Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Seberapa Penting Pendidikan Anak di Bawah Umur?

GROWTH & DEVELOPMENT  |  MY STORY  |  PARENTING  |  TODDLER  |  05 Nov '19


Dalam 5 tahun pertama atau biasa disebut masa golden age, alangkah baiknya jika anak dibiarkan tumbuh dan berkembang bersama ibunya di rumah.

Suatu kali saya pernah membaca sharing seseorang di Instagram tentang peran ibu yang hakikatnya menjadi sekolah pertama bagi anaknya. Ya, sekolah pertama yang ia maksud adalah anak-anak berusia dini atau masih dalam masa golden age seharusnya tidak duduk di bangku sekolah formal seperti Preschool atau PAUD (Pendidikan Anak usia Dini). Semakin dalam saya membaca, semakin membuat kening saya berkerut. Isinya tidak lain soal pendapatnya yang tidak menyetujui anak-anak di bawah 5 tahun untuk bersekolah. Meski ditulis dalam bahasa yang halus dan sopan, tetapi isinya sungguh memilukan. Bisa dibilang kenyinyiran yang dibalut dengan kelembutan, tulisannya tetap saja menyakiti para orang tua khususnya kaum ibu yang menyekolahkan anaknya di Preschool atau PAUD.

Ketahuilah bahwa peran ibu tidak pernah tergantikan sepanjang masa, perempuan memang sudah terlahir sebagai pembawa generasi dan pendidik untuk anak-anaknya. Tidak perlu menganggap remeh para ibu yang tidak ikut memberikan pembelajaran untuk anaknya di rumah. Dengan rajin dan konsisten memberikan berbagai aktivitas yang berbeda setiap hari untuk menunjang tumbuh kembang anak.

Untuk para ibu yang selalu menanamkan nilai-nilai baik seperti meminta maaf, berkata tolong, mengucap terima kasih, menunggu antrian, saling berbagai dan lain-lain adalah termasuk pendidik utama di dalam keluarga dan pertama bagi anak itu sendiri, terlepas dari menyekolahkan anaknya atau tidak. Hal lain yang juga kadang terlupakan adalah menyekolahkan anak ke institusi pendidikan bukan berarti kita sebagai orang tua langsung lepas tangan dan menyerahkan segalanya pada pihak sekolah. Orang tua khususnya ibu, mempunyai peran yang jaaaaauh lebih besar dari sekolah. Yaitu membangun kecerdasan spiritual dan emosional anak yang masih sering tak disadari, karena kita terlalu fokus pada peningkatan intelligentsia anak.

Buat saya, menyekolahkan atau tidaknya anak di masa golden age sepenuhnya adalah keputusan orang tua. Keduanya pasti merupakan pilihan yang terbaik, bagi masing-masing orang. Para ibu yang memiliki kreativitas tinggi dan waktu kebersamaan yang banyak untuk selalu berkegiatan bersama anaknya di rumah, patut diacungi dua jempol. Apalagi untuk mereka yang konsisten memberikan aktivitas yang berbeda-beda setiap harinya, membuat pengajaran sederhana untuk pendidikan anak dan banyak membuat kerajinan bersama. Lantas apa semua orang harus begitu? Banyak yang menganggap bahwa kegiatan ‘begitu saja’ masa tidak bisa.

Ingat, bahwa kita tidak bisa menyamaratakan kemampuan seseorang. Mungkin ia mampu membuat beberapa aktivitas tapi tidak cukup konsisten, mungkin dari segi kreativitas ia bisa tapi tidak punya banyak waktu karena harus mengurus hal yang lain.

Banyak ibu yang merasa kesulitan menyampaikan pembelajaran untuk anaknya sehingga ia butuh pihak sekolah untuk membantu, sama sekali bukan menggantikan peran atau melepaskan tanggung jawab. Memang pada dasarnya orang tua adalah sekolah pertama bagi anaknya, ibu sebagai guru dan ayah sebagai kepala sekolah. Hal itu sesungguhnya melekat pada masing-masing keluarga, pun ada perintah di Al-Quran soal demikian. Ketika anak sejak hadir di dunia selalu ditanamkan kebaikan, kelak hingga dewasa dia selalu dipenuhi nilai-nilai positif. Dan begitu pun sebaliknya.

