Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Review Horigen Grace Breast Pump

BABY  |  FEEDING  |  MY STORY  |  REVIEWS  |  11 Dec '19


Selamat pagi Moms! Bagaimana kegiatan pumping Moms pagi ini? Saya doakan hasilnya mencukupi untuk si baby ya Moms. Hari ini saya mau membagikan pengalaman saya menggunakan pompa ASI Horigen Grace yang sudah menemani perjalanan menyusui saya selama 5 bulan kurang 4 hari.

Sebelumnya, Saya mau cerita dulu bagaimana kami dipertemukan. Sebelum saya lahiran, Saya sudah mempersiapkan pompa ASI untuk baby saya, kaka Hanna, yaitu Spectra 9+. Saya pilih pompa tersebut karena kecil bentuknya, gampang dibawa ke mana saja dan tarikannya kuat.

Setelah melahirkan, langsung saya cobalah pompa ini. Ternyata di saya tidak cocok. Tarikannya sangat kuat. Puting bengkak dan lecet mengelupas. Kegiatan pumping menjadi sangat menyakitkan dan paling banyak hanya keluar 10 ml selama seminggu pemakaian. Saya mengalami mastitis karena PD selalu dalam kondisi penuh.

Saya mencoba mencari sumber kegagalan pumping saya. Ternyata kesalahan utama ada di corongnya. Puting saya terlalu kecil untuk ukuran corong 24 mm Spectra. Saya mencoba mencari ukuran yang sesuai dengan saya, 18 mm, tetapi tidak saya temukan di e commerce Indonesia mana pun.

Hingga sampailah iklan Horigen breastpump secara tidak sengaja di depan mata saya. Saya buka akun Instagramnya dan Eng Ing Eng... Corong silikonnya 3D dong..

Mereka mengklaim tidak perlu gonta ganti ukuran corong karena sistem 3Dnya akan mengikuti sesuai bentuk puting. Setelah membaca reviewnya, saya sangat tertarik. Hati yang impulsif ini ingin segera mengklik -Bayar. Tapi, saya tidak mau membuang uang untuk hal yang tidak pasti.

Saya memutuskan rental terlebih dahulu. Pilihan saya waktu itu adalah Horigen chicture yang bisa double pumping. Selama 3 minggu saya rental, saya sangat puas dengan performanya. Saya bisa dapat 120 ml sekali pompa di usia kaka Hanna 1 bulan. Puting saya tidak lecet lagi dan proses menyusui menjadi menyenangkan. Saya fix akan beli Horigen.

Saya yang lebih nyaman menggunakan single pump akhirnya memilih membeli Horigen grace yang sama persis dengan chicture tapi Single pump. Berikut kelebihan dan kekurangan pompa Horigen berdasarkan yang saya alami.

Kelebihan:

1. 3D breastpump -> Corong Silikon

Ini paling luuuuv! Menyelesaikan masalah perbedaan ukuran tanpa harus beli2 corong tambahan. Bahan silikonnya juga lembut saat terkena PD. Selama penggunaan corong, puting saya tidak pernah lagi lecet dan bengkak. Efektif dan efisien!

2. 9 level stimulation dan 9 level expression

Stimulation itu kayak di massage gitu, semakin tinggi levelnya semakin cepat ritmenya dan semakin kencang tekanannya. Beda dengan expression. Kalau expression, semakin tinggi levelnya semakin lambat ritmenya semakin tinggi tekanannya.

Nah, dia rentang varian levelnya luas. Saya suka mengeksplor level stimulation dan expressionnya. Bukan berarti semakin tinggi levelnya maka semakin banyak yang keluar ya Moms. Tapi semakin nyaman, maka hasil semakin banyak.

Sekarang sih saya bertahan di stimulation level 6 dan expression level 3. Terkadang, stimulation level 1 sudah membuat saya geli dan rileks dan justru cepat LDR.

3. Tarikan mesin yang lembut

Menurut saya, tarikannya Horigen ini lembuuut banget. Tidak seperti pompa yang saya gunakan sebelumnya. Tarikan yang terlalu kencang bisa menyakitkan loh Moms dan jelas stres karena kesakitan itu menurunkan hasil pumping.

Kadang saking lembutnya suka tidak berasa lagi di pumping, seperti kalau anak saya lagi menyusui.

4. Suara tidak bising

Horigen ini hanya 60db. Kalau pompa saya dulu saat saya pumping kaka Hanna pasti bangun. Kalau ini, dia ga kebangun. Mungkin pengaruh getaran yang lebih ringan juga.

