Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Segera Periksakan Mata si Kecil ke Dokter apabila Terdapat Gejala Berikut

BABY  |  HEALTH TIPS  |  03 Aug '19


Saat masih bayi, mata memegang tiga peranan penting sebagai berikut:

  1. Memelajari cara memfokuskan, melacak, memahami kedalaman, dan membedakan informasi visual
  2. Mendapatkan informasi indra penglihatan yang kaya yang membantunya terhubung dengan Moms, belajar tentang dunia di sekitarnyadan mengoordinasikan penglihatan dan gerakan tubuhnya
  3. Memberikan petujuk tentang kemungkinan kondisi medis yang ia sedang alami.

Karena mata si Kecil memegang pekerjaan yang sangat besar, penting bagi Moms untuk melakukan beberapa hal penting terkait pertumbuhannya:

  • Mengikuti dan mencermati tonggak pertumbuhan penglihatan si Kecil
  • Mewaspadai tanda-tanda bahaya yang terkait dengan perkembangan indra penglihatan si Kecil

Mengetahui tentang masalah terkait mata si Kecil mungkin dapat menjadi hal yang menakutkan bagi Moms. Akan tetapi, kabar baiknya adalah bahwa ketika masalah terkait mata diketahui lebih awal, banyak dari masalah tersebut dapat disembuhkan dengan tuntas.

Bawalah si Kecil ke dokter mata untuk pemeriksaan rutin mulai usia enam bulan. Perhatikan saran-saran apa saja yang diberikan oleh dokter anak atau dokter spesialis mata anak yang Moms temui.

Tanda-tanda bahaya masalah mata pada bayi dan balita:

Tanda-tanda si Kecil mengalami kesulitan melihat atau fokus:

  • Si Kecil tidak tertarik pada stimulasi visual seperti lampu atau cahaya dari ponsel pada usia satu bulan
  • Si Kecil menyipitkan mata secara konstan
  • Si Kecil sering menggosok mata
  • Si Kecil tidak melacak objek dengan mata pada usia tiga bulan

Dalam beberapa kasus, kurangnya aktivitas visual yang terus menerus (terutama dalam melakukan kontak mata) dapat mengindikasikan gangguan perkembangan seperti autisme.

Tanda-tanda masalah dengan otot mata:

Mata menunjuk ke arah yang berbeda setelah usia empat bulan. Sebelum usia empat bulan, misalignment mata sesekali adalah normal. Namun, jika terus berlanjut, ini mungkin mengindikasikan kondisi yang disebut “mata malas” (ambliopia) apabila tidak segera diobati.

Ambliopia berkembang ketika otak mengabaikan mata yang sedang bergerak dan, sebagai hasilnya, penglihatan pada mata yang terdampak melemah. Metode paling umum untuk mengobati ambliopia adalah memaksa otak si Kecil untuk mulai menggunakan mata yang lemah. Pertama-tama, dokter akan memperbaiki masalah mendasar yang terjadi pada mata tersebut (misalnya rabun dekat, rabun jauh, atau astigmatisme). Sebagian besar anak-anak dengan ambliopia juga membutuhkan kacamatan untuk membantu mereka fokus. Jika katarak menghalangi cahaya dari matanya, dokter mungkin menyarankan operasi untuk menghilangkannya.

Kemudian, dokter akan memberinya penutup mata untuk dipakai di atas mata yang kuat. Pada awalnya, si Kecil akan kesulitan melihat dengan mata yang lemah. Tetapi, penting baginya untuk tetap memakai penutup mata. Penglihatannya akan menjadi lebih baik meskipun mungkin perllu berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Tetap ikuti instruksi dokter dan rutin melakukan kunjungan selama pengobatan. Setelah dokter mengatakan bahwa penglihatan si Kecil normal, dia tidak perlu memakai penutup mata setiap saat. Akan tetapi, kadang-kadang ketika penderita ambliopia kembali menggunakan kedua mata, mereka kehilangan kemampuan penglihatan di mata yang lemah. Jika itu terjadi, penderita mungkin harus memakai penutup mata lagi.

Kelopak mata yang terkulai, atau kelopak mata yang tetap tertutup, mungkin merupakan tanda ptosis (kelemahan otot yang bertanggung jawab untuk mengangkat kelopak mata). Jika seorang anak terlahir dengan ptosis sedang hingga berat, dia perlu diobati agar penglihatannya kembali normal. Jika tidak diobati, kondisi ambliopia dapat berkembang. Perawatan untuk ptosis anak biasanay operasi, meskipun ada beberapa kelainan langka yang dapat diobati dengan obat-obatan.

