Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Sayang Anak, Bukan Berarti Harus Memenuhi Semua Keinginannya

MY STORY  |  PARENTING  |  TODDLER  |  26 Jun '19


Dalam tahap perkembangan anak, akan ada fase terutama saat usia 1-3 tahun, di mana anak cenderung egois dan memaksakan kehendaknya. Segala sesuatu yang diinginkan harus Moms berikan. Apalagi anak saat usia tersebut sudah bisa melihat dan memilih sendiri apa yang dia inginkan. Nah di saat seperti ini sangat berisiko jika memberikan semua yang diinginkan, akan berdampak buruk hingga dewasa nanti.

Saya sering melihat anak-anak di Mall, toko mainan, ataupun tempat perbelanjaan yang pulang dengan orang tuanya dalam keadaan menangis dan berteriak seolah menginginkan sesuatu, dan ini sering saya lihat. Terkadang membawa anak ke tempat bermain atau Mall menjadi momok yang menakutkan buat orang tuanya sendiri, terkadang anak menginginkan sesuatu yang dilihatnya, tetapi orang tuanya tidak memberikan dan akhirnya anak harus dibawa pulang dengan menangis dan teriak-teriak, itu yang membuat orang tua menjadi takut dan malah berpikir lebih baik tidak membawa anak daripada harus pulang dengan menangis.

Kebiasaan anak seperti itu tidak bisa dibiarkan ya Moms. Itu tidak akan baik untuk tumbuh kembangnya. Sekali-kali tidak masalah memberikan yang anak inginkan, tetapi jika terlalu sering itu juga tidak akan baik, apalagi saat anak menangis dan meminta sesuatu langsung diberi, justru itu yang akan membentuk kebiasaan anak. Jika nanti tidak dituruti keinginannya, dia akan kembali melakukan hal yang sama agar keinginannya dituruti oleh orang tuanya.

Saya sendiri tidak membiasakan anak saya, bukannya tidak mau memberikan, hanya saja anak harus diajarkan bahwa segala sesuatu tidak semuanya bisa kita miliki. Dan ini kebaikan luar biasa yang saya ajarkan sejak dini. Anak saya saat diajak ke toko mainan, ke baby shop pun tidak pernah merengek ataupun menangis apalagi sampai mengamuk minta dibelikan sesuatu. Kadang cuma lihat-lihat dan dipegang-pegang saja, itu pun kalo memang sudah waktunya beli mainan, dia gak pernah minta, harus kita tawarkan dulu. Saat ditanya "Kk mau mainan ini? Mau beli ini?" Anak saya jawabnya "Memang boleh, ma?" kalo boleh "Iya, kk mau", kalo dibilangin "nanti aja ya nak," anak saya cuma ngomong "Iya, nanti kalo ada rezeki." Karena saya memang mengajarkan kebiasaan ini ke anak dan menjadwalkan kapan waktunya untuk membeli mainan, biar anak juga disiplin dan menghargai barang atau apa pun yang dia miliki.

Tidak memberikan apa yang diinginkan anak itu bukan berarti gak sayang kan Moms. Karakter anak dibentuk sedari dini, jangan sampai bentuk kasih sayang Moms yang kurang tepat penempatannya malah akan memberikan dampak buruk untuk perkembangan anak kita. Mengajarkan sedari dini gak masalah, anak pasti akan mengerti selama Moms memberikan pengertian dan dijelaskan baik-baik.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

514 Azizah Idris

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Terrible Two or Terrific Two, Yang Mana Yang Cocok untuk si Kecil?

Si Kecil sering tantrum? Tenang Moms, you're not alone. Yuk simak cerita berikut ini.

Tips & Tricks Potty Training Ala Mama Alby

Moms sedang mempersiapkan si Kecil untuk potty training? Simak tips dan trik berikut ini ya.

Proses Menyapih si Kecil Serta Berbagai Persiapannya Part 2

Yuk simak lanjutan cerita Mom Risya berikut ini tentang proses menyapih.

Kapan Sebaiknya Mengajak Si Kecil Gowes?

Mengajak anak gowes, sebaiknya dimulai sejak usia berapa? Kami pun berusaha mencari informasi sebanyak mungkin untuk memenuhi kualifikasi tersebut.

Yuk, Moms, Cegah Stunting Sejak Si Kecil dalam Kandungan!

Stunting adalah gangguan pertumbuhan yang harus diatasi sejak dini. Simak penyebab, dampak, dan cara mengatasi stunting pada anak berikut ini.

Belajar Mengenal Angka dengan Tempelan Kulkas

Saya sedang mengajari Stacy untuk mengenal bentuk angka-angka. Namun, saya ingin mengajarinya sambil bermain sehingga Stacy senang dan [...]

Mari Menjalani Fase Teribble Two dengan Bahagia

Keputusan menjadi orang tua dibutuhkan sebuah komitmen yang kuat dan bukan perkara yang mudah.

Bagaimana agar si Kakak Tidak Cemburu pada Adiknya

Pertanyaan ini sering muncul di hati saya sejak saya mengandung anak ke 2. Moms and Dads juga mengalami yang sama? Yuk simak berikut ini.

Role Model Terbaik Adalah Ayahku

Proses mengandung, melahirkan dan membesarkan buah hati tidak hanya menjadi tugas ibu lho Moms!

Menghadapi Tantrum Anak Usia 14 Bulan

Tantrum, sebuah momok yang sudah tidak asing di telinga orang tua.

Tips agar Anak Tidak Menjadi Pelaku Bullying

Beberapa saat yang lalu warganet dikejutkan dengan kabar meninggalnya artis K-Pop yang bunuh diri karena depresi

Tips Memilih Tontonan Anak

Peran kita sebagai orangtua dalam memberikan hiburan pada si Kecil sangat penting loh Moms

Meningkatkan Bonding antara Ayah dan si Kecil saat LDM

Long Distance Marriage adalah sebuah istilah yang dibuat untuk pasutri yang menjalani pernikahan jarak jauh.

Mengatasi Rasa Cemburu Kakak Terhadap Adik Barunya

Saya ingin sharing tentang pengalaman menjadi Mom of two, karena tanggal 2 November lalu saya melahirkan anak kedua.

Disiplin saat Masih Balita, Pentingkah?

Saat menjadi ibu, naluri & pemikiran saya berkembang, naluri melindungi, menyayangi dsb yang menyangkut anak saya.

Tips Mengajarkan Kakak Menyayangi Adiknya Sejak di Dalam Perut

Walau Daud masih kecil banget & belom ngerti apa itu adik, aku berusaha banget untuk kasih tau dia dari sekarang

Berbagai Aktivitas Agar si Kecil Betah di Dalam Pesawat

Aktivitas berikut ini bisa moms coba agar si Kecil betah di dalam pesawat lho

Punya Dua Balita, Moms Harus Siap Jadi 'Super Mom'

Saya memiliki 2 balita dengan jarak yang cukup dekat, saya jaga & besarkan sendiri tanpa bantuan nanny atau orang tua.

Saat si Kecil Bertanya: Kenapa Bunda Bisa Hamil?

Moms, pasti pernah ya berada dalam momen seperti itu. Atau si Kecil bertanya, aku lahir dari mana sih Bunda?

Orangtua Selalu Membandingkan Anak, Ini Dampak Negatifnya!

Pernahkah di antara kita sebagai orang tua membandingkan anak sendiri dengan anak orang lain atau antar saudaranya?