Menyekolahkan anak di usia dini atau tidak merupakan pilihan masing-masing, yang terpenting jangan sampai keputusan kita malah mengurangi kadar kebahagiaan antara ibu dan anak. Anak-anak entah belajar dengan tangan kita atau gurunya tetaplah anak kita, sama-sama memiliki tujuan yang baik. Meski banyak yang berbicara ini itu atas pilihan kita, biarkanlah.
Karena sesungguhnya yang paling mengetahui apa yang tepat untuk kesayangan kita adalah diri kita sendiri.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1318 Rahayu Pratiwi

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Pentingnya Menanamkan Nilai Mendalam Sebuah Profesi

Saya baru menyadari bahwa betapa pentingnya mengajarkan nilai lebih mendalam bagi sebuah profesi.

Pentingnya Memantau Perkembangan Anak

Ternyata perkembangan anak yang tinggal di kampung jauh lebih bagus daripada perkembangan anak kota lho Moms.

Apakah Setiap Anak akan Mengalami Masa Terrible Two?

Awal mendengar kata terrible two, saya berusaha mencari dahulu apa sih sebenarnya terrible two itu.

Pentingnya Mempertahankan Hak si Kecil saat Bermain

Anak-anak sangat senang ketika bermain. Tidak jarang, rasanya mainan tetangga terlihat "lebih indah",

Bagaimana Menghadapi si Kecil yang Super Aktif?

Menurut Moms, bagaimana rasanya memiliki si Kecil yang super aktif? Apa saja suka dukanya?

Tips Menghilangkan Trauma Anak yang Terjatuh saat Belajar Berjalan 

Hai Moms, menjelang usia anak setahun biasanya sudah mulai ada tanda-tanda anak kita berani berdiri sendiri.

Bantu Bunda Menjemur Baju Yuk, Nak!

Kemarin Faruq mencoba membantu bunda untuk menjemur baju, aktivitas ini mungkin terdengar tak biasa.

Pentingnya Pengenalan Profesi pada si Kecil

Mengenalkan berbagai profesi pada si kecil tentu bermanfaat ya moms.

Buku Jiwaku dan Anakku

Sejak di dalam kandungan, aku suka membacakan Felicia buku di sela-sela kegiatanku setelah selesai mengajar.

Anakku Hiperaktif Banget...

Moms punya kendala yang sama gak? Jujur saya sebagai orang tua yang mengurus mereka sendirian kewalahan hadapinya.

Kenapa si Kecil Senang Mencorat-Coret Seisi Rumah?

Si Kecil suka corat coret tembok? Yuk terapkan tips berikut ini untuk mensiasatinya

Respon Terhadap Anak Kidal

Hai Moms, pernah tidak memperhatikan tangan anak kita, mana yang lebih aktif? Kanan atau kiri?

Mengenalkan si Kecil dengan Dunia Hewan di Taman Safari

Mengenalkan si Kecil dengan dunia luar sedari kecil ternyata baik untuk membantu tumbuh kembangnya ya Moms.

Anak Kecanduan Nonton TV? Ini Solusinya!

Menurut artikel yang pernah aku baca, dalam sehari anak di atas 2 tahun boleh nonton TV tidak lebih dari 30 menit.

Jangan Tumpuk Bukunya, Tapi Cintai dan Maknai Isinya

Sejak kecil anak saya memang sudah dikenalkan pada buku, dari mulai usianya 3 bulan sampai sekarang 21 bulan.

Apa Itu Fase Terrible Two? Kenalan Yuk Moms

Menjelang usianya 2 tahun abram mendadak lebih suka berteriak, menangis, dan sering tantrum?

Screen Time: Yes or No?

Setelah Shanum masuk usia 2 tahun, saya bolehin nonton TV. Tapi tetep saya batasin dari segi waktu & tontonan.

Manfaat Playdate bagi Moms & si Kecil

Bagi saya pribadi, playdate bukan sekedar kumpul-kumpul, apalagi yang beneran cuma kumpul terus pada diem

Usia 18 Bulan, Anakku Sudah Bisa Berhitung 1-10 dalam 3 Bahasa! Apa Tipsnya?

Anak usia 18 bulan sudah harus belajar 1-2 patah kata, setidaknya sudah mengerti lebih dari 20 kosakata.

Anak Juga Butuh Sosialisasi

Bersosialisasi berarti berinteraksi dengan orang lain. Balita juga perlu bersosialisasi lho Moms.