Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Sebuah Proses Penerimaan Kehamilan Pertamaku

MY STORY  |  PREGNANCY  |  22 Aug '19


Ini adalah cerita kehamilan pertamaku. Siapa sangka bahwa sebulan setelah hari istimewa pernikahan, aku mengetahui bahwa aku positif hamil. Saat itu suamiku langsung memelukku erat dan tak henti mengucap syukur. Aku? Diam menatap dua garis di tangan kananku dengan nanar. Tidak tahu harus berkata apa saat itu, harus senangkah? Marahkah? Tapi untuk apa? Saat itu aku hanya diam.

Sebelumnya mari aku bawa ke beberapa waktu lalu sebelum terjadinya pernikahan. Aku dan suami membicarakan kapan kami ingin punya anak, cita-cita apa yang masih ingin kami raih dan sebagainya. Teringat jelas di benakku, aku berkata ingin menunda untuk punya anak terlebih dahulu. Kenapa? Karena saat itu aku mempertimbangkan kondisi kami yang harus melewati Long Distance Relationship. Aku bekerja di Jakarta, calon suamiku ketika itu dipindah tugaskan ke Sumatera, tepat 6 bulan sebelum hari pernikahan kami. Satu hal yang tak pernah terbesit di benakku. Menikah seharusnya membuat kami menjadi lebih dekat dalam berbagai hal, termasuk jarak, bukan justru menjauh. Tapi saat itu tidak ada pilihan, kami tetap menjalani LDR selama masa persiapan pernikahan sampai detik ini. Oke alasanku ingin menunda untuk punya anak yang paling utama adalah karena jarak. Kedua adalah karena aku ingin menikmati masa-masa setelah menikah tentunya, traveling ke sana kemari, berkarir dan lain sebagainya. Itu adalah yang selalu terbersit dan tertanam di dalam pikiranku yang sempit saat itu.

Tiga bulan kehamilan pertamaku, tidak banyak yang mengetahui kecuali aku, suamiku dan keluarga inti kami. Aku masih tidak merasakan sparkling of enjoyment for being pregnancy, tidak ada yang signifikan berubah dari pola makan, gaya hidup ataupun padatnya aktivitasku setiap harinya, seolah lupa kalau ada janin yang harus aku jaga di dalam perutku. Tidak banyak yang aku bicarakan dengan suamiku terkait kehamilanku, paling-paling hanya ekspresi datar atau berusaha mengubah topik yang aku bicarakan. Sampai suatu ketika di penghujung tahun 2018, hampir bertepatan dengan akan berakhirnya trimester pertama kehamilanku, aku seolah mulai disadarkan kembali, diingatkan bahwa hamil adalah suatu anugerah dari Tuhan yang tidak semua orang bisa rasakan. Tidak semua orang bisa alami secara cepat atau bahkan selama hidupnya.

Ya, aku ditemukan dengan beberapa orang yang aku kenal dan bahkan baru aku kenal. Sebut saja namanya Indah, seorang sahabat karib, teman bermainku dulu. Mengetahui berita kehamilanku, dia sangat senang, sumringah di wajahnya saat itu, sekaligus tatapan kosong terselip ketika kami mengobrol setelah sekian purnama belum bertemu. Indah sudah menikah beberapa tahun sebelum aku, namun sampai saat itu Indah belum dikaruniai seorang anak. Alasannya? Ada riwayat kesehatan yang dimilikinya dan kondisi rahim yang lemah, sehingga menyebabkan janin yang hampir terbentuk di dalam rahimnya selalu berakhir dengan keguguran. Bukan tidak mungkin untuk hamil, hanya saja memang ekstra usaha dan kesabaran yang dibutuhkan oleh Indah dan suaminya. Mengetahui hal itu, aku diam, bisa-bisanya aku bahkan tidak bersemangat mengetahui kehamilanku saat itu.

Beberapa saatku renungkan perbuatanku sampai suatu waktu aku kembali ditemukan dengan seorang sahabat karib mamaku. Saat itu mamaku sedang melakukan transaksi sebuah properti di bilangan Jakarta, beliau mendapatkan properti tersebut dengan harga yang relatif murah, hampir sama seperti harga ketika properti tersebut dibeli beberapa tahun silam. Aneh? Iya aneh, sampai akhirnya kami mengetahui alasan properti tersebut ingin dijual. "Untuk bayi tabung, percobaan terakhir sebelum menopause," begitu jelasnya sambil tersenyum. Aku yang saat itu sedang hamil, memang belum terlihat jelas keberadaan si 'baby bump', hanya diam. "Percobaan kelima kali, kalau belum dapat juga, berarti belum jalannya”, begitu lanjutnya. Aku refleks memegang perutku di balik bantal sofa yang aku duduki.

Ada orang yang begitu inginnya untuk memiliki anak, rela menghabiskan banyak uang sebagai salah satu bentuk usahanya. Bahkan sampai di usia akhirnya sebelum menopause dan yang aku lakukan adalah 'denial' akan janin yang saat itu sedang mulai tumbuh dan membutuhkan banyak perhatianku? What a bad person I was that time!

