Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Sambut Adaptasi Kebiasaan Baru, Kenali Bedanya Gejala Alergi dan Corona

BABY  |  BRANDS  |  14 Sep '20


Tidak seorang pun luput dari risiko terpapar virus Corona, baik itu dari kalangan usia muda maupun usia lanjut. Meski demikian, kasus positif Corona anak-anak tercatat sebagai yang paling sedikit di dunia. Fakta tersebut, dipadukan dengan kenyataan bahwa kasus Corona pada anak-anak biasanya hanya ringan hingga sedang, membuat para orang tua bisa sedikit lega.  

Akan tetapi, karena belum ada tanda-tanda bahwa pandemi virus ini akan segera berakhir, kita harus siap-siap menjalani rutinitas seperti biasa berdampingan dengan virus mematikan ini. Moms & Dads sebagai orang tua tentu memiliki kekhawatiran tersendiri tentang bagaimana menjalani kehidupan di masa Adaptasi Kebiasaan Baru ini. Terlebih lagi, apabila si Kecil memiliki alergi tertentu. 

Alergi adalah reaksi yang ditimbulkan oleh sistem imun sebagai respons terhadap suatu zat yang dinilai membahayakan tubuh. Zat tersebut, yang disebut alergen, bervariasi pada setiap orang. Ada orang yang alergi makanan tertentu, debu, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, gigitan serangga, obat-obatan tertentu, dan lain sebagainya. 

Gejala alergi dapat ditunjukkan oleh bagian tubuh mana pun. Eksim, misalnya, dapat membuat kulit memerah. Sementara itu, rinitis alergi memiliki gejala di antaranya mata gatal dan berair, hidung tersumbat, dan batuk-batuk.  

Pada kenyataannya, banyak gejala alergi yang mirip-mirip dengan gejala Corona. Saat si Kecil menunjukkan gejala demikian, Moms mungkin menjadi takut bahkan paranoid jangan-jangan buah hati tersayang terpapar virus membahayakan tersebut. Karena itulah, yuk, Moms, kenali lebih baik bedanya gejala alergi dan Corona sehingga Moms bisa mengambil tindakan tepat. 

Kapan seseorang menunjukkan gejala terpapar virus Corona 

Gejala Coronavirus tidak langsung muncul begitu saja. WHO menyebutkan bahwa seseorang yang terpapar virus Corona biasanya baru menunjukkan gejala-gejala setelah 2 hingga 14 hari setelahnya. Beberapa orang juga dapat terinfeksi virus dan tidak menunjukkan gejala sama sekali bahkan tetap terlihat sehat. Kendati orang-orang tersebut tidak merasa sakit, mereka tetap dapat menularkan virus ke orang lain. Mereka disebut sebagai carrier virus. 

Perbedaan antara gejala alergi dan Coronavirus 

Meski tampak serupa, tubuh merespon alergen dan virus Corona secara berbeda. Perbedaan gejala tersebut, sebagaimana dikemukakan oleh Departemen Kesehatan dan Lingkungan Kansas, Amerika Serikat, adalah sebagai berikut:

Sumber: KDHEKS.GOV 

Gejala alergi yang bukan merupakan gejala Coronavirus 

Perbedaan mendasar antara gejala alergi dan gejala Coronavirus adalah alergi memiliki gejala yang kronis. Jika si Kecil memiliki alergi terhadap makanan tertentu, produk susu misalnya, dia akan menunjukkan gejala yang sama setiap kali terpapar alergen tersebut.

Gejala Coronavirus yang unik 

Sementara itu, orang yang terpapar virus Corona memiliki gejala yang unik yaitu napasnya pendek-pendek. Meski gejala ini juga tidak selalu muncul dalam kasus positif Corona, gejala napas pendek itu akan muncul sebelum virus Corona dapat menyebabkan pneumonia. Dr. Subinoy Das, Kepala Petugas Medis di Tivic Health, mengatakan bahwa sesak napas yang dirasakan orang yang sakit flu biasanya tidak separah sesak napas penderita positif Corona. Sesak napas yang diderita pasien Corona seringkali muncul pada hari ke-5 hingga 10 sejak gejala demam muncul. 

