Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Premarital Check Up: Apa Saja Fungsinya dan Mengapa Penting?

HEALTH TIPS  |  OTHERS  |  31 Mar '19


Halo Moms, premarital check up sangat penting dilakukan oleh pasangan yang ingin menikah. Menikah bukan hanya mempersiapkan resepsi atau akad saja lo Moms, tetapi harus mempersiapkan diri kita dan pasangan termasuk dalam hal kesehatan. Bagi yang berencana menikah dan berencana memiliki momongan pasti kita disarankan untuk premarital check up ini Moms. 

Seperti pengalaman saya, menjelang pernikahan kami berdua ke kantor KUA setempat dan disarankan untuk melakukan premarital check up di rumah sakit. Nah apa itu premarital check up

Premarital check up yaitu serangkaian pemeriksaan kesehatan pranikah yang bertujuan untuk menguji apakah terdapat penyakit genetik, atau penyakit menular agar dapat dicegah penularannya ke pasangan ataupun anak, nantinya. 

Mengapa hal ini penting untuk dilakukan? 

Premarital check up ini sangat membantu lo Moms, untuk mengidentifikasi resiko kesehatan untuk diri sendiri dan juga pasangan. Hal ini juga penting dilakukan untuk mencegah masalah kesehatan pada anak kita kelak seperti penyakit keturunan. Dan untuk bisa hamil terutama wanita haruslah dalam keadaan sehat untuk dapat melahirkan anak yang sehat pula nantinya, itu juga harapan para orang tua baik pasangan ataupun orang tua kita. 

Beberapa manfaat premartial check up:

  1. Mengetahui status kesehatan pasangan kita.
  2. Mendeteksi penyakit menular seperti HIV/AIDS atau hepatitis B.
  3. Mendeteksi kelainan genetik seperti thalasemia (penyakit kelainan darah), atau anemia bulan sabit (kelainan bentul sel darah merah), dan juga hemofilia (kelainan perdarahan). 

Apa saja rangkaian tes premartial check up ini? 

1. Tes kesehatan umum 

Untuk mendaftarkan diri dan pasangan ke KUA tes kesehatan umum ini menjadi salah satu syarat utamanya, tes ini meliputi tes berat badan, tinggi badan, dan tensi, serta tes siklus menstruasi bagi pasangan wanita dan juga kesehatan gigi dan mulut. 

2. Tes penyakit menular seksual 

Menjaga kesehatan seksual juga penting dilakukan meliputi VDRL/RPR untuk mendeteksi penyakit menular sifilis. Penyakit ini dapat menular ke pasangan, bahkan ke janin saat dikandungan dan berakibat cacat bawaan atau bahkan kematian pada bayi. 

3. Tes golongan darah dan rhesus

Tes ini diperlukan untuk keperluan transfusi darah jika nanti dibutuhkan. Tes rhesus dibutuhkan demi mengetahui kecocokan rhesus (untuk mengetahui kecocokan golongan darah) antara kita dengan pasangan. Karena rhesus ini penting dan dapat mempengaruhi bayi yang akan dikandung nanti. 

4. Tes HIV/AIDS 

Tentunya sudah umum ya Moms, tes HIV/AIDS ini dilakukan dan menjadi persyaratan utama lainnya saat ingin mendaftarkan diri di KUA. 

5. Tes hepatitis B

Penyakit berbahaya ini yaitu virus hepatitis B dapat menyerang janin saat dikandungan bahkan dapat menular melalui air liur, dan kontak fisik pasangan oleh karena itu tes HBsAG harus dilakukan untuk mengantisipasi penularan virus hepatitis B. 

6. Tes urin

Untuk mengetahui apakah ada gangguan ginjal ataupun kelainan saluran kemih pada pasangan calon pengantin. 

7. Tes glukosa puasa

Serangkaian tes untuk mengetahui penyakit herediter atau keturunan salah satunya yaitu diabetes melitus, selain menurun kepada bayi, juga dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan yang dapat membahayakan janin serta si ibu. 

8. Tes psikologi 

Hal ini perlu juga Moms, untuk kesiapan mental kita dan juga pasangan yang biasanya berupa sesi tanya jawab dan konsultasi kepada psikiater 

9. Pemeriksaan TORCH

Biasanya dilakukan kepada pasangan wanita, untuk mengetahui kekebalan terhadap virus toxoplasma, rubella, cytomegalovirus, dan juga herpes simplex (torch). Hal ini perlu dilakukan agar terhindar dari bahaya keguguran serta cacat lahir pada bayi nantinya. Sebaiknya dilakukan 6 bulan sebelum menikah. Karena apabila pasangan teridentifikasi virus tersebut maka masih ada waktu untuk penanganan lebih lanjut. 

