya memang kami program seperti ini. Setidaknya kami sudah siap dgn kehadiran seorang anak. Banyak pasangan suami istri mengalami perubahan pola seks akibat hadirnya buah hati. Terkadang, schedule yang sudah diatur untuk berduaan dengan istri menjadi kacau karena mungkin si anak lagi rewel atau tidak kunjung tidur. 

Mengapa gairah seks seorang ibu yang baru melahirkan menjadi menurun?

Di antaranya karena kesibukan mengurus bayinya, bosan karena hampir 40 hari berada di dalam rumah, kurang olahraga sehingga aliran darah di daerah intim menjadi kurang lancar yang berakibat sulit merespon rangsangan, kendurnya otot-otot kewanitaan setelah melahirkan, kurang percaya diri karena bentuk badan setelah melahirkan telah berbeda. 

Salah satu hal terpenting dalam mengatasi hal itu adalah komunikasi yang terbuka dan saling mengerti posisi pasangan. Banyak dari pria yang berpikiran, begitu bayi mereka lahir, segalanya akan kembali normal, dalam artian tubuh sang istri akan kembali normal seperti biasanya. 

Beberapa hal yang membuat istri terhalangi hasrat seksualnya, dikarenakan oleh:

1. Nyeri vagina akibat episiotomi atau bekas luka operasi caesar

Meskipun hubungan seksual boleh dilakukan setelah masa nifas selesai, tetapi beberapa Moms mengeluh hubungan seks masih terasa sakit  setelah beberapa bulan pasca melahirkan. Memang, selama masa nifas selesai, nyeri pada vagina bekas episiotomy masih terasa sakit ketika melakukan hubungan seksual. Beri pengertian pada suami akan hal ini, bahwa vagina membutuhkan waktu untuk pulih dari luka bekas episiotomy.

2. Kelelahan

Istri yang disibukkan dengan mengurus bayi justru akan merasa kelelahan dan juga hasrat seksualnya telah teralihkan dengan kesibukan mengurus bayi. Oleh sebab itu, komunikasikan hal ini dengan suami sehingga suami turut membantu merawat bayi serta meringankan pekerjaan rumah tangga.

Jika seks memang belum memungkinkan pada saat ini, untuk sementara Mommies bisa mencari cara lain untuk mempererat ikatan antara suami dan istri. Tidak harus berujung dengan hubungan seksual. Namun, bisa pula dengan mengekspresikan rasa sayang.

Namun demikian, Mom tetap boleh mencari cara untuk meningkatkan gairah setelah mempunyai anak. Berikut ini beberapa tips yang mungkin bisa dijadikan solusi:

Tidak perlu minder

Mommies tidak perlu minder dengan kondisi fisik yang tak seindah masa gadis. Jadi, cobalah rileks saat berhubungan. Atau gunakan pakaian yang dapat menambah rasa percaya diri Anda.

Memakai obat

Jika bekas jahitan masih terasa nyeri, cobalah minta resep dokter untuk memperoleh obat penghilang rasa sakit.

Manfaatkan waktu

Pasangan suami istri harus pintar dan kreatif dalam mencari cara untuk menjaga hubungan mereka. Carilah waktu luang bersama pasangan saat bayi beristirahat, baik siang maupun malam. 

Rawatlah diri

Walaupun tidak sempat pergi ke salon, setidaknya memiliki tubuh yang bersih dan wangi juga menjadi suatu usaha untuk merawat diri. Anda juga tetap harus bisa berpenampilan menarik meski telah menjadi seorang ibu. 

Dari semua tips di atas yang sudah saya bagikan, harus diingat bahwa dengan kehadiran seorang anak bukanlah satu halangan untuk melakukan seks pasca melahirkan.

Semoga bermanfaat.

By: Nawang Khusnul Muliawaty.

684 Nawang Khusnul Muliawaty

Comments

Related Stories