Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Rahasia Tersembunyi Susu UHT

FEEDING  |  23 May '18


UHT merupakan singkatan dari kata Ultra High Temperature Processing. Hampir semua produk susu kemasan diberi label “UHT” disebut dengan susu UHT yang mana merupakan istilah industri untuk produk susu yang disimpan tanpa lemari pendingin. Produk susu ini diproses dalam pengolahan bertemperatur sangat tinggi secara termal diatas suhu 2800 Fahrenheit atau 1350 Celcius selama minimal 2 detik, baik itu sesudah ataupun sebelum pengemasan, sehingga menghasilkan produk susu yang memiliki masa simpan yang panjang. Dengan dipanaskan menggunakan suhu bertemperatur tinggi, kuman-kuman dan spora maupun bakteria dan mikroorganisme akan hilang seketika, serta guna memastikan tidak rusaknya vitamin dan protein yang terkandung didalamnya. Dalam proses UHT, selanjutnya susu akan segera didinginkan setelah dipanaskan. Susu didinginkan dalam suhu 4 – 50 Celcius. Karena susunya diproses dengan menggunakan suhu yang sangat tinggi, maka pada produk susunya akan muncul sedikit rasa gosong. Namun, biasanya produsen produk olahan susu ini melakukan beberapa cara untuk menghilangkan rasa dan aroma gosong tersebut, misalnya dengan menambahkan gula dan perasa. Produk susu hasil pengolahan UHT ini umumnya dapat disimpan selama 6 – 9 bulan sebelum dibuka.

Selain UHT, ada pula proses pengolahan susu dengan nama ultra-pasteurized yang mana susu dipanaskan dalam suhu 720 C dalam waktu 15 detik guna menghilangkan kuman dari dalam susu. Namun, dalam proses ini banyak yang menganggapnya kurang efektif untuk membunuh kuman dalam susu sebab kuman belum tentu mati dan waktu pemanasannya terlalu lama, sehingga bisa berpotensi menyebabkan nutrisi yang terkandung didalamnya hilang. Proses pengolahan susu UHT adalah proses perbaikan dari Ultra-Pasteurized. Sejarahnya, proses UHT susu ini dikenalkan oleh ilmuwan bernama Louise Pasteur pada tahun 1864. Awalnya, ilmuwan tersebut memakai cara UHT untuk mensterilkan wine dan bir. Lalu, beliau menemukan proses dan teknik pasteurisasi untuk susu. Lambat laun, proses ini semakin disempurnakan hingga akhirnya proses UHT susu dikenal secara luas. Namun, sampai sekarang, ada begitu banyak pro dan kontra terhadap proses pengolahan susu dengan cara UHT ini. Contohnya seperti anggapan bahwa panas dari proses UHT yang terlalu tinggi dapat merusak komponen-komponen protein dan juga enzim dalam susu.

Namun, hal tersebut sampai saat ini masih belum ada kepastiannya meski produk olahan susu dengan teknik UHT ini masih diperdagangkan dan dikonsumsi secara bebas.

Menindaklanjuti hal tersebut, mengingat proses pengolahannya yang berbeda dari susu biasanya, banyak yang khawatir dengan kandungan gizi dan tingkat keamanan dari produk susu olahan UHT. Maka, berikut ini akan kami sampaikan kepada anda mitos dan fakta terkait Susu UHT ini. 

  • Menurut kepercayaan umum yang berkembang, produk susu label UHT memiliki banyak manfaat sebagai susu lanjutan setelah ASI (Air Susu Ibu). Namun, susu jenis ini tidak disarankan untuk diberikan pada bayi. Sebaiknya, ​diberikan susu ini pada anak​ yang berumur diatas 12 bulan atau setelah berumur 1 tahun.
  • Hingga saat ini belum ada literatur ilmiah yang membuktikan bahwa susu segar lebih efektif dalam mencegah penyakit osteoporosis, meski banyak anggapan yang menyatakan hal tersebut. Penelitian justru menyatakan bahwa susu yang telah diproses dengan mesin UHT atau pasteurisasi tetap tidak mengubah sifat bioavailabilitas atau kecepatan penyerapan dan peredaran kalsium yang terkandung di dalam susu. Hal tersebut telah dibuktikan dalam eksperimen di laboratorium yang melibatkan tikus sebagai bahan percobaan. Serta, penelitian yang dilakukan kepada manusia dengan menggunakan Air Susu Ibu (ASI). Diketahui bahwa antara ASI yang dipanaskan dan tidak dipanaskan sama-sama tidak mempengaruhi proses penyerapan dan retensi zat kalsium, fosfor, dan natrium pada bayi prematur.
  •  Proses UHT melalui teknik pemanasan dengan suhu tinggi dalam beberapa waktu berakibat kepada penurunan jumlah vitamin dalam jumlah yang kecil, yaitu di bawah 20 persen. Namun, meski kandungan gizi dalam susunya berubah drastis, hal tersebut tidak merugikan konsumen yang mengonsumsi susu olahan UHT ini yang menjalani diet seimbang. Lagipula, hilangnya vitamin yang terjadi selama proses pemanasan biasanya akan diganti oleh produsen dengan menambahkan beberapa vitamin ke dalam olahan produk susu UHT mereka.
  • Proses pemanasan dan denaturalisasi melalui proses UHT maupun pasteuriasi akan mengubah proporsi lemak dan protein susu baik secara fisik maupun kimia. Namun, perubahan yang terjadi hanya sedikit saja dan proses denaturalisasi tetap tidak memengaruhi nilai gizi keduanya. Lemak susu memang memberi pengaruh yang signifikan terhadap nilai gizi susu karena di dalamnya terkandung sebagian besar vitamin seperti vitamin A, B, D, dan kalsium. Sehingga, bagi konsumen yang ingin mengetahui kandungan gizi produk susu olahan UHT yang ingin dibelinya secara lebih lengkap, maka dapat membaca label nutrisi yang tertera di kemasan dengan seksama.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa tak perlu takut dan ragu untuk mengonusmsi produkl susu UHT. Hanya saja, bagi usia dan golongan tertentu, seperti bayi, balita, maupun ibu hamil perlu untuk berkonsultasi ke dokter sebelum mengkonsumsi produk olahan UHT susu.

