Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Satu Anak Cukup Atau Nambah Lagi Ya?

MY STORY  |  PREGNANCY  |  22 Apr '19

Halo Moms, kali ini saya akan menceritakan bagaimana tekad bulatnya saya dan pasangan untuk menetapkan berapa kelak anak yang akan kami miliki dan kami besarkan.

Banyak yang bilang kalau punya anak 1:

  • Aduuh satu mana cukup? Kasian lho dia gak punya saudara kandung
  • Nanti besarnya jadi egois lho karena tidak punya adik untuk sharing dan curhat
  • Tambah 1 lagi aja siapa tau dapat sepasang (laki dan perempuan)

Pernikahan saya baru seumur jagung, dan belum genap 2 tahun. Pada awal pernikahan saya masih merasa anak tunggal nanti akan menjadi egois, karena berdasarkan teman-teman di sekolah rata-rata seperti itu. Yah kita pasti tau anak tunggal itu dinomorsatukan (kalau bukan dia, masa anak orang lain kan hehe) dan semua kebutuhannya serba the best (bukan mahal, walaupun ada yang dimanjakan dengan barang-barang mewah dan mahal).

Namun hal pemikiran itu lambat laun saya bisa kurangi dan saya gantikan dengan menempatkan mind set saya seperti ini anak hanya 1, maka:

  1. Rumah tangga saya akan lebih akrab dan lebih intim karena dengan kehadiran 1 anak, kita akan saling memperhatikan dan saling menyayangi antara Daddy, Mommy dan Kid

  2. Keuangan keluarga akan lebih mudah dialokasikan dibanding memiliki lebih dari 1 anak. Maksudnya dalam hal ini saya dan suami bisa menyediakan semua sandang, pangan dan papan yang cukup dan bisa menginvestasikan mungkin beberapa properti untuk anak, dan setelah anak telah dewasa, maka sudah saatnya kami sebagai orangtua dapat bersantai menikmati hari tua. Bukan bermalas-malasan namun pemikiran ini saya pertegas dengan contoh orang luar negeri yang memiliki sedikit anak, dan dapat menikmati hari tua dengan bahagia.

Memang banyak yang menjadi manja dan egois, namun sifat tersebut tidak dapat Moms bentuk, bahkan dalam kandungan pun kita tidak dapat menciptakan karakter anak. Tergantung pada kita bagaimana kita memberikan rewards, bukan memanjakan lho ya (boleh dilihat story saya dengan judul "Pelit Terhadap Anak, Wajar Atau Lebay?" mengenai cara mendidik anak dengan memberikan rewards saat jalan-jalan ke luar negeri).

Tanpa rasa munafik, saya dan pasangan bermula dari keluarga dengan lebih dari 3 anak, dengan melewati masa krisis moneter dan berbagai kesulitan lainnya, kami memutuskan untuk hanya memiliki 1 anak saja. Karena yang terpenting adalah keharmonisan dan kebahagiaan kami berdua dari perjanjian pernikahan kami hingga maut memisahkan. Dengan adanya cinta dan kebahagiaan di antara kedua orangtua, maka anak pun akan tertanam hidup dalam rasa cinta kasih dan siap untuk menghadapi kehidupan rumah tangganya kelak.

Mungkin beberapa Moms setuju dengan pemikiran saya, namun pasti banyak juga Moms yang tidak setuju. Story kali ini saya bagikan mungkin akan berguna bagi Moms yang masih ragu 1 anak saja atau tambah lagi.

Apapun keputusan kalian Moms, tetap semangat ya Moms! Sebab setiap anak adalah titipan Tuhan yang telah dipercayakan kepada Dads and Moms di dunia.

Semoga bermanfaat.

By: Tyniya Suteja

Copyright by Babyologist

103 Tyniya Suteja

Comments

Related Stories