Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Rahasia di Balik Tubuh yang Bebas Penyakit

BRANDS  |  FEEDING  |  HEALTH TIPS  |  11 Jan '19

Si Kecil yang sehat dan bertumbuh dengan optimal tentunya menjadi dambaan bagi setiap Moms. Beberapa cara yang Moms dapat lakukan agar hal ini bisa diraih adalah dengan menjaga asupan nutrisinya dan juga menjaga kebersihan tempat aktivitasnya. Nah, Moms, satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya untuk dilakukan adalah memberikan probiotik kepada Si Kecil. 

Probiotik adalah bakteri baik yang mampu memberikan efek positif bagi kesehatan Si Kecil. Saat ini, penggunaan probiotik (terutama pada anak) tidak hanya sebatas untuk pengobatan gangguan saluran cerna seperti diare dan sembelit, tapi probiotik juga dianjurkan untuk penggunaan sehari-hari agar fungsi penyerapan nutrisi bisa bekerja dengan optimal. 

Jika Moms perhatikan, sekarang ini sudah sangat banyak produk-produk suplemen yang mengandung probiotik. Ada 2 jenis probiotik yang paling sering digunakan dan yang ditambahkan dalam supplemen dan susu, yaitu bifidobakterium dan laktobasilus. Namun, penelitian menunjukkan bahwa jenis probiotik bifidobakterium yang paling mendominasi pada saluran cerna bayi dan anak, serta telah terbukti membantu penyerapan nutrisi serta menunjang kualitas kesehatan tubuh Si Kecil. 

Bifidobakterium sangatlah penting bagi pertumbuhan bayi. Bahkan bifidobakterium merupakan jenis bakteri baik yang pertama kali bertumbuh di usus ketika bayi dilahirkan. Tugas dari bifidobakterium bagi newborn ialah membantu penyerapan nutrisi dari ASI, itulah mengapa bayi sangat memerlukannya. 

Apabila tubuh Si Kecil memiliki bifidobakterium dalam jumlah yang cukup banyak, maka bakteri baik ini akan mampu melawan bakteri jahat di usus. Dengan begitu Si Kecil akan terhindar dari berbagai gangguan pencernaan seperti infeksi saluran cerna, konstipasi, diare, dan kanker usus, serta berbagai penyakit lainnya.

Bagaimana cara meningkatkan jumlah bifidobakterium?

  • Mengonsumsi probiotik seperti tempe, yoghurt, kimchi, dan acar.
  • Mengonsumsi makanan tinggi serat seperti apel, blueberry, kacang almond dan pistachio.
  • Mengonsumsi makanan prebiotik seperti bawang bombay, bawang putih, pisang, serta sayur dan buah.
  • Mengonsumsi gandum utuh seperti oats dan barley.
  • Berikanlah Si Kecil ASI karena ASI mengandung bifidobakterium.
  • Jika memungkinkan, pilihlah metode persalinan normal, karena bayi yang melalui proses lahiran normal umumnya akan memiliki bifidobakterium yang lebih banyak dibanding bayi yang lahir sesar.

 

Semoga bermanfaat.

Narasumber: dr. Muliaman Mansyur

By: Babyologist

Copyright by Babyologist

 

Referensi: Healthline, Kompas.

4976 Morinaga Platinum

Comments

Related Stories