Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Review Momilen Nursing Cream : Solusi Puting Lecet Ibu Menyusui

MY STORY  |  PARENTING  |  REVIEWS  |  09 Mar '20


Sebagai ibu baru, Moms mungkin pernah mengalami puting payudara lecet, kering, atau pecah-pecah akibat isapan si Kecil saat menyusu. Terkadang, para ibu menyusui bingung cara mengatasi sakit dan perih pada puting karena nantinya tentu si Kecil akan menyusui lagi pada payudara.

Dulu, waktu saya menyusui Kakak Dastan, puting saya juga lecet bahkan hingga berdarah-darah. Saya pun kaget ketika saya memompa ASI, ASI saya kemerah-merahan karena sudah bercampur darah. Tentu, saya harus membuang ASIP tersebut.

Karena memang pada awal bayi menyusui, dia belum pandai menyusu sehingga posisi perlekatan belum sempurna. Bagian areola payudara belum secara penuh masuk ke dalam mulunya sehingga puting terjepit di antara lidah dan langit-langit si Kecil. Inilah yang menyebabkan puting lecet. Saya pun berinisiatif untuk mencari tahu krim yang tepat untuk mengatasi puting lecet.

Momilen Nursing Cream bisa menjadi solusi agar puting payudara tidak lecet. Ini memang dirancang sebagai perawatan untuk puting ibu menyusui. Bahan-bahan yang terkandung didalamnya juga aman sehingga Moms tidak perlu khawatir. Kandungan emolien, vitamin E, elastis dan kolagen yang keseluruhan terdapat pada Momilen Nursing Cream ini aman untuk perawatan kulit dan dapat menjaga elastisitas kulit serta menghaluskan kulit.

Cara pemakaian Momilen Nursing Cream ini juga sangat mudah. Moms hanya perlu mengoleskannya pada bagian puting yang luka dan diamkan sebentar. Tetapi, jangan lupa membilasnya terlebih dahulu sebelum Moms kembali menyusui si Kecil. Moms dapat membilasnya dengan handuk dan air hangat hingga kembali bersih.

Harga Momilen Nursing Cream sekitar Rp25.000 jadi saya rasa cukup terjangkau. Jangan lupa simpan Momilen Nursing Cream ini di tempat yang kering dan jauh dari paparan langsung sinar matahari.

Berikut ini beberapa cara yang dapat Moms lakukan untuk mengatasi puting lecet.

  1. Moms dapat mengeluarkan sedikit ASI yang Moms miliki kemudian mengoleskannya kepada bagian puting yang luka. ASI memiliki anti bakteri yang mampu mengobati puting lecet.
  2. Usahakan untuk tidak menggunakan sabun, lotion, atau apapun pada bagian puting yang luka. Cukup bilas puting dengan menggunakan air bersih.
  3. Kompres payudara dengan handuk kecil dan air hangat.
  4. Pastikan kondisi payudara kering sebelum mengenakan bra supaya tidak lembab. Jangan mengenakan bra yang ketat.
  5. Oleskan cream khusus untuk mengatasi puting lecet sehabis menyusui. Jangan lupa membersihkan kembali ketika akan menyusui si Kecil.
  6. Moms bisa membantu membenarkan posisi menyusui misalnya membantu menempatkan areola tepat pada mulut bayi saat menyusui sehingga mengurangi rasa sakit akibat perlekatan mulut yang belum sempurna

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

643 Dinar Indah Palupi

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Review Playground: Playtopia Pesona Square Depok

Karena bosan dengan playground yang ada di Bogor, maka saya mengajak si Kecil untuk bermain di salah satu playground di daerah Depok. Playground [...]

Review Buku Parenting Anti Panik Mengasuh Bayi untuk Newbie Moms

Sebagai Newbie Mom, buku Anti Panik Mengasuh Bayi ini menurutku sangat recommended untuk mamak milenial jaman now.

Uncensored: Buku Penyelamat Pasutri & Payahbu

Kompleks. Itulah kesan saya terhadap buku ini. Sesuai dengan tema yang diangkat tentang kehidupan pasutri.

Review Buku Best Seller: Anti Panik Mengasuh Bayi 0-3 Tahun

Adakah Moms yang pernah kebingungan saat harus merawat anak pertama? Berarti kita merasakan hal yang sama.

Deli Watercolor Pen: Spidol Bebas Racun

Baru berusia 1 tahun, Mom Monica sudah mengajari anaknya mengenal warna dengan spidol. Mengapa memilih Deli?

Pertimbangan saat Akan Memasukkan Anak ke Sekolah

Setiap Moms tentu ingin memberikan yang terbaik bagi si Kecil, termasuk juga ketika ingin memberikan edukasi.