Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Pilihan Pengobatan untuk HIV

HEALTH TIPS  |  OTHERS  |  11 Oct '18

Setelah seseorang telah didiagnosis HIV, perawatan harus sesegera mungkin dilakukan, terlepas dari viral load. Pengobatan utama untuk HIV adalah terapi antiretroviral, kombinasi obat harian yang menghentikan reproduksi virus. Ini akan membantu melindungi sel CD4, menjaga sistem kekebalan tubuh cukup kuat untuk melawan penyakit.

Terapi antiretroviral membantu mencegah HIV berkembang menjadi AIDS. Ini juga membantu mengurangi risiko penularan HIV ke orang lain. Ketika pengobatan efektif, viral load akan "tidak terdeteksi." Orang tersebut masih memiliki HIV, tetapi virus tidak terlihat dalam hasil tes. Namun, virus itu masih ada di tubuh. Jika orang tersebut berhenti menggunakan terapi antiretroviral, viral load akan meningkat lagi dan HIV dapat mulai menyerang sel CD4 lagi.

Obat untuk HIV

Lebih dari 25 obat antiretroviral disetujui untuk mengobati HIV. Mereka bekerja untuk mencegah HIV berkembang biak dan menghancurkan sel CD4, yang membantu sistem kekebalan melawan infeksi. Ini membantu mengurangi risiko untuk mengembangkan komplikasi terkait HIV, serta menularkan virus ke orang lain.

Obat-obatan antiretroviral ini dikelompokkan ke dalam enam kelas, di antaranya adalah:

  • nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NRTIs)
  • non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NNRTIs)
  • protease inhibitor
  • inhibitor fusi
  • Antagonis CCR5, juga dikenal sebagai inhibitor entri
  • integrase inhibitor transfer untai

Rejimen Pengobatan

Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS merekomendasikan rejimen awal tiga obat HIV dari setidaknya dua kelas obat ini. Kombinasi ini membantu mencegah HIV membentuk resistansi terhadap obat-obatan. (Jika ada perlawanan berarti obat tidak lagi berfungsi untuk mengobati virus.)

Banyak obat antiretroviral yang digabungkan dengan obat lain sehingga orang dengan HIV biasanya hanya membutuhkan satu atau dua pil sehari.

Penyedia layanan kesehatan akan membantu ODHA (pasien HIV/AIDS) untuk memilih rejimen berdasarkan kondisi kesehatan dan pribadi mereka secara keseluruhan. Obat-obatan ini harus diminum setiap hari, persis seperti yang ditentukan. Jika obat-obatan itu tidak diambil dengan tepat, resistensi virus dapat berkembang, dan rejimen baru mungkin diperlukan.

Tes darah akan membantu menentukan apakah rejimen bekerja untuk menjaga viral load turun dan jumlah CD4 meningkat. Jika rejimen terapi antiretroviral tidak berfungsi, penyedia layanan kesehatan akan mengalihkannya ke rejimen yang berbeda dan lebih efektif.

Efek Samping dan Biaya

Efek samping dari terapi antiretroviral bervariasi dan mungkin termasuk mual, sakit kepala, dan pusing. Gejala-gejala ini sering kali bersifat sementara dan hilang seiring berjalannya waktu. Efek samping yang serius bisa berupa pembengkakan pada mulut dan lidah, serta kerusakan hati atau ginjal. Jika efek sampingnya parah, obat-obatan dapat disesuaikan.

Biaya untuk terapi antiretroviral bervariasi sesuai dengan lokasi geografis dan jenis asuransi. Beberapa perusahaan farmasi memiliki program bantuan untuk membantu menurunkan biaya.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

483 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Daftar Gejala Kanker Rahim yang Harus Moms Waspadai

Meskipun penyebab pastinya tidak diketahui, ada beberapa faktor yang menyebabkan risiko kanker rahim meningkat.

Cara Paling Efektif Memperlancar Haid yang Tidak Teratur

Untuk mengatasi haid yang tidak teratur, Moms bisa mempraktikkan cara paling efektif untuk memperlancar haid berikut ini.

10 Tips Merawat Diri Setelah Melahirkan

Apakah Moms sudah merawat diri pasca kelahiran si Kecil? Hal tersebut dapat mengurangi beberapa penykit loh!

Moms, Perhatikan Tanda dan Gejala Hipertensi Berikut!

Hampir sepertiga orang di dunia memiliki tekanan darah tinggi. Namun, gejalanya terkadang tidak tampak.

Cara Merawat Anak yang Berpuasa

Saat merawat si Kecil yang sedang berpuasa, Moms harus mengingat hal-hal berikut ini.

Serba-serbi Kanker Serviks: Definisi, Gejala, Diagnosis, Pencegahan & Pengobatan

Kanker serviks terjadi ketika sel-sel abnormal di lapisan serviks tumbuh dengan cara yang tidak terkontrol.

Ini Delapan Tanda Kanker Payudara

Kanker payudara adalah tumor yang terasa seperti benjolan ketika sel-sel di dalam payudara tumbuh tidak normal dan tidak terkendali.

Waspada, Moms! Ini Gejala Sakit Tipes pada Anak

Penyakit tipes merupakan penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi juga anak-anak.

5 Gaya Hidup Berikut Pengaruhi Kesuburan Pria

Gaya hidup ini termasuk apa yang dimakan dan diminum hingga aktivitas sehari-hari.

Ciri Kanker Payudara pada Ibu Menyusui

Kanker payudara merupakan ancaman yang serius untuk wanita. Lalu, apa tanda busui terkena kanker payudara?

Premarital Check Up: Apa Saja Fungsinya dan Mengapa Penting?

Mari kita simak 9 tes penting sebelum nikah dengan alasan mengapa masing-masing pemeriksaan perlu dilakukan.

Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Perut Kembung & Mencret pada Anak

Yuk Moms, mari kita kenali penyebab dan gejala perut kembung & mencret yang dialami bayi beserta cara mengatasinya!

Gejala, Penyebab dan Penanganan Defisiensi Kalsium pada Bayi

Tidak hanya orang dewasa yang dapat kekurangan kalsium. Ternyata bayi juga bisa kekurangan kalsium lho Moms!

Interaksi Asam Folat dengan Zat Lain

Jika Moms sedang mengonsumsi obat asam folat, sebaiknya hindari interaksi dengan beberapa zat berikut ini.

Anak Bisa Tertular Sakit Tanpa Kontak Langsung?

Anak bisa tertular penyakit tanpa kontak fisik langsung lho Moms. Lalu bagaimana penularannya?

Cara Ampuh Merawat Gigi si Kecil

Kapan harus mulai menyikat gigi bayi? Perlukah membeli sikat gigi bayi? Pasta gigi jenis apa yang terbaik?

Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Memijat Bayi

Sebelum memijat si Kecil, sebaiknya Moms menyiapkan dulu beberapa perlengkapan pijat bayi ini.

Efek Samping Ketika Tubuh Kekurangan Asam Folat

Ada beberapa efek samping yang ditimbulkan karena tubuh kekurangan asam folat. Apa saja efek samping tersebut?

Normalkah Jika Bayi Sering Menjulurkan Lidah?

Ada 2 gejala yang harus Moms waspadai jika si Kecil selalu menjulurkan lidahnya pada setiap kondisi.

My Story with Baby J: Cradle Cap / Seborrhea

Mom Juliana membagikan cerita cradle cap pada anaknya, dan cara untuk mengatasinya. Yuk simak di sini!