Cara memilih produk susu label UHT di pasaran adalah sebagai berikut:

  • Teliti kemasannya. Pastikan bahwa kemasan produk susunya dalam keadaan baik sebelum dibeli, sebab kemasan produk susu yang rusak, robek, maupun penyok bisa berpotensi merusak kualitas susu didalamnya.
  • Jangan lupa mengecek tanggal kadaluarsanya.
  • Periksa pula komposisi bahan yang tercantum dalam kemasannya. Produk susu olahan UHT yang baik adalah yang tinggi persentase kandungan susu segarnya. Sebab, semakin tinggi kandungan susu segarnya, maka semakin baik pula kualitas susunya. Jangan lupa cek juga kandungan zat nutrisinya, seperti kalsium, vitamin, fosfor, dan sumber protein susunya. Karena, protein susu sangatlah kompleks, seperti adanya molekul tiga dimensi. Molekul tersebut dapat dipecah dan dicerna ketika ada enzim khusus yang masuk ke dalamnya. Pengolahan susu dengan cara UHT melalui pemanasan susu dengan suhu sangat tinggi sebenarnya dapat meratakan molekul sehingga enzim tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dengan baik.

Selanjutnya, salah satu hal terpenting yang perlu diperhatikan dalam mengkonsumsi susu UHT adalah mengetahui cara penyimpanannya di rumah secara benar agar kualitas dari susunya tetap terjaga.

Cara menjaga kualitas dari produk susu ini, yaitu:

  • Penyimpanan produk susu ini di suhu ruangan selama kemasannya belum dibuka terbilang aman dan tahan lama hingga jatuh waktu tanggal kadaluarsanya yang tertera di kemasannya.
  • Namun, setelah kemasan produk susunya dibuka, sangat dianjurkan untuk menyimpan sisa susunya di kulkas atau di lemari pendingin dengan suhu sekitar 40 Celcius sehingga dapat bertahan hingga beberapa hari.
  • Selama penyimpanan, pastikan kemasan tertutup rapat. Selama tidak mengalami perubahan warna dan rasa, susu masih layak untuk diminum. Maka, sebaiknya sebelum mengonsumsi susu, cicipilah terlebih dahulu untuk menjamin kualitas dari susunya.

Sebagai tambahan, ada yang perlu diperhatikan jika memilih susu UHT sebagai susu tambahan bagi Si Kecil. Seperti yang dijelaskan diatas, produk olahan susu berlabel UHT ini tidak cocok dikonsumsi oleh bayi yang berusia di bawah satu tahun. Sebab,bayi yang berumur di bawah 1 tahun belum bisa mencerna susu sapi semudah mencerna ASI. Pemberian susu tambahan seperti produk susu olahan UHT ini dapat diberikan sebagai asupan gizi tambahan anak bila sistem pencernaan anak sudah siap untuk mencerna susu sapi (mulai umur 1 tahun). Susu sapi kaya kalsium yang memiliki banyak manfaat untuk dapat membangun tulang dan gigi yang kuat, mengatur pembekuan darah dan mengontrol otot, menyediakan protein untuk pertumbuhan, serta sebagai karbohidrat yang akan memberikan anak energi sepanjang hari. Selain itu, bila anak-anak mendapatkan cukup asupan kalsium, maka ia akan memiliki risiko lebih rendah dari menderita penyakit-penyakit seperti tekanan darah tinggi, stroke, kanker usus besar, dan patah tulang pinggul di kemudian hari. Maka, pemberian susu tambahan bagi anak kecil dapat dijadikan pertimbangan penting. Dan, yang lebih terpenting adalah memilih produk susu olahan yang terbaik dan paling bergizi untuk anak kita.

