Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Prosedur Botox & Filler bagi ibu Hamil dan Menyusui

HEALTH TIPS  |  MOM STYLE  |  PREGNANCY  |  15 Apr '19


Hai Moms! kali ini Team Babyologist mengajak untuk membahas mengenai Botox dan Filler bagi ibu hamil dan menyusui. Jujur saja, saya tidak terlalu banyak tahu mengenai perawatan seperti Botox dan Filler, dan apakah memiliki efek samping atau tidak.

Kebanyakan ibu hamil dan menyusui untuk keamanannya lebih memilih beristirahat dari beberapa macam produk kulit dan wajah. Ada yang bereksperimen dengan berbagai perawatan agar tetap cantik dan ada juga yang memilih kembali ke produk alami dengan segala kerepotannya supaya tetap cantik dan aman.

Seiring dengan perkembangan teknologi, banyak banget produk kecantikan dan prosedur kecantikan yang membuat remaja, pemuda-pemudi, orang dewasa dan ibu-ibu selalu tampil cantik, memiliki kulit yang sehat dan glowing. Teknologi ini sekarang banyak digunakan. Sebelum terlalu jauh, berkenalan dulu yuk Moms dengan Botox dan Filler.

Botox atau disebut botolinum toxin adalah prosedur kecantikan dengan cara menyuntikkan. 

Kandungan dari Botox ialah protein yang dihasilkan bakteri Clostridium botulinum dalam kulit.

Botox berguna untuk mencegah otot berkontraksi dan membuat saraf-saraf di sekitar area wajah lebih rileks serta menghasilkan kulit yang halus dan kencang yang mencegah kerutan dan penuaan.

Hasilnya dapat bertahan hingga 4 bulan dan wajib dilakukan pengulangan vaksin untuk mempertahankan hasilnya. 

Efek yang dihasilkan bisa menyebabkan botulisme atau keracunan yang serius, seperti sakit kepala, mata kemerahan mengalami iritasi, kelopak mata yang terkulai.

Filler, bertambahnya usia membuat jaringan bawah kulit lama kelamaan bisa menipis.

Kandungan dan bahan dari Filler Calsium hiduroksuplatite seperti (Radiesse), asam hyaluronat, asam polilaktik, polyalkylimide, serta Polymethyl-methacrylate microspheres (PMMA) dan kandungan ini lulus uji dan disetujui oleh US. Food and Drugs Adminitration dari US. FDA setara dengan BPOM di Indonesia.

Gunanya Filler adalah mengisi jaringan yang menipis dan menambah volume tertentu pada bagian wajah tertentu. Biasanya menambah di bagian bibir dan pipi.

Efek yang dihasilkan lebih ke iritasi, alergi, infeksi, gatal, kemerahan, mati rasa, hingga terjadi luka. 

Hasilnya dapat bertahan hingga 2 tahun dan dapat dilakukan perawatan ulang seperti Botox.

Mengutip beberapa bacaan mengenai Botox dan Filler, memang belum ada yang dapat memastikan apakah suntik Botox dan Filler akan ikut ke plasenta bayi. Namun Medicines and Healthcare Product Regulatory Agency di Inggris tidak menyarankan khususnya kepada ibu hamil untuk melakukan prosedur kecantikan ini.

Risiko yang sudah dijabarkan akan menimbulkan ketidaknyamaman baik di masa kehamilan Moms dan di masa menyusui bagi Moms dan bayi.

Bagaimana prosedur perawatan kecantikan Botox dan Filler?

  1. Bagi ibu hamil dan menyusui wajib memeriksakan kesehatan diri dan janin lebih dahulu.
  2. Lakukan sebelum ibu mengetahui bahwa Anda hamil, hal ini akan mengurangi beban pikiran setelah Moms melakukannya yang akan meminimalisir risiko dan efek dari prosedur kecantikan seperti ini.

Saran saya, alangkah baiknya Moms mengurungkan niat melakukan prosedur kecantikan seperti ini, karena kehamilan sehat adalah paling penting yang akan meminimalisir segala macam risiko baik bagi ibu dan janin.

Untuk tetap cantik, Moms bisa tetap olahraga, makan yang teratur, istirahat yang cukup dan konsumsi makanan yang bergizi seimbangMoms bisa menggunakan produk kecantikan seperti pelembap, serum yang dianjurkan untuk Ibu hamil dan menyusui dengan melihat Ingredients terlebih dahulu sebagai kunci keamanan.

 

Semoga bermanfaat.

By: Leny Larose

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

779 Leny Larose

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Sudah Terlanjur Botox Sebelum Mengetahui Kehamilan, Lalu Bagaimana?

Apa yang harus dilakukan kalau Moms sudah botox/filler dan baru tahu bahwa ternyata Moms hamil?

Bijaksana Penggunaan Botox Dan Filler Pada Ibu Hamil Dan Menyusui

Mengapa botox dan filler sangat tidak dianjurkan dilakukan saat sedang hamil dan menyusui?

Efek Samping Setelah Melakukan Botox & Filler

Botox dan filler memang jadi salah satu cara perawatan kulit yang bagus, tapi tetap ada efek sampingnya lho

Perlunya Menunda Botox dan Filler Saat Hamil dan Menyusui

Perlukah menjaga kecantikan saat kehamilan dan menyusui dengan prosedur botox dan filler?

Prosedur Botox dan Filler Vs Pregnancy Glow

Botox dan filler saat ini adalah hal yang biasa. Namun perlukah dilakukan saat hamil dan menyusui?

Bumil & Busui Jangan Lakukan Botox dan Filler Di Sembarang Tempat Kecantikan!

Menjaga kulit wajah tetap cantik saat hamil dan menyusui boleh saja Moms, tapi harus dengan bahan yang aman ya

Moms, Pikir-Pikir Dulu Sebelum Melakukan Suntik Botox

Tampil cantik memang jadi impian semua wanita tak terkecuali bumil dan busui. Namun, haruskah melakukan botox?

Amankah Melakukan Botox dan Filler Saat Hamil atau Menyusui?

Yuk Moms simak pendapat dari Mom Aya mengenai perawatan botox dan filler pada bumil & busui berikut ini!

Bahayakah Botox dan Filler Ketika Menyusui?

Jika ingin melakukan perawatan kecantikan saat hamil dan menyusui, kenali bahayanya bagi janin dulu ya Moms.

Hindari Beauty Treatment Ini Saat Moms Sedang Hamil

Saat hamil, melakukan perawatan wajah memang perlu dilakukan, tapi jangan lakukan 2 hal ini ya Moms.

Bolehkah Botox and Filler untuk Ibu Hamil dan Menyusui?

Bagi Moms yang tertarik melakukan botox / filler untuk membuat wajah lebih menarik, simak ulasan ini yuk.

SPF yang Aman bagi Ibu Hamil

Di antara sunscreen dan sunblock yang dijual di pasaran, manakah yang aman digunakan oleh ibu hamil?