Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Saya Pejuang Kolostomi

MY STORY  |  OTHERS  |  04 Jan '19

Hai mommy, perkenalkan saya seorang mama dengan anak yang luar biasa. Anak saya terlahir prematur dengan kelainan bawaan atresia ani (tidak punya lubang anus) dan disertai fistula (ada lubang antara saluran BAB dan BAK). Yuk mari kita mengenal apa itu atresia ani.

Atresia ani atau disebut juga anus imperforata adalah salah satu jenis cacat lahir yang terjadi saat usia kehamilan mencapai 5-7 minggu, di mana perkembangan bentuk rektum (bagian akhir usus besar) sampai lubang anus tidak sempurna. Kondisi ini terjadi pada 1 dari 5.000 bayi, dan merupakan kondisi serius yang perlu ditangani segera dengan operasi.

Terdapat beberapa bentuk dari atresia ani, sebagai berikut:

  • Lubang anus yang menyempit atau sama sekali tertutup.
  • Terbentuknya fistula atau saluran yang menghubungkan rektum dengan kandung kemih, uretra, pangkal penis, atau vagina.
  • Rektum yang tidak terhubung dengan usus besar.

Pada kasus anak saya, ia mengalami ketiganya, lubang anus tertutup, terbentuk fistula, dan rektum tidak terhubung. Saya mencari tahu penyebabnya. Pada kondisi normal, lubang anus, saluran kemih, dan kelamin janin terbentuk pada usia kehamilan tujuh hingga delapan minggu melalui proses pembelahan dan pemisahan dinding-dinding pencernaan janin. Gangguan pada masa perkembangan janin inilah yang akan menyebabkan atresia ani. Kemudian saya mengingat kembali, bahwa pada usia kehamilan itu saya sempat perdarahan (abortus iminens), mungkin kegagalan pembentukan tersebut terjadi saat saya mengalami perdarahan. 

Bayi yang lahir dengan kondisi atresia ani memiliki gejala sebagai berikut:

  • Lubang anus sangat dekat dengan vagina pada bayi perempuan.
  • Lubang anus tidak di tempat yang semestinya, atau tidak terdapat lubang anus sama sekali.
  • Tinja pertama tidak keluar dalam jangka waktu 24-48 jam setelah lahir.
  • Tinja keluar dari vagina, pangkal penis, skrotum, atau uretra.
  • Perut membesar.

Tindakan yang dilakukan setelah USG dan rontgen adalah melihat seberapa grade atresia ani tersebut, ada yang bisa langsung tusuk anus merobeknya saja, ada juga yang harus operasi pembuatan kolostomi (pembuangan sementara di perut), anak saya termasuk yang menggunakan kolostomi. Bagi saya tindakan yang diberikan harus segera dan harus percaya dengan pilihan terbaik menurut dokter yang berwenang, karena itu yang akan menyelamatkan anak. 

Untuk perawatan setelah operasikolostomi pun, anak akan BAB normal melalui perut, ditampung menggunakan kantong kolostomi yang dapat dibersihkan setiap sudah penuh, setelah dirasa cukup berat badan dan kondisi anak sudah pulih, maka akan dilakukan operasi kedua yakni perineal anoplasty, yng merupakan pembuatan lubang anus disertai penutupan fistula (jika ada).

Setelah itu pasien akan menjalani businasi (colok anus) menggunakan alat yang dimasukan ke anus buatan diawali dengan nomor paling kecil hingga nomor paling besar. Setelah dirasa sempurna lubang anus yang dibuat, maka akan dilakukan penutupan kolostomi dan usus akan disambungkan pada saluran yang seharusnya. Anak dapat BAB normal seperti anak lainnya. Bagi saya ini adalah hadiah, karena saya bisa belajar banyak hal dari anak saya. 

Semoga bermanfaat.

By: Sobrina F Nisa

Copyright by Babyologist

258 Sobrina F Nisa

Comments

Related Stories