Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Pre-School, Perlukah?

PARENTING  |  11 Oct '17

Apakah perlu anak masuk pre-school? Kapan sebaiknya si kecil mulai sekolah? Apakah sekolah usia dini bagus untuk anak? Inilah pertanyaan yang terlintas bagi saya waktu anak saya, Chloe mulai beranjak 2 tahun dan juga mungkin bagi para mama lainnya.

Tentu banyak manfaat yang bisa didapatkan dengan menyekolahkan anak pada usia dini, salah satunya adalah fasilitas yang lebih untuk menstimulasi anak. Mereka bisa melakukan banyak kegiatan fisik, mendapatkan stimulasi kognitif serta stimulasi sosial yang dirasakan lewat interaksi dengan guru dan temannya. Tetapi ketika ada pertanyaan berapa usia ideal anak masuk sekolah, maka semua itu bergantung pada keadaan anak itu sendiri. Jika orang tua merasa anak mendapatkan stimulasi yang cukup di rumah, maka tidak salah jika anak tidak perlu mengikuti pre-school. Lagipula, belajar itu sebenarnya bisa dilakukan dimana saja kan. Kembali lagi, keputusan masuk pre-school tergantung dari kesiapan anak kita sendiri.

Hal yang paling mendorong saya memutuskan untuk memasukkan Chloe ke pre-school di usia 2 tahun yaitu pada saat saya melihat Chloe setiap hari minta dipakaikan sepatu buat keluar rumah. Dia senang sekali kalau waktunya jalan-jalan, mungkin bosan juga di rumah terus. Dari situlah niat saya semakin bulat untuk mencari pre-school yang tepat untuk Chloe. Dengan berbagai pilihan sekolah yang ada sekarang, kita perlu sebagai orang tua lebih cermat dalam memilih. Berikut tips yang saya rasa sangat berguna dalam memilih sekolah/pre-school yang tepat untuk anak usia dini:

1. Ketahui kurikulum yang diterapkan di pre-school tersebut
Pilihlah sekolah yang menggunakan metode belajar sambil bermain sehingga anak juga bisa enjoy di sekolah. Pre-school yang baik akan mengajak anak belajar tanpa paksaan sambil bermain, mencoba berbagai macam aktivitas dan bersosialisasi dengan anak lain. Ikut trial di sekolah pilihan adalah langkah awal untuk menentukan apakah anak sudah siap dan memberi pengenalan kepada orang tua dengan kurikulum yang digunakan. Sekarang hampir semua sekolah memberikan trial sebelum kita memilih untuk enroll di sekolah tersebut.

2. Kenali gurunya
Peranan guru sangatlah penting dalam menentukan kualitas preschool yang akan dipilih. Merekalah partner dalam proses mendidik anak kita. Guru pre-school yang baik bisa menyayangi dan memperhatikan anak secara mendetail. Guru perlu memahami setiap murid individually sehingga dapat mengajar anak-anak. Tentu setiap anak tidak bisa mempelajari hal yang sama, dalam waktu yang sama dan dengan cara yang sama. Setiap anak mempunyai perkembangan yang berbeda-beda. Penting juga untuk memastikan jumlah guru sesuai dengan murid yang ada agar semua anak bisa diperhatikan.

3. Lokasi dan biaya
Tinggal di Jakarta yang super macet, pastinya lokasi menjadi hal yang sangat penting untuk diperhitungkan, apalagi bawa anak. Mulailah mencari sekolah yang ada di sekitar rumah agar anak tidak merasa kelelahan atau bosan duluan di jalan akibat macet. Perhitungkan biaya sekolah juga agar sesuai dengan kemampuan orang tua masing-masing.

Di minggu ke-2 Chloe masuk pre-school, saya sempat mengikuti seminar orang tua yang diadakan di sekolahnya (RISE- Central Park). Saya sangat terkejut dan merasa bersyukur telah memilih sekolah yang tepat buat Chloe. Di sekolah ini, mereka menerapkan system belajar  yang sangat berbeda dengan jaman saya sekolah playgroup dulu. Beberapa aktivitasnya:

  • Menyanyi dan menari di awal kelas
  • Story-telling
  • Creative arts yang berbeda setiap hari
  • Play with costume
  • Merapikan mainan sendiri, lap meja sendiri, sisir sendiri, sikat gigi sendiri.

Cara belajar yang digunakan lebih inovatif, tidak terpaku oleh hafalan teori lagi. Anak- anak bisa belajar bereksplorasi dan menyuarakan pendapatnya sendiri sejak kecil. Sangat senang melihat perkembangan Chloe di pre-schoolnya. Chloe jadi lebih mandiri, tidak takut ditinggal mama dan lebih tau banyak setelah masuk sekolah. Sebelum masuk sekolah, Chloe paling sulit dilatih berbicara. Senjata yang selalu dia gunakan yaitu nangis dan teriak-teriak. Tetapi alhasil sekarang Chloe sudah bisa mengucapkan nama, umur, buah-buahan, macam-macam warna dan bagian tubuh.