Nah moms apabila, ingin menambahkan pemeriksaan seperti tingkat kesuburan, hematologi urin ataupun kesehatan lainnya, dapat langsung berkonsultasi dengan pihak rumah sakit. Dan memang dari segi biaya juga tidak murah tetapi penting untuk dilakukan demi kesehatan calon anak kelak, dan lebih baik datang berdua dengan pasangan karena serangkaian tes ini buat pasangan bukan hanya untuk satu orang saja.

Jangan mengabaikan pemeriksaan pra nikah ya Moms, semoga bisa kita sehat selalu.

Semoga informasi ini dapat membantu calon pasangan yang akan segera menikah. 

Semoga bermanfaat.

By: Arlina Yunita

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

334 Arlina Yunita

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Sering Menjatuhkan Sesuatu Tanpa Sengaja? Waspada Gejala Sindrom Carpal Tunnel!

Seseorang dengan sindrom carpal tunnel mungkin mengalami kesulitan mengetik di komputer atau bermain game.

Mengatasi Anak Overweight dan Underweight

Seperti apa ciri anak kelebihan dan kekurangan berat badan? Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Sindrom Brugada: Gangguan Serius Terkait Irama Jantung

Sindrom Brugada merupakan gangguan irama jantung yang berpotensi mengancam jiwa.

Cara Mengobati Sifilis pada Wanita

Sifilis bisa menyerang siapa saja baik tua, muda, wanita, pria hingga anak-anak. Berikut penanganannya.

Mengenal 3 Gejala Diabetes yang Hanya Dialami Wanita

Khusus pada wanita, ada setidaknya tiga gejala diabetes yang perlu diketahui. Apa saja gejala tersebut?

Hal Berikut Perlu Diperhatikan Penderita Asma Sebelum Memutuskan Hamil

Apakah Moms memiliki riwayat asma? Jika ingin mencoba memiliki keturunan disarankan konsultasi terlebih dahulu.

Daftar Gejala Kanker Rahim yang Harus Moms Waspadai

Meskipun penyebab pastinya tidak diketahui, ada beberapa faktor yang menyebabkan risiko kanker rahim meningkat.

Cara Paling Efektif Memperlancar Haid yang Tidak Teratur

Untuk mengatasi haid yang tidak teratur, Moms bisa mempraktikkan cara paling efektif untuk memperlancar haid berikut ini.

10 Tips Merawat Diri Setelah Melahirkan

Apakah Moms sudah merawat diri pasca kelahiran si Kecil? Hal tersebut dapat mengurangi beberapa penykit loh!

Moms, Perhatikan Tanda dan Gejala Hipertensi Berikut!

Hampir sepertiga orang di dunia memiliki tekanan darah tinggi. Namun, gejalanya terkadang tidak tampak.

Cara Merawat Anak yang Berpuasa

Saat merawat si Kecil yang sedang berpuasa, Moms harus mengingat hal-hal berikut ini.

Serba-serbi Kanker Serviks: Definisi, Gejala, Diagnosis, Pencegahan & Pengobatan

Kanker serviks terjadi ketika sel-sel abnormal di lapisan serviks tumbuh dengan cara yang tidak terkontrol.

Waspada, Moms! Ini Gejala Sakit Tipes pada Anak

Penyakit tipes merupakan penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi juga anak-anak.

5 Gaya Hidup Berikut Pengaruhi Kesuburan Pria

Gaya hidup ini termasuk apa yang dimakan dan diminum hingga aktivitas sehari-hari.

Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Perut Kembung & Mencret pada Anak

Yuk Moms, mari kita kenali penyebab dan gejala perut kembung & mencret yang dialami bayi beserta cara mengatasinya!

Gejala, Penyebab dan Penanganan Defisiensi Kalsium pada Bayi

Tidak hanya orang dewasa yang dapat kekurangan kalsium. Ternyata bayi juga bisa kekurangan kalsium lho Moms!

Interaksi Asam Folat dengan Zat Lain

Jika Moms sedang mengonsumsi obat asam folat, sebaiknya hindari interaksi dengan beberapa zat berikut ini.

Anak Bisa Tertular Sakit Tanpa Kontak Langsung?

Anak bisa tertular penyakit tanpa kontak fisik langsung lho Moms. Lalu bagaimana penularannya?

Cara Ampuh Merawat Gigi si Kecil

Kapan harus mulai menyikat gigi bayi? Perlukah membeli sikat gigi bayi? Pasta gigi jenis apa yang terbaik?

Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Memijat Bayi

Sebelum memijat si Kecil, sebaiknya Moms menyiapkan dulu beberapa perlengkapan pijat bayi ini.