Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Screen Time: Yes or No?

GROWTH & DEVELOPMENT  |  MY STORY  |  PARENTING  |  TODDLER  |  01 Sep '19


Setelah Shanum masuk usia 2 tahun, saya bolehin nonton TV. Tapi tetep saya batasin dari segi waktu dan tontonan. Tapi lama kelamaan, sayanya yang malah jadi keenakan, apalagi saya lagi hamil adik Shanum yang bener2 kondisinya beda jauh dari pas hamil Shanum. Hamil kali ini sering sakit dan "mabok berat".

Nah Shanum ini tipe anak yang suka banget ngomong dan mudah meniru apa yang dia lihat dan dia dengar. Meskipun belum jelas, tapi saya tetep ngerti. Ibaratnya dari bangun tidur sampai tidur lagi dia memang suka ngomong, nanya ini itu,nyanyi2, baca2 hafalan doa2 pendek dll. Kadang saya sendiri ngerasa cape ngeladenin dan jawab pertanyaan2nya yang gak ada ujungnya. Dan salahnya saya, dengan memberikan dia tontonan lumayan bantu saya sedikitnya buat istirahat. Karena bisa dibilang maboknya hamil yang kali ini sedikit banyak buat saya agak stres dan gampang emosian.

Setelah sekian lama saya kasih dia screen time, lama2 saya ngerasa Shanum jadi banyak berubah. Jadi gampang nangis, rewel, susah dibilangin, suka marah2, gak sabaran, geregetan kalo ada sesuatu yang dia gak bisa, rada susah dibilangin. Padahal setiap kali dia nonton, saya ada di situ ikut milih tontonan yang boleh dia tonton.

Dan sebenernya saya sadar dan tau bukan tontonannya yang salah, tapi si screen timenya. Anak < 2 tahun shouldn't have screen time at all. Anak 2-5 tahun maksimal 1 jam per hari akumulasi, itu juga dengan syarat tontonan gamenya berkualitas agar appropriate dan ditemani kita orang tuanya.

Hingga akhirnya saya dan Shanum berlibur ke rumah kakeknya Shanum. Dan memang di rumah orang tua saya, TV itu sangat dibatasi dari zaman dahulu zamannya Papah saya ngedidik saya. Saya juga berharap dengan tinggal di rumah orang tua saya beberapa waktu bisa stop ngasih screen time ke Shanum.

Alhamdulillah karena emang Shanum bukan tipe anak yang mudah addict sama sesuatu, it went pretty smooth. Walaupun mungkin sedikitnya membuat dia bingung dan merasa kalo orang tuanya gak konsisten. Tapi lagi2 Alhamdulillah bersyukur karena di rumah orang tua saya banyak orang juga jadi sedikit banyak membantu mengalihkan Shanum dari screen time.

Dan hasilnya Shanum benar balik lagi kaya dulu jadi lebih sabar, gak mudah marah, gak mudah nangis, ngafalin do'a2 pendek dan surat2 pendek juga jadi lebih cepet. Dan kalo dikasih tau juga lebih cepet masuknya. Memang lebih cape ngurusinnya, rumah makin sering berantakan, but it's all worth it. Saya juga jadi gak mudah emosi.

Banyak yang bilang, screen time terutama interactive game itu bagus buat kecerdasan otak. Tapi buat saya sendiri, lebih banyak dampak buruknya daripada manfaatnya. Meskipun memang dari screen time itu Shanum bisa tau cara2 berwudhu, doa2 pendek, huruf hijaiyah dll. Tapi dampak negatifnya lebih banyak dan menurut saya itu kurang baik untuk tumbuh kembangnya terutama masalah mengolah emosi. Dan bagi saya masih banyak cara lain untuk itu (kecerdasan otak) yang tidak melibatkan screen time untuk anak seusia Shanum.