Setelah masuk pre-school, bukan hanya Chloe yang banyak belajar. Saya juga ikut belajar banyak hal dalam mendidik Chloe dengan masukan para guru. Hal yang tidak boleh dilupakan ketika memutuskan anak untuk masuk pre-school di usia dini bukan berarti orang tua bisa lepas tangan dalam hal mendidik dan mengajar anaknya. Tetap ada hubungan dengan anak yang harus dibina sehingga kita mengetahui setiap perkembangan anak. Peran aktif orang tua di rumah juga bisa menjadi media belajar yang efektif, bukan hanya di sekolah. Keterlibatan orang tua dan pendidikan yang didapatkan di pre-school akan sangat memepengaruhi perkembangan setiap anak.

 

By: Ellen Gosali 

 

1514 Ellen Gosali

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Respon Tepat Menghadapi Gigitan si Baby

Apakah si Kecil sudah mulai memasuki masa pertumbuhan gigi? Yuk, simak tips untuk menghindari gigitan si Kecil.

Bolehkah si Kecil Mencorat-coret Tembok?

Usia 2 tahun merupakan masa si Kecil mengekspresikan imajinasinya di lingkungan, coba alihkan ke media lain ya Moms.

Manfaat Tidur Siang untuk Anak

Anak pada umumnya membutuhkan jam tidur yang lebih banyak dibanding dengan orang dewasa. Apa saja fungsinya?

Memulai Disiplin Dini Untuk Anak

Pada usia berapa anak mulai bisa di ajarkan disiplin? Sedini mungkin. Moms bisa memulainya dari hal-hal kecil loh.

Mengajak si Kecil Bermain Ke Taman Bermain Umum

Apakah si Kecil sudah mulai bosan untuk bermain didlm rumah Moms? Sesekali mari ajak si kecil bermain di luar!

Tips Menciptakan Bonding yang Erat antara Ayah dan Anak

Sebagian anak cenderung lebih dekat dengan sang Ibu. Yuk, mulai biasakan si Kecil untuk mendekatkan diri dengan ayah!

Pentingnya Mengajarkan Sharing Pada Anak

Mengajarkan anak berbagi penting dilakukan sejak dini. Jangan biasakan selalu menuruti tuntutan dan keinginannya Moms!

Prinsip Menjadi Seorang Working Mom buat Mom Sherlly

Bagaimana sih cara Mom Sherlly mengatur waktu untuk kerluarga dan pekerjaan? Yuk, simak informasi berikut.

Sikap Sederhana yang Membuat Anak Merasa Sangat Dicintai

Kadang sebagai orangtua pasti Moms terlalu sibuk mempersiapkan segalanya untuk anak sampai lupa hal-hal sesederhana ini yang nyatanya penting [...]

Trik Efektif Mengatasi Anak Pemalu di Sekolah

Memasuki usia sekolah, si Kecil akan mengalami perubahan besar dalam tahap kehidupannya.

Suka Berteriak pada si Kecil? Stop dari Sekarang!

Ibu adalah sekolah pertama bagi putra putrinya. Walau tidak mudah, seorang ibu haruslah banyak belajar, belajar mengasuh,

Tips Lalui Akhir Pekan dengan Water Beads

Water beads merupakan super absobent polymer berbentuk butiran-butiran yang dapat menyerap air.

Menghadapi Anak Pertama yang Menjadi Sangat Manja saat Moms Hamil Anak Kedua

Hai Moms, kali ini saya ingin sharing tentang perilaku anak pertama saya yang saat ini berusia balita (27 bulan).

Hati-hati dalam Mengucapkan Sesuatu Kepada Anak

Hati-hati, kata-kata bisa menjadi sumber inspirasi dan bahkan bisa menjadi boomerang bagi kita sendiri loh Moms!

Mengajarkan Membuang Sampah Pada Tempatnya Sejak Dini

Yuk, ajarkan kebiasaan yang baik mulai dari hal-hal yang kecil seperti membuang sampah pada tempatnya.

Belajar Mendidik Anak dari Negara Terbahagia di Bumi

Tulisan ini terinspirasi dari buku “The Danish Way of Parenting” yang ditulis oleh Ayah Edy.

3 Tantangan Orangtua Saat Ajari Puasa si Kecil

Apa saja tantangan orangtua saat mengajari si Kecil untuk berpuasa? Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Orang Tua Jaman Now yang Smart

Terima kasih kepada teknologi, kita – orang tua, jadi cepat mendapat banyak ilmu dan informasi melalui media sosial.

Mitos dan Fakta Merawat Bayi

Menurut mitos yang berkembang, hidung bayi bisa mancung dengan cara ditarik? Benarkah demikian?

Si Kecil Mudah Marah? Simak 5 Cara Mengatasi Amarah Anak

Memasuki usia balita, si Kecil sudah semakin pandai meluapkan emosinya.