Tanda-tanda kondisi medis pada mata:

  • Keluarnya air mata berlebihan dapat disebabkan oleh saluran air mata yang tersumbat. Ini umumnya sembuh sendiri pada saat seorang anak menginjak usia satu tahun. Sementara itu, dokter anak dapat merekomendasikan pijat saluran air mata atau tetes mata khusus.
  • Sebuah pupil yang terlihat putih (terutama dalam foto yang diambil dengan flash), atau kekeruhan keseluruhan mata mungkin disebabkan oleh katarak. Faktor penyebab katarak pada bayi sbb.:
    • Genetika/keturunan
    • Infeksi
    • Peradangan
    • Reaksi obat
    • Penyakit tertentu selama kehamilan
  • Pupil dengan ukuran berbeda, juga disebut anisocoria, mungkin merupakan variasi normal (jika perbedaannya kecil), tetapi mungkin juga disebabkan oleh saraf yang tidak berfungsi dengan baik.
  • Mata yang menonjol mungkin merupakan tanda hipertiroidisme.
  • Sensitivitas ekstrem terhadap cahaya dapat mengindikasikan peningkatan tekanan pada mata.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

526 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Belajar Dari Kekhawatiran Temanku Di Masa Pandemi Dengan 5 Tips Ini

Moms yang memiki newborn babies, yuk simak tips menjaga kesehatan si Kecil di masa pandemi berikut ini.

Imunisasi Saat Pandemi, Perlu Ditunda atau Tidak ya?

Di masa pandemi ini, perlukah imunisasi dilakukan? Atau sebaiknya ditunda? Simak bersama berikut ini.

Tips Penggunaan AC di Kamar Bayi

Bagaimana sebaiknya mengatur AC di kamar bayi? Simak berikut ini.

Bayi Bisa Diare Kalau Busui Puasa, Mitos Atau Fakta?

Benarkah Ibu berpuasa bisa menyebabkan si Kecil diare? Simak berikut ini.

Imunisasi untuk Bayi Usia 0-12 Bulan

Apa saja vaksin yang diperlukan untuk bayi usia 0-12 bulan dan apa kegunaannya? Yuk simak cerita Mama Una berikut ini.

Kapan Sebaiknya Memperkenalkan Sikat Gigi pada si Kecil?

Kapan sih sebaiknya si Kecil diperkenalkan dengan sikat gigi? Yuk, simak cerita berikut ini.

Imunisasi Tambahan untuk Perlindungan Maksimal Si Kecil

Selain dari imunisasi wajib, ada beberapa imunisasi tambahan yang penting untuk kesehatan si Kecil. Yuk simak imunisasi tambahan tersebut!

Mengenal Dermatitis Atopik pada Bayi

Atopic Dermatitis (dermatitis atopik) adalah peradangan kronis penyakit kulit.

Alergi Susu Sapi pada Anak

Alergi susu sapi banyak terjadi di 1 tahun pertama kehidupan anak. Bagaimana solusinya?

Mengenal Alergi Susu Sapi

Alergi susu sapi sering ditemukan pada anak di bawah usia 1 tahun.

Jenis-Jenis Alergi pada si Kecil

Alergi adalah kondisi kronis yang melibatkan reaksi abnormal terhadap zat asing yang disebut sebagai alergen.

SLS pada Sabun si Kecil, Bahaya Gak sih?

Bayi baru lahir memiliki kulit yang masih sangat sensitif dan tipis dibandingkan orang dewasa. 

Apa itu Alergi dan Bagaimana Mencegahnya?

Alergi pada bayi dan anak merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dikeluhkan.

Imunisasi Usia 18 Bulan: Efek Samping dan Manfaatnya

Memasuki usia 18 bulan, pemberian vaksin masih terus berlanjut. Imunisasi apakah yang si Kecil perlukan?

Sindrom Aspirasi Mekonium, Kelainan di Cairan Ketuban yang Membahayakan Bayi

Sindrom aspirasi mekonium (meconium aspiration syndrome) adalah gangguan pernapasan yang dialami bayi sesaat setelah lahir.

Seperti Apa Karakteristik Kotoran Bayi yang Minum ASI?

Karakteristik kotoran bayi yang minum ASI tergantung dari usia. Apa saja perbedaan karakteristiknya?

Night-Weaning Metode Jay Gordon

Menerapkan night weaning dpat membantu menstabilkan pola tidur anak loh Moms. Mari simak night weaning metode Jay Gordon

Bayi Batuk Hingga Muntah, Berbahayakah?

Apa yang terjadi jika si Kecil batuk hingga muntah? Berikut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat si Kecil batuk.

2 Penyebab Bayi Sering Muntah Berkepanjangan

Bayi muntah adalah hal biasa, tapi Moms harus membedakan kondisi sering muntah yang wajar dengan yang abnormal.

Muncul Bintik Merah pada Bayi, Apakah Itu Berbahaya?

Apa saja masalah kulit yang sering muncul pada bayi? Yuk simak ulasannya berikut ini