Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Placenta Previa: Pengalaman Pendarahan di Usia Kandungan 15 Minggu

MY STORY  |  PREGNANCY  |  22 Jul '19


1 April 2019 lalu atau tepatnya saat usia kandungan saya 14 minggu, saya mengalami pendarahan ringan. Saat itu memang aktivitas saya cukup melelahkan. Saya adalah seorang guru les yang sedang fokus mempersiapkan murid-murid saya menghadapi ujian. Sebelumnya aktivitas sehari-hari saya memang mengharuskan saya untuk mengajar dari siang hingga malam. Untungnya saat hamil muda saya tetap sigap dalam menjalani aktivitas sehari-hari saya.

Namun pada hari itu, saya sedang bersiap-siap untuk berangkat mengajar privat di rumah salah satu murid saya ketika tiba-tiba saya mengalami pendarahan. Darahnya sendiri cukup segar dan kira-kira sebesar uang logam 500 rupiah. Ibu saya selalu mengingatkan saya untuk berjaga-jaga apabila pendarahan karena ibu saya pernah pendarahan dan keguguran saat muda. Malam itu, saya langsung melapor pada ibu saya dan memutuskan untuk stop mengajar. Darah terus muncul sedikit-sedikit selama saya buang air kecil untuk 2 kali walaupun jumlahnya lebih sedikit.

Saya sangat khawatir karena ini kehamilan pertama saya. Suami pun memutuskan untuk membawa saya ke RS. Siloam Cikarang. Saat itu pukul 00.30 malam, kami segera menuju IGD dan akhirnya diputuskan untuk dirawat inap karena kemungkinan keguguran. Saya ingat sekali saya berusaha untuk menahan tangis dalam hati ketika bidan berusaha untuk mencari detak jantung janin saya. Dibutuhkan waktu yang cukup lama (7-10 menit) hingga akhirnya kami mendengar detak jantung janin saya. Sungguh detak jantung yang membuat saya hampir menangis bahagia.

Dokter memutuskan agar saya bedrest, tidur dengan posisi datar bahkan tidak boleh berdiri untuk ke toilet sekalipun. Setelah di USG, dokter pun mengetahui bahwa plasenta saya terletak menutupi jalan lahir atau disebut plasenta previa totalis. Ini adalah keadaan dimana plasenta benar-benar menghalangi jalan lahir. Hal ini menyebabkan mudahnya terjadi pendarahan dan resiko keguguran yang lebih tinggi. 

Setelah dirawat selama 3 hari tanpa adanya pendarahan lanjutan, dokter mengijinkan saya pulang dan kontrol lanjutan seminggu mendatang. Saya tidak diizinkan untuk berjalan atau berdiri terlalu lama, beraktivitas berat dan mengangkat barang-barang berat. Saya sangat bahagia ketika janin saya bergerak aktif saat kontrol dengan dokter seminggu berikutnya. 

Plasenta previa hingga saat ini belum diketahui penyebabnya. Proses penempelan plasenta di rahim tidak bisa diatur sehingga ada beberapa kasus dimana plasenta menempel di jalan lahir seperti di kasus saya. Tapi tidak perlu khawatir, masih ada kemungkinan plasenta bergeser ke atas seiring dengan pertumbuhan janin dan dan pembesaran rahim. Wanita dengan kondisi plasenta previa memang tidak dapat melahirkan dengan proses normal. Tetapi saya masih berharap akan mujizat dimana plasenta saya akan naik sehingga saya dapat melahirkan dengan normal.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

448 Angelica Evaline

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

6 Daftar Pertanyaan Wajib Sebelum Memilih Tempat Bersalin

Di usia kehamilan saya yang udah mulai memasuki 26w ini, saya sudah mulai berpikir tentang persalinan. Sebagian Moms-to-be juga mungkin [...]

Preggo Story: Prenatal Gentle Yoga Sejak UK 20 Weeks

Hallo Moms, di artikel kali ini saya mau sedikit flashback kegiatan saya saat masa kehamilan kemarin.

Pengalamanku Alami Hidramnion di Usia Kehamilan 25 Minggu

Tak disangka, saya kembali divonis Polihidramnion di usia kandungan 25 minggu.

Ultrasonography (USG) 4 Dimensi

Yakin banget semua pasti familiar dengan USG 2D yang biasa hitam putih & bisa dilihat waktu monthly check up.

Keluhan Umum Selama Kehamilan Trimester 2

Ternyata di trimester 2 kehamilan, beberapa ketidaknyamanan akan muncul lho Moms, apa saja ya?

Preggo Story: Trimester 2, Calon Ibu Harus Pinter

Menikmati masa-masa kehamilan tuh ternyata sangat menyenangkan ya? Banyak sekali hal yang dilalui dan dipelajari

Kehamilan Kosong, Terus Bayinya di Mana?

Hamil kosong, pernah dengar gak moms tentang kehamilan kosong ini?

Trimester Kedua - Waktu yang Tepat untuk Traveling Saat Hamil

Trimester kedua adalah masa yang paling menyenangkan selama hamil, iya gak Moms? Yuk, simak pengalaman mom Floren.

Pengalaman Menjalani Operasi Pengangkatan Kista saat sedang Hamil

Simak bagaimana Mom Laura bisa selamat dari kista selama menjalani masa kehamilannya.