Karena masalahnya yang kecanduan bukan hanya si anak, tapi banyak orang tua ikut ketergantungan. Misal anak susah makan, anak rewel nangis, anak ga bisa diem, Momnya mau mandi, Momnya mau masak, Momnya dikasih gadget, yang efeknya orang tua malah jadi males cape, males mikir, males liat rumah berantakan, dan makin gak "kenal" sama anaknya. Nantinya pas anak mulai besar udah makin susah dan gak tau cara ngehandle si anak kalo lagi ada masalah. Karena dulunya sedikit2 ada masalah langsung dikasih gadget dan dibiarkan nonton gitu aja. Akhirnya ketika anaknya marah2 gak dikasih gadget, kitanya yang bingung sendiri bahkan stres cari jalan keluarnya. Jadi ada baiknya diatasi dan diminimalisir sejak dini ya Moms sebelum terlambat dan makin susah mencari solusi untuk keluar dari masalah ketergantungan itu.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1900 Ratna Sari Nur Holik

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Pentingnya Menanamkan Nilai Mendalam Sebuah Profesi

Saya baru menyadari bahwa betapa pentingnya mengajarkan nilai lebih mendalam bagi sebuah profesi.

Pentingnya Memantau Perkembangan Anak

Ternyata perkembangan anak yang tinggal di kampung jauh lebih bagus daripada perkembangan anak kota lho Moms.

Apakah Setiap Anak akan Mengalami Masa Terrible Two?

Awal mendengar kata terrible two, saya berusaha mencari dahulu apa sih sebenarnya terrible two itu.

Pentingnya Mempertahankan Hak si Kecil saat Bermain

Anak-anak sangat senang ketika bermain. Tidak jarang, rasanya mainan tetangga terlihat "lebih indah",

Bagaimana Menghadapi si Kecil yang Super Aktif?

Menurut Moms, bagaimana rasanya memiliki si Kecil yang super aktif? Apa saja suka dukanya?

Tips Menghilangkan Trauma Anak yang Terjatuh saat Belajar Berjalan 

Hai Moms, menjelang usia anak setahun biasanya sudah mulai ada tanda-tanda anak kita berani berdiri sendiri.

Bantu Bunda Menjemur Baju Yuk, Nak!

Kemarin Faruq mencoba membantu bunda untuk menjemur baju, aktivitas ini mungkin terdengar tak biasa.

Pentingnya Pengenalan Profesi pada si Kecil

Mengenalkan berbagai profesi pada si kecil tentu bermanfaat ya moms.

Buku Jiwaku dan Anakku

Sejak di dalam kandungan, aku suka membacakan Felicia buku di sela-sela kegiatanku setelah selesai mengajar.

Anakku Hiperaktif Banget...

Moms punya kendala yang sama gak? Jujur saya sebagai orang tua yang mengurus mereka sendirian kewalahan hadapinya.

Kenapa si Kecil Senang Mencorat-Coret Seisi Rumah?

Si Kecil suka corat coret tembok? Yuk terapkan tips berikut ini untuk mensiasatinya

Seberapa Penting Pendidikan Anak di Bawah Umur?

Di masa golden age, alangkah baiknya jika anak dibiarkan tumbuh dan berkembang bersama ibunya di rumah.

Respon Terhadap Anak Kidal

Hai Moms, pernah tidak memperhatikan tangan anak kita, mana yang lebih aktif? Kanan atau kiri?

Mengenalkan si Kecil dengan Dunia Hewan di Taman Safari

Mengenalkan si Kecil dengan dunia luar sedari kecil ternyata baik untuk membantu tumbuh kembangnya ya Moms.

Anak Kecanduan Nonton TV? Ini Solusinya!

Menurut artikel yang pernah aku baca, dalam sehari anak di atas 2 tahun boleh nonton TV tidak lebih dari 30 menit.

Jangan Tumpuk Bukunya, Tapi Cintai dan Maknai Isinya

Sejak kecil anak saya memang sudah dikenalkan pada buku, dari mulai usianya 3 bulan sampai sekarang 21 bulan.

Apa Itu Fase Terrible Two? Kenalan Yuk Moms

Menjelang usianya 2 tahun abram mendadak lebih suka berteriak, menangis, dan sering tantrum?

Manfaat Playdate bagi Moms & si Kecil

Bagi saya pribadi, playdate bukan sekedar kumpul-kumpul, apalagi yang beneran cuma kumpul terus pada diem

Usia 18 Bulan, Anakku Sudah Bisa Berhitung 1-10 dalam 3 Bahasa! Apa Tipsnya?

Anak usia 18 bulan sudah harus belajar 1-2 patah kata, setidaknya sudah mengerti lebih dari 20 kosakata.

Anak Juga Butuh Sosialisasi

Bersosialisasi berarti berinteraksi dengan orang lain. Balita juga perlu bersosialisasi lho Moms.