5. Timer yang unik

Ini menurut preferensi masing-masing ya. Kalau pompa biasa, setting waktunya dari 0-30 menit kalau Horigen justru terbalik dari 30-0. Jadi, saya bisa tau berapa menit lagi nih pumpingnya. Kalau saya lagi kerja, tanpa menghitung, saya jadi bisa memperkirakan, "hmm berarti ini 5 menit lagi udahan."

Dan entah kenapa, secara psikologis saya tersugesti untuk lebih santai pumpingnya. "Oh tinggal 5 menit lagi," bukan yang "Aduh udah 25 menit nih"

6. Portable rechargeable battery

Ini penting buat working Mom seperti saya yang mobilitasnya tinggi. saya tidak bisa kalau pumping harus sambil nyari colokan. Duh, keburu mastitis deh. Saya suka kalau dia bisa dipakai sambil dicolok atau dilepas, kayak handphone lah.

7. Closed system

Bagus karena ASI tidak akan masuk ke mesin. Jadi mesin tidak mudah rusak.

8. Touch screen dan Desain elegan

Nah ini nih, desain mesinnya itu simpel. Monokrom gitu. layarnya hitam dan dasarnya putih. Layar hitam itu sudah touchscreen dan saat dinyalakan, seperti komputer, muncul huruf LED warna biru. lucuuuu!

Awal dulu pas rental Horigen chicture yang touch screen, saya sempat bingung. Kenapa tidak bisa nyala padahal sudah saya pencet2. Bisa nyala hanya pas saya colok ke listrik. Ternyata, di bawah mesinnya ada lagi tombol on-off kayak mobil tamiya zaman dulu. Kalau sedang off, maka fungsi touchscreennya tidak akan hidup. mungkin ini untuk meminimalisir tiba2 kepencet saat sedang tidak dipakai. Menurut saya, ide ini cukup brilian untuk menghemat baterai.

9. Fungsi Memori

Horigen punya fitur fungsi memori untuk mengingat setingan favorit. Nah btw, Horigen juga punya fase unik. Kalau di Horigen, begitu nyala akan terpampang fase expression setelah 2 menit akan berpindah langsung ke fase expression fav kita tanpa pencet tombol expression. Fase ini bikin LDR lebih cepat dan lebih sering.

Kalau saya, setiap kali saya pakai otomatis muncul mode stimulation level 1, saya naikin ke level 6, setelah 2 menit akan pindah otomatis ke expression level 3.

10. Pengatur tekanan otomatis untuk merawat PD

Nah, untuk yang ini saya kurang begitu paham. tapi memang dengan Horigen, PD tidak sakit dan tidak lecet.

Kekurangan:

1. Suka lepas sambungan antara corong dan badan pompa

Kalau merek lain corong itu sudah termasuk badan pompa, tempat selang disambungkan. Kalau Horigen terpisah. Kalau saat memasangnya buru-buru dan kurang kencang, suka lepas sambungan corongnya.

2. Harga

Harganya masih di atas 1 jutaan. sekitar 1.3 juta. Masih mahal menurut mama 🙃

Dengan kelebihan sebanyak itu, kekurangannya bisa ditoleransilah hehe. Proses menyusui itu tidak mudah. Memilih breastpump yang cocok juga tidak mudah. Tapi kalau sudah bertemu, seperti sudah bertemu jodoh. Semoga review ini bisa membantu mama menemukan pompa jodohnya.

Sekian review dari mama Hanna. Semoga bermanfaat ❤🙏

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

494 Muthy Husnayain

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Review Baby Safe Twin Bottle Warmer

Perlengkapan baby yang wajib punya menurutku adalah bottle warmer untuk memanaskan ASI dari chiller atau freezer.

Review Botol Susu Comotomo

Berawal dari postingan dan review ibu2 IG mengenai botol ini. Katanya bagus biar anak ga bingung puting.

Review Botol Susu MAM: Botol Susu Anti Kolik untuk Ghilman

Pernahkah Moms kebingungan saat memilih botol susu untuk anak? Bingung karena takut si Kecil tidak nyaman?

Review Brother Max Milk Powder Dispenser by Mom Intan

Ini dia, Milk Powder Dispenser dari Brother Max yang smart dan menjadi simple solution ya Moms.

Review Baby Loop 4 Stages Nursing Pillow

Pengalaman menyusui bagiku seperti memasuki dunia yang baru setelah melewati fase hamil & melahirkan.