Akhir tahun perayaan tahun baru 2019, untukku adalah sebuah perayaan titik balik untuk memasuki tahap 'accepting'. Ya, menerima bahwa saat itu aku adalah seorang wanita yang telah diberikan banyak sekali anugerah dari Tuhan melalui kehamilanku. Aku diberikan sebuah kepercayaan yang besar sebagai calon ibu. Proses trimester pertamaku dimudahkan dalam banyak hal, seperti janin yang kuat, kondisi tubuh yang fit dengan aktivitas rutinku yang tidak sama sekali berkurang, bahkan aku tidak mengalami 'morning sickness'. "Berarti anaknya pintar, dia tahu Bapaknya jauh, jadi dia tenang" seorang kawan berkata begitu. Kembali menyadarkanku, iya bayiku pintar, dia mencoba memahamiku dengan baik, lalu mengapa aku tidak mencoba memahaminya sedikit saja? Mungkin tidak terlalu buruk, atau bahkan aku akan menyukainya.

Nyatanya, aku sangat mencintai momen kehamilanku setelahnya. Aku menyukai banyak hal tentang kehamilan, aku menemukan banyak pengetahuan baru yang aku tidak tahu, aku merasakan serunya mengeksplorasi dunia yang hanya ibu hamil bisa tahu dan rasakan, aku mendapatkan banyak keluarga dan teman baru dari perjalananku, dan tentunya aku bisa merasakan bagaimana itu untuk berusaha, berdaya dan merelakan. Merelakan apa pun yang terjadi atas apa yang telah aku usahakan, terjadilah. Itu adalah saat di mana aku kemudian mendengarkan tangisan seorang anak yang keluar dari rahimku. Seorang anak yang cantik, bernama Sakina, anakku.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

527 Fadila Hafsah

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Begini Efeknya Kalau Menunda KB

Moms ada yang berencana KB tapi terus tertunda? Wajib simak cerita yang satu ini!

Jangan Sepelekan Pemeriksaan USG Saat Kehamilan, Ini Alasannya!

USG di masa kehamilan itu penting loh Moms! Yuk, simak ulasan berikut ini.

Ceritaku Hamil Kembar dan Mengalami Preeklampsia

Dibalik kelucuan memiliki bayi kembar, ternyata ada hal-hal yang perlu diwaspadai, salah satunya preeklampsia.

Cerita Kehamilan dan Melahirkan Mom Devita

Moms, yuk simak cerita kehamilan dan melahirkan Mom Devita berikut ini.

Cerita Promilku di Usia 35 Tahun

Moms sedang merencanakan program hamil? Simak yang satu ini yuk!

Aku Ngidam Belut, Amankah Di Konsumsi Saat Hamil?

Amankah ibu hamil mengonsumsi belut? Baca yang berikut ini.

Pengalaman Kuretase di Usia Kehamilan 11 Minggu

Salah satu resiko yang dapat terjadi pada Ibu hamil adalah keguguran. Setelah itu biasanya Mom akan dianjurkan untuk kuretase.

Pengalaman Program Hamil dengan Memiliki Myoma di Rahim

Di awal pernikahan aku dan suami sudah berencana ingin segera memiliki momongan. Karena kami sudah berpacaran 4 tahun, jadi rasanya sudah cukup [...]

7 Langkah Persiapan Persalinan Penuh Cinta

Ternyata perkara melahirkan bukan terjadi begitu saja. Tanpa persiapan, maka tak jarang kenangan buruk yang akan tersimpan dalam waktu yang [...]

Ceritaku Hampir Khilaf Saat Hamil

Siapa Moms yang pernah merasa galau ketika tahu hamil? You're not alone. Baca cerita ini yuk.

Proses Persalinan Anak Kedua Lebih Cepat, Benarkah?

Kata orang melahirkan anak kedua akan jauh lebih mudah dan lebih cepat dari anak pertama. Benarkah demikian?

Tips Jarak Kehamilan Antara Kakak dan Adik

Berapa jarak kehamilan yang ideal? Setiap orang pasti punya alasannya masing-masing ya. Berikut ini cerita dari Mom Ngel Zhuang.

7 Hal Penting yang Harus Dipersiapkan Sebelum Persalinan

Memasuki trimester ketiga, ibu hamil biasanya akan merasakan dag dig dug antara bahagia karena akan segera bertemu dengan sang buah hati dan [...]

Hindari Perkataan Negatif Terhadap Ibu Hamil

Yuk hindari mom-shaming dan bersama-sama memberikan dukungan terhadap para orang tua lainnya. Simak cerita berikut ini ya.

Tips Mengatasi Perut Gatal Saat Hamil

Ibu hamil sering mengalami gatal-gatal di kulit karena berbagai hal. Apa pun penyebabnya, berikut ini beberapat tips mengatasi perut gatal saat hamil.

Perbedaan USG 2D, 3D dan 4D

Bagi Moms yang tengah hamil tentunya USG sudah tidak asing lagi, ya. Seiring perkembangan zaman USG untuk memeriksa kondisi janin pun semakin [...]

5 Tanda Awal Kehamilan yang Dapat Dideteksi Tanpa Testpack

Apakah Moms mengalami telat haid? Atau merasa eneg mual ingin muntah setiap pagi dan bertanya-tanya jangan-jangan Moms sedang hamil? Jika memang [...]

Couvade Syndrome: Suami Ngidam saat Istri Hamil Ternyata Bukan Mitos

Salah satu hal yang sering dianggap tidak masuk akal adalah suami yang ikut ngidam saat Moms hamil. Di dunia medis, hal ini disebut sebagai [...]

3 Manfaat Jeruk Lemon bagi Kehamilan

Ibu hamil disarankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya termasuk vitamin C. Oleh karena itu, jeruk lemon juga baik untuk kesehatan ibu hamil.

Berhubungan Intim Terbukti Berhasil Memancing Kontraksi

Kata orang berhubungan intim di kala hamil tua dapat memicu kontraksi. Betulkah demikian?