Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Sejak Kapan Sebaiknya Mengajak si Kecil Berkomunikasi?

GROWTH & DEVELOPMENT  |  26 Apr '19

Kapan sih kira-kira Moms mulai mengajak si Kecil berkomunikasi?

Tentu saja Moms mau kan kalau nanti anaknya mudah diajak komunikasi saat Moms melakukan aktivitas sambil mengasuh anak. Lalu kapan ya? Sebenarnya saat kehamilan Moms berlangsung, saat itu juga baby dalam kandungan bisa diajak berkomunikasi.

Merangsang perkembangan anak memang sangat diperlukan sejak dini, meskipun bayi masih dalam kandungan, tetapi bayi bisa merespon loh Moms, merespon apa yang ia dengar dan dirasakan oleh Moms. Biasanya pada saat trisemester 2, kita bisa merasakan tendangan sebagai tanda bahwa bayi merespon apa yang kita bicarakan terhadapnya.

Kenapa sih memangnya harus kita ajak komunikasi saat masih dalam kandungan?

Karena bila si Kecil lahir, dia akan sudah terbiasa mendengar suara kita dan bisa meresponnya. Moms tentu mau kan kalau buah hatinya mudah diajak kerjasama? Oleh karenanya, kita perlu mengajak si Kecil berbicara sejak dalam kandungan, ajak dia bekerja sama setiap Moms melakukan aktivitas. Sebagai contoh, Moms ingin memasak, bicarakan dengan si Kecil dalam kandungan seperti "Nak, bunda ingin masak. Bantu bundanya yaa untuk tidak mual atau muntah dulu, setelah masak boleh deh yaa nak" Kira-kira seperti itu ya Moms.

Setelah lahir, walau si Kecil baru berusia satu hari pun, kita biasakan untuk komunikasi ajak dia berbicara serta beri dia rangsangan sentuhan dan suara agar si Kecil nyaman dan mau merespon. Beberapa hal terkait komunikasi sederhana dengan si Kecil:

  1. Sering dengarkan suara mengaji jika menginginkan anak di kemudian hari bisa mengaji dan mampu menghafal Al-Quran.
  2. Bacakan buku-buku cerita ketika Moms sedang bersama buah hati dalam kondisi santai.
  3. Biarkan si Kecil mengeluarkan suara sendiri sebagai tanda respon terhadap kita, anggap suara tersebut merupakan aduan cerita dari si Kecil.
  4. Jangan biarkan kita memberi janji-janji yang belum tentu dilakukan kepada si Kecil. Contoh : besok beli mainan ya nak kita jalan-jalan, tetapi besoknya tidak ke mana-mana.
  5. Biasakan meminta izin pada si Kecil untuk melakukan aktivitas agar dia mengerti Moms sedang mengerjakan sesuatu, seperti “Nak, bunda mau cuci piring dulu ya, sebentar aja, nanti bunda balik lagi, baik-baik ya nak, jangan menangis.”
  6. Jangan lupa untuk selalu memberikan pujian pada si Kecil ketika berhasil melakukan apa yang kita katakan.

Pada dasarnya, si Kecil mudah meniru apa yang biasa dilakukan oleh orang-orang sekitarnya. Pernah dengar kan kalau anak itu pertama kali mulai mengenal bahasa berasal dari ibu atau disebut bahasa ibu. Oleh karenanya, kita sebagai Moms zaman now ini perlu sekali mengajarkan berbicara dengan kata-kata yang baik dan lembut. Baca karakter si Kecil sejak dia lahir, Moms bisa melakukanya agar Moms mampu mengatasi ketika si Kecil menangis dan ingin sesuatu. Komunikasi yang lembut membuat anak nyaman terhadap kita dan perlahan si Kecil merespon dan mau mengerti apa yang kita bicarakan. Semoga berhasil ya Moms!

Semoga bermanfaat.

By: Githa Eka Noviantika

Copyright by Babyologist

101 Githa Eka Noviantika

Comments

Related Stories