Bila orang tua memutuskan untuk memberikan susu tambahan berupa produk susu UHT yang akan dikonsumsi oleh balita, maka sebaiknya berikan susu tambahan saat anak sudah berusia diatas 2 tahun saatsistem pencernaannya sudah lebih matang. Produk susu berlabel UHT khusus untuk anak-anak yang beredar di pasaran sudah mencantumkan label agar dikonsumsi oleh anak-anak yang berusia 2 – 6 tahun pada kemasannya. Pemberian susu tambahan ini dapat dilakukan dengan catatan anak tersebut juga mendapatkan diet seimbang dari makanan padatnya, seperti sereal, sayuran, buah-buahan, dan daging. Pada umumnya, anak-anak akan mendapatkan cukup kalsium jika mereka minum 450 – 600 ml susu sapi dalam sehari. Sebaiknya, jangan memberikan lebih dari 3 gelas susu dalam sehari kepada anak-anak. Hal tersebut dikarenakan anak akan tidak memiliki ruang di perutnya untuk makanan yang lainnya yang dibutuhkannya untuk tumbuh sehat. Sebaiknya pula, pemberian produk susu berlabel UHT pada anak-anak lebih baik dipilih produk berlabel susu UHT yang tidak memiliki kandungan pemanis didalamnya, atau produk susu plain. sebab, asupan anak di bawah 2 tahun sebaiknya tidak mengandung gula tambahan.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

 

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1052 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Perbedaan Susu Sapi, Susu Soya, dan Formula Soya

Apa bedanya susu sapi, susu soya dan formula soya? Yuk simak berikut ini.

Kastengel Keju Wajan

Siapa yang suka kastengel? Coba resep anti gagal berikut ini yuk!

Traditional Weaning vs Baby Led Weaning (BLW)

Memasuki tahap MPASI, apakah Moms bingung menentukan metode traditional weaning atau baby-led weaning? Simak berikut ini yuk!

Camilan Keluarga : Cireng isi Keju

Ketika #dirumahaja, bawaanya jadi pengen ngemil mulu ga sih Moms? Bikin sendiri yuk cireng isi keju. Ini resepnya.

Tips Mengatasi Kolik pada si Kecil

Kolik adalah kondisi yang terjadi pada bayi sehat yang menangis tiada henti selama lebih dari 3 jam sehari.

Yuk! Cegah si Kecil Sakit Mulai dari Peralatan Makannya

Masuk diusia Zayn yg ke 1 tahun, pertama kali nya aku coba memberikan dia Sufor.

Nasi Goreng Salmon ala MamaUna

Dikarenakan BabyU sudah genap setahun, MamaUna mau coba kasih makanan masakan rumah, biar papa nya juga kebagian 🤪 hehehe. Nasi Goreng jadi sa [...]

4 Komposisi Penting ASI Booster untuk Keberhasilan ASI Eksklusif

Ternyata, peran ASI Booster sebagai penunjang keberhASIlan ASI eksklusif sangatlah penting.

Akhirnya Ku Menemukan Jodoh Botolku

Mencari botol susu yang cocok untuk si Kecil itu ternyata seperti memilih jodoh! Yuk simak berikut ini.

Creamy Cheesy Chicken Liver, MPASI yang Kaya akan Zat Besi

Hati ayam merupakan salah satu sumber zat besi yang baik bagi bayi.

Tips Menjaga Kadar Vitamin dalam ASI

Saat ASI sudah dipompa, ASI dapat segera didinginkan dalam waktu kurang dari 1 jam.

10 Finger Foods Kesukaan Si Kecil

Finger foods atau camilan yang dapat dimakan sendiri oleh si Kecil dapat mengurangi rasa laparnya di antara jam makan

Tips Memberikan Snack Sehat untuk Gigi pada Si Kecil

Berikut tips memberikan snack sehat untuk camilan si Kecil. Yuk simak Moms

Resep MPASI Beef Rolade

Menu favorit Kenneth, baru pertama kali coba dan berhasil! Ini anti gagal loh Moms. Selamat mencoba.

Onion Rings Bisa Jadi Snack untuk si Kecil

Onion rings mudah dibuat dan juga bisa dipakai untuk jadi cemilan si Kecil disaat senggang loh Moms!

Oats, Menu Andalan si Kecil

Jangan lupa variasikan menu makanan si Kecil agar tidak bosan dan tetap nafsu makan ya Moms! Simak resep berikut.

Resep Tahu Daging Cincang

Apakah si Kecil sudah berusia 20 bulan? Yuk, variasikan menu MPASI dengan coba resep tahu daging cincang ala mom Arlina.

Ikan Tuna Orak Arik Telur

Menu ini bukan hanya menjadi andalan si kecil loh Moms tapi semua anggota keluarga juga suka. Mari dicoba resepnya.

Menu MPASI: Chicken Rice Singapore

Apakah Moms sedang mencoba untuk menaikkan berat badan si Kecil? Resep chicken rice singapore ini cocok loh!

Nasi Brokoli Udang

Apakah Moms sedang mencari resep yang bergizi namun mudah dibuat? Cocok untuk si Kecil yang menyukai menu seafood.