Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Pola Makan Gluten Free pada Anak?

FEEDING  |  HEALTH TIPS  |  12 Jul '18

Moms, akhir-akhir ini banyak pasien yang terdiagnosis menginap celiac disease, yakni penyakit pada usus halus yang diakibatkan autoimun, penyebabnya adalah tubuh Anda sendiri. Penderita celiac disease ini tidak bisa memakan makanan yang mengandung gluten, protein yang terdapat pada gandum dan terigu. Jika memakan makanan yang mengandung gluten maka sistem imun penderita akan bereaksi merusak usus halus dan bagian-bagian lain di sistem perncernaan. Akibatnya banyak orang yang menerapkan diet gluten free. Apakah diet gluten-free ini juga bisa diterapkan pada pola makan anak?

Apa itu diet gluten free?

Diet gluten free adalah pola makan di mana orang tidak mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, seperti gandum, tepung, atau kadang-kadang juga oats. Mereka juga harus menghindari makanan seperti pasta, roti, kue, cookies, biskuit crackers, makanan bersaus tepung dan lain-lain. Mereka mengganti makanan tersebut dengan makanan yang bebas gluten seperti tepung beras.

Kadang gluten juga terkandung dalam daging olahan, saus tiram, nasi, perasa, pengawet dan beberapa jenis obat-obatan. Makanan yang aman untuk diet gluten free ini adalah daging, ikan, buah-buahan, sayur-sayuran, nasi, kentang, lentil, biji-bijian dan kacang-kacangan.

Gluten tidak berbahaya

Karena ketakutan akan penyakit celiac disease banyak orang mengira gluten adalah komponen yang berbahaya dan beracun pada makanan, sehingga banyak juga orang tua berpikir anak-anaknya perlu terhindar dari makanan yang mengandung gluten.

Saat ini, banyak orang tua yang menerapkan pola makan gluten free dengan alasan anak mengidap celiac disease tanpa mengonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter gizi. Ada juga orang tua yang berpikir bahwa dengan menerapkan pola makan gluten free akan membuat anak terhindar dari celiac disease.

Risiko yang mungkin terjadi jika anak sehat menjalani pola makan gluten free

Moms, sebagai orang tua Anda perlu mengetahui bahwa sampai saat ini tidak ada keuntungan dari menerapkan pola makan gluten free, kecuali jika anak memang mengidap celiac disease atau alergi gandum. Selain itu, menghindari makanan yang mengandung gluten berarti anak atau Moms mengonsumsi lemak dan kalori yang lebih tinggi, karena produk gluten free yang dijual di pasaran biasanya mengandung lemak dan gula yang leblih tinggi dibandingkan dengan makanan aslinya. Hal tersebut bisa jadi menyebabkan obesitas atau pradiabetes.

Menghindari makanan yang mengandung gluten juga bisa membuat anak kekurangan beberapa nutrisi penting, terutama vitamin B, folat dan zat besi. Tidak semua dirugikan oleh diet gluten free ini, ada juga orang yang menjadi lebih sehat dan memiliki kualitas hidup lebih baik setelah menerapkan pola makan gluten free, tapi mereka juga perlu bimbingan dan konsultasi ahli gzi. Tidak ada juga bukti yang menunjukkan bahwa penerapan pola makan gluten free pada anak membuat anak-anak terhindari dari celiac disease.

Kapan pola makan gluten free bisa diterapkan pada anak?

Dalam penerapan pola makan gluten free, bila anak tidak mengidap celiac disease atau alergi gandum, maka  pola makan gluten free yang Moms terapkan malah lebih banyak membawa masalah daripada keuntungannya. Oleh karena itu, Moms harus benar-benar mengonsultasikan perihal pola makan gluten free ini selengkap-lengkapnya dengan ahli gizi sebelum diterapkan ke anak-anaknya, dimulai dari segi finansial, sosial, konsekuensi nutrisi yang hilang dan penerapan-penerapan yang dilarang.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.

145 Babyologist Editor Send Message to Writer

Related Stories