Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Puasa HP & TV untuk Mengurangi Kecanduan

MY STORY  |  PARENTING  |  15 Jan '19

Sempat menyalahkan diri sendiri pas Shanum kecanduam TV. Karena kalau waktunya aku membereskan rumah, ayahnya sudah berangkat kerja, jadi biasanya aku nyalain TV biar Shanum nonton kartun atau kasi HP liatin kartun di YouTube. Memang Shanum anteng dan aku bisa cepat membereskan kerjaan rumah, cuma dampak negatifnya banyak juga.

Sampai Shanum bisa minta aku nyalain TV sambil sebutin program kartunnya yang mau dia tonton. Dan Shanum kalau sudah nonton TV, ia seperti punya dunia sendiri, tidak memedulikan lingkungan sekitar dan kadang kalau dipanggil pun ia hanya fokus terus ke TV.

Sampai akhirnya diskusi sama suami setelah cari info sana-sini tentang efek kecanduan TV sama HP pada anak. Kita memutuskan buat keluarin TV dari kamar, dan hari itu juga kita mulai buat Shanum puasa TV sma HP.

Awalnya nangis-nangis pas dia minta nyalain TV atau mau nonton YouTube. Tapi di situlah kita sebagai orang tua diuji untuk tetap konsisten. Setiap kita ingin melepas kebiasaan buruk dari anak, memang kuncinya orang tua harus konsisten dan sabar. Children see and children do, jadi aku sama suami juga ikutan puasa TV dan tidak main HP di depan Shanum.

Kita mengalihkan perhatian Shanum ketika ia minta nonton TV atau minta HP dengan mengajaknya main. Baik itu main mainannya di dalam rumah atau jalan-jalan keluar rumah, kita selalu menemani Shanum.

Dari situ sangat terlihat perubahannya dan aku sangat senang karena bisa berhasil memberikan jarak antara Shanum dengan TV dan HP. Perubahannya: Kosa kata Shanum makin banyak. Ya karena dari beberapa sumber yang aku tahu, kalau anak di bawah usia 2 tahun keseringan nonton TV, maka hal tersebut bisa menghambat kemampuan berbicaranya. Perubahan lainnya ialah Shanum menjadi makin aktif, lincah dan jadi semakin kreatif.

Sekarang Shanum nonton TV atau main HP tidak?

Jawabannya iya, karena kan yang namanya puasa pasti ada bukanya. Puasa makan pasti ada waktu buka puasa dan bisa makan. Shanum juga gitu, cuma sekarang lebih dibatasi tidak seperti dulu. Karena tidak semua acara TV maupun tayangan YouTube itu jelek, tinggal kita sebagai orang tua yang harus benar-benar memilah dan memilih. Salah satunya, karena liat kartun di TV (Upin & Ipin) dan kartun animasi di YouTube, Shanum jadi bisa huruf hijaiyah, abjad dan berhitung.

Semoga bermanfaat.

By: Ratna Sari Nur Holik

Copyright by Babyologist

1681 Ratna Sari Nur Holik

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Membiasakan Anak Makan di Kursi Makannya, Mengapa Tidak?

Moms, sangat penting untuk mengajari anak bahwa saat makan harus duduk, bukan sambil digendong atau berlarian.

Si Kecil Selalu Menempel dengan Mamanya, Bagaimana Perkembangan Sosialnya?

Pada usia berapa sebenarnya Moms sudah bisa mulai memantau perkembangan sosial si Kecil?

Menjadi Orang Tua Anti Panik saat Anak Sakit

Memang tergolong wajar jika orang tua panik saat anaknya sakit, namun respon panik ternyata bisa membahayakan!

Mengenal Karakter si Otak Kanan

Apakah anak yang tidak tenang termasuk anak yang bermasalah? Simak dulu sharing berikut Moms

Menangani si Kecil yang Suka Memukul

Apakah si Kecil sering memukul orang sekitarnya? Moms dapat mencoba cara berikut untuk mengatasinya.

Kapan Life Skills Perlu Diajarkan ke Anak?

Mengajarkan anak beragam life skills akan membantunya untuk menjadi mandiri di kemudian hari.

Si Kecil Tantrum di Mobil, Harus Bagaimana?

Tantrum anak bisa terjadi di mana saja, bahkan di dalam mobil ketika sedang bepergian.

Apakah Lingkungan Mempengaruhi Perilaku si Kecil?

Pergaulan si Kecil harus banget kita pantau lho Moms, bagaimana caranya?

Mitos Seputar Bayi Jatuh

Bayi yang jatuh sekali, akan jatuh lagi sampai sebanyak tujuh kali. Benarkah demikian?

Tips Membangun Komunikasi yang Baik pada Anak

Mom Devina membagikan beberpa tips membangun komunikasi yang baik pada anak. Yuk simak tipsnya Moms!

Membesarkan Anak Multilingual

Mom Sephyani membagikan cara untuk mengenalkan dua bahasa kepada anak. Yuk ikuti tipsnya Moms!

Bagaimana Cara Mengajarkan Suka Berbagi Kepada Anak?

Anak-anak identik dengan berebut sesuatu. Bagaimana kita menanamkan rasa mudah untuk berbagi?

Manajemen Emosi untuk Ibu Bekerja yang Mempunyai Balita

Memanajemen emosi disaat kita bekerja dan memiiki anak merupakan hal yang sulit. Berikut Mom Wahyu memiliki tips untuk memanajemen emosi, yuk disimak

Kapan Harus Berkata Jangan pada Anak?

Moms, sebenarnya bolehkah berkata jangan pada anak? Yuk simak cara Mom Wahyu dalam mendidik anaknya.

Pelit terhadap Anak, Wajar atau Lebay?

Apakah baik jika kita selalu membolehkan anak untuk membeli barang apa pun yang dia sukai setiap kali pergi ke mal?

Bagaimana Membuat Bayi Cepat Terlelap?

Apakah si Kecil susah sekali dibuat terlelap? Coba ikuti tips dari Mom Vivian berikut ini agar bayi bisa tidur nyenyak.

Saying NO to children?

Moms, benarkah orang tua tidak diperbolehkan menggunakan kata “JANGAN” atau “NO” kepada si Kecil?

Haruskah si Kecil Dipaksa Meminta Maaf?

Mengajari anak untuk meminta maaf harus dimulai di rumah dan di teladani oleh orang tua. Yuk, simak pengalaman Mom Sarah berikut ini.

Anak Suka Memegang Alat Kelaminnya Sendiri?

Pendidikan seks untuk si Kecil penting untuk dimulai sejak usia dini, Moms. Apalagi jika ia mulai gemar memegang alat vitalnya.

Cara Mengatasi Anak Yang Tantrum

Si Kecil sering mengalami tantrum dan tak jarang membuat Moms kewalahan. Tips dari Mom Ade ini bisa membantu mengatasinya.