Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Posisi Bayi dalam Kandungan yang Ideal dan Tidak Ideal

PREGNANCY  |  01 Dec '18


Bayi yang tumbuh dalam kandungan akan bergerak-gerak untuk mencari posisi yang tepat. Posisi bayi yang ideal dibutuhkan untuk melancarkan persalinan.

Posisi ideal tersebut dinamakan posisi anterior atau disebut juga dengan posisi cephalic. Posisi tersebut diidentifikasikan dengan posisi kepala bayi berada di bawah, wajah bayi menghadap ke punggung ibu, posisi dagu bayi mendekati dadanya sendiri, dan bagian kepala belakang bagian atas terlihat siap memasuki panggul ibu. Bagian kepala ini nantinya akan menekan serviks dan membuka jalan persalinan.

Bayi akan mulai mengubah posisinya menuju ideal saat usia kehamilan mencapai minggu ke-30. Posisi bayi ideal biasanya dicapai pada usia kehamilan 32, 34, atau 36 minggu. Jika setelah 36 minggu posisi bayi tidak juga ideal, perlu dilakukan beberapa usaha untuk mencegah bayi lahir dengan posisi ini. Untuk itu, konsultasikan hal ini ke dokter kandungan. Namun, Moms jangan panik karena ada juga bayi yang memutar posisinya saat mendekati waktu persalinannya.

Ada tiga posisi bayi dalam kandungan yang dianggap kurang ideal yaitu posisi posterior, posisi sungsang, dan transverse lie. Pada posisi posterior, kepala bayi menghadap ke bawah namun wajahnya masih menghadap ke perut ibu. Kemungkinan persalinan akan lebih terasa sakit jika ibu melahirkan dengan posisi bayi demikian. Punggung akan terasa lebih nyeri daripada posisi anterior.

Sekitar 10 hingga 28% bayi lahir dengan posisi posterior karena tetap tidak memutarkan posisinya sehingga wajahnya menghadap punggung ibu. Namun, banyak bayi yang akhirnya memutarkan wajahnya menghadap punggung sebelum keluar dari rahim.

Sementara itu, posisi sungsang adalah posisi bokong bayi berada di bawah dan kepala bayi berada di atas dekat dengan dada ibu. Posisi ini disebut sebagai posisi yang sangat tidak ideal untuk proses melahirkan. Jika memaksakan lahir dengan persalinan normal, kepala bayi akan menjadi bagian terakhir yang keluar dari vagina sehingga bayi akan lebih sulit mendorong keluar jalan lahirnya. Bayi juga bisa terbelit tali pusar. Bayi bisa terluka karena tali pusar ini.

Posisi terakhir disebut sebagai transverse lie. Dalam posisi ini, bayi melintang horizontal di rahim. Sangat jarang bayi dilahirkan secara normal ketika dalam posisi seperti ini. Biasanya, bayi dalam posisi transverse lie akan tetap berputar ke arah posisi idealnya. Namun jika tidak, dokter biasanya tidak akan menyarankan persalinan normal demi keamanan.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

883 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Yang Perlu Diminum Setelah Melahirkan Agar Badan Sehat

Setiap budaya memiliki resepnya tersendiri supaya ibu yang setelah melahirkan segera pulih. Berikut adalah minuman kesehatan ala Tionghoa.

Tes Sekret dan Kultur Swab Vagina untuk Masalah Keputihan

Saat memasuki usia kehamilan 7 bulan, tiba-tiba Saya mengalami keputihan yang cukup banyak, namun tidak berwarna, berbau, ataupun gatal. Lalu [...]

Hal yang Wajib Anda Ketahui Pada Usia Kehamilan 32 Minggu

Apa yang terjadi saat usia kehamilan memasuki 32 minggu?

Mengenal Perkembangan Janin 30 Minggu

Apa saja yang terjadi pada janin berusia 3 minggu? Dan apa saja kekhawatiran calon ibu?

Tes Skrining saat Hamil Trimester Ketiga

Antenatal care didefinisikan sebagai pemeriksaan kesehatan kehamilan oleh dokter terhadap ibu hamil.

Melahirkan Normal dengan Mata Minus

Apakah pernah dengar kalau memiliki mata minus tidak boleh melahirkan normal?

Tas Melahirkan hanya Perlu 3 Kategori Ini saja

Setelah memasuki trisemester ketiga, sebaiknya Bumil sudah perlu mempersiapkan tas melahirkan.

Mengenal Lebih Jauh tentang Gentle Birth

Siapa sih di sini yang tidak mau melahirkan dengan normal dengan mudah dan menyenangkan?

Perubahan yang Terjadi Pada Kehamilan di Minggu ke-41

Perlu diketahui, beberapa ibu mungkin akan melahirkan setelah melewati minggu ke-40 kehamilan.

4 Hal yang Perlu Moms Perhatikan pada Perkembangan Kehamilan Minggu ke-40

Memasuki usia kehamilan ke-40 minggu, ada beberapa hal yang perlu Moms perhatikan.

3 Keluhan Memasuki Perkembangan Kehamilan di Minggu ke-39

Pada usia 39 minggu kehamilan, posisi janin tidak banyak mengalami perubahan.

Moms, Inilah Perkembangan Kehamilan di Minggu ke-38

 Memasuki usia kehamilan di minggu ke-38, janin akan mengalami proses penyempurnaan.

Ini Bahaya Hamil 42 Minggu Namun Belum Melahirkan

Perlu diketahui, jika Moms belum melahirkan padahal sudah waktunya, Moms bisa mengalami komplikasi kehamilan.

Tips Anti Panik Menjelang Persalinan

Mom Nimas punya tips bagi Moms yang mudah panik dan galau menjelang persalinan. Yuk ikuti tipsnya!

Apa yang Dirasakan Saat Hamil Memasuki Trimester 3?

Morning sickness & perubahan berat badan sudah dialami saat trimester 1-2. Lalu apa yang terjadi di trimester 3?

Tips Mencegah Bayi Lahir Prematur

Ga mau kan Moms si Kecil lahir prematur? Yuk cari tahu cara mencegah agar bayi tidak lahir prematur!

Suasana Hati Mulai Sensitif, Berikut Perkembangan Kehamilan di Minggu 30

Memasuki kehamilan minggu ke-30, perubahan suasana hati akan semakin sering terasa. Apakah mempengaruhi janin?

Persiapan Persalinan Normal

Sebelum menjalani proses persalinan, ada baiknya Moms mempelajari terlebih dahulu tips-tips berikut ya.

Perkembangan Kehamilan di Minggu 36 yang Penting untuk Moms Ketahui

Memasuki usia kehamilan timester yang ketiga, apa saja perubahan yang dialami janin?

Kehamilan Usia 29 Minggu: Janin Sudah Bisa Memukul-mukul Perut Moms

Di usia kehamilan 29 minggu, perkembangan janin akan semakin terasa, salah satunya menjadi semakin aktif.