Upaya pencegahan virus Corona yang harus Moms lakukan

Si Kecil yang sedang memasuki masa keemasan tumbuh kembangnya adalah orang yang paling rentan sakit. Karena belum dewasa, sistem tubuhnya masih berkembang alias belum sempurna. Jagalah agar kondisi tubuhnya tetap fit sehingga tidak mudah terserang penyakit. Berikan makanan sehat seperti sayuran, buah, protein, dan karbohidrat agar tubuhnya menyerap nutrisi yang dibutuhkannya untuk bertumbuh kembang sekaligus menguatkan imunnya sebagai benteng pencegah tertularnya virus penyakit. Imbangi konsumsi makanan bergizi dengan olahraga teratur supaya tubuh tetap bugar. 

Perlu Moms tahu, seiring dengan bertumbuhnya si Kecil, nutrisi dari makanan saja tidaklah cukup. Dia perlu mengonsumsi suplemen makanan tambahan, salah satunya susu pertumbuhan. Susu pertumbuhan dari susu sapi memang mengandung banyak sekali nutrisi tambahan yang diperlukan si Kecil. Namun, susu sapi tidak bisa diberikan kepada anak yang memiliki alergi susu. Jika si Kecil alergi susu sapi dan produk susu, tidak perlu khawatir, Moms, ada susu pertumbuhan berbahan dasar soya.  

Kandungan susu soya tidak kalah efektifnya dengan susu sapi dalam menunjang pertumbuhan si Kecil. Cek komposisi yang tertera dalam kemasan susu soya tersebut. Pilihlah susu soya yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menyehatkan saluran cerna si Kecil yaitu yang mengandung DHA, Nukleotida, Zinc, Prebiotik FOS, dan Probiotik Triple Bifidus. Dengan susu soya yang tepat, si Kecil akan memiliki pertahanan tubuh ganda melawan penyakit dan terhindar dari gejala karena alergi susu. 

 

Referensi: Bangkok PostKansas Department of Health and Environment 

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

6050 Morinaga Platinum

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Babyo Review: Babycare Baby Light Stroller

Stroller alias kereta dorong bayi merupakan perlengkapan travelling bayi yang perlu&

Moms, Inilah Daftar Perlengkapan Newborn Selama Pandemi

Kelahiran seorang bayi tentunya sangat ditunggu-tunggu setiap orang tua dan keluarganya. Sebelum

Manfaat Aroma Green Tea pada Minyak Telon si Kecil

Apa manfaat aroma green tea pada minyak telon bayi? Mari simak bersama berikut ini.

Si Kecil Tidur Nyenyak, Kedamaian Bagi Moms and Dads

Salah satu cara mendukung pertumbuhan si Kecil di masa 1000 hari pertamanya adalah dengan memastikan ia tidur nyenyak. Simak berikut ini yuk Moms.

Sentuhan Moms, Jawaban untuk Perut Kembung si Kecil

Salah satu ketidaknyamanan yang sering dialami oleh bayi adalah perut kembung. Yuk, simak cara mengatasinya berikut ini.

Yuk! Kenalan sama Telon Doodle yang Wanginya Beda

Moms, tahukah Anda bahwa minyak telon Doodle memiliki wangi yang khas dan bisa menjadi aromatherapy? Simak yuk.

5 Manfaat Minyak Telon untuk si Kecil

Minyak telon tentulah bukan barang yang asing bagi Moms. Sebetulnya, apa sih manfaat minyak telon itu? Yuk simak berikut ini.

Anak Ikut Kursus Renang? Ini Dia Manfaat Kece yang Bisa Moms Dapatkan!

Apa saja manfaat yang bisa didapatkan dari berenang? Yuk, simak berikut ini.