Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Perubahan Kotoran si Kecil Usai Makan Makanan Padat

HEALTH TIPS  |  16 Dec '18


Si Kecil mungkin mengalami perubahan bentuk tinja ketika dia mulai makan makanan padat di usia enam bulan. Hal ini normal, Moms. Perubahan dari pola makan eksklusif ASI ke diet yang mencakup makanan lainnya menyebabkan sistem pencernaannya harus beradaptasi. Tinja si Kecil akan berubah warna dan bau. Dia juga mungkin akan lebih atau kurang sering BAB daripada sebelumnya.

Ketika si Kecil mulai makan makanan padat, tinjanya menjadi lebih tebal, lebih gelap, dan lebih berbau. Tinjanya tidak akan selalu terlihat sama dan mungkin akan berbeda setelah dia memiliki makanan yang berbeda. Beberapa makanan berserat tinggi, seperti kismis, bahkan dapat melewati sistem pencernaan si Kecil sehingga hampir tidak berubah dan muncul kembali di popoknya nanti.

Kadang-kadang, proses mulai makan makanan padat dapat menyebabkan si Kecil mengalami masalah perut. Sangat umum bagi bayi untuk mengalami konstipasi atau diare pada masa ini. Dia juga bisa jadi mengalami sembelit jika tidak mendapatkan cukup ASI, susu formula atau air.

Beberapa Tanda si Kecil Mengalami Konstipasi

  1. Bayi Anda mungkin melengkungkan punggungnya, mengencangkan pantatnya, menangis, dan marah ketika BAB.
  2. Dia mungkin mengeluarkan tinja yang keras, besar, atau kecil seperti kotoran kelinci.
  3. Dia mungkin BAB lebih jarang daripada biasanya, bahkan mungkin kurang dari tiga kali seminggu.

Di sisi lain, proses memulai makanan padat pada bayi terkadang bisa menyebabkan diare. Diare dapat disebabkan oleh terlalu banyak makanan berserat tinggi, terlalu banyak buah atau jus buah. Sebaiknya, jangan berikan jus buah kepada si Kecil. Air dan susu biasa adalah minuman terbaik baginya sampai dia berumur satu tahun. Jika Moms memberi jus buah pada si Kecil, pastikan jus tersebut diencerkan dengan baik (setidaknya, perbandingan antara jus dan air 1/10).

Terkadang, si Kecil mungkin bereaksi terhadap makanan tertentu. Diare juga bisa menjadi tanda bahwa si Kecil alergi terhadap sesuatu yang dimakannya. Gejala alergi makanan yang harus diwaspadai adalah kotoran yang bau dan encer serta mengandung darah atau lendir, muntah, refluks, ruam popok, pertambahan berat badan lambat dan eksim.

Sangat umum bagi bayi di bawah usia satu tahun untuk memiliki masalah perut. Salah satu penyebabnya adalah alergi. Jika Moms merasa si Kecil bereaksi terhadap sesuatu, jangan tergoda untuk memberikan dia makanan itu lagi untuk melihat apakah dia bereaksi dengan cara yang sama. Sebaiknya, Moms berkonsultasi dengan dokter umum atau dokter anak jika si Kecil mengalami masalah perut.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

542 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

[REVIEW MOMWID] BRAND'S Saripati Ayam, Essence of chicken

Ada yang pernah mendengar tentang sari pati ayam atau essence of chicken? Ternyata Saripati Ayam ini sangat bermanfaat untuk Ibu Menyusui [...]

Kenali Gejala Dan Penanganan Anemia Pada Si Kecil

Apa gejala anemia pada si Kecil? Apa yang harus dilakukan jika si Kecil terkena anemia?

Hal-Hal Sederhana Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Ala Mom Risny

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keluarganya dari virus Corona.

What is Eczema?

What is Eczema?

Perhatikan Hal Berikut untuk Mencegah Virus Corona

Maraknya virus corona banyak membuat orang tua panik. Simak tips berikut agar si Kecil terhindar dari virus ini yuk Moms and Dads!

Penting untuk Diperhatikan Pasca Persalinan

Momen setelah bersalin tentu membahagiakan ya Moms and Dads. Tapi ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan loh! Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker untuk Si Kecil Demi Mencegah Coronavirus

Mengenakan masker merupakan salah satu cara pencegahan si Kecil tertular virus Corona. Tapi bagaimana jika si Kecil menolak masker?

Mengatasi Sinusitis Pada Balita

Pernah mendengar balita terkena sinusitis? Apa tandanya? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak berikut ini!

Pengalamanku Alami Wasir Stadium 3 Pasca Melahirkan

Wasir setelah melahirkan? Pasti ga nyaman ya Moms. Yuk simak cerita berikut ini.

Mengenal Kulit Bayi dan Cara Menjaganya

Atopic dermatitis adalah kelainan kulit kronis yang menyerang 15-20% anak-anak serta 3% orang dewasa.

Cara Membuat Mosquito Spray Repellent dengan Variasi Essential Oil

Salah satu fungsi minyak esensial adalah dapat digunakan sebagai anti nyamuk. Bagaimana cara membuatnya?

Apakah Suntik TT Aman? Bagaimana Jika Tidak Suntik TT Sebelum Menikah?

Vaksin TT akan membantu dalam pencegahan tetanus dan sangat diperlukan bagi calon pengantin.

Sindrom Marfan: Kelainan Genetik pada Jaringan Ikat Manusia

Kelainan genetik pada jaringan ikat ini paling umum memengaruhi mata, pembuluh darah, tulang & jantung.

Mengenal Gejala Sindrom Bipolar, Gangguan Kepribadian Ganda Serius

Sindrom bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem dan fluktuasi tinggi.

Mengenal Sindrom Behcet, Kelainan Langka yang Menyerang Pembuluh Darah

Sindrom Behcet merupakan kelainan langka yang menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuh mengalami peradangan.

Sindrom Asherman, Sindrom Langka yang Pengaruhi Menstruasi

Apa itu sindrom asherman yang mempengaruhi menstruasi pada wanita? Yuk kenali lebih dekat sindrom langka ini

Campak Jerman Pada Busui Apakah Berbahaya?

Campak jerman atau yang dikenal dengan campak 3 hari, sebenarnya berbeda dengan campak pada umumnya loh Moms.

Sindrom Klinefelter dan Dampaknya Terhadap Kesuburan Pria

Sindrom Klinefelter adalah kondisi genetik yang cukup umum ditemukan hanya pada pria. Bagimana dampaknya pada kesuburan?

9 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Harus Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda dan gejala awal dari kondisi kronis ini sangat perlu agar penderita dapat segera dirawat.

Pengertian, Penyebab dan Gejala Penyakit Kista

Benjolan berbentuk kantung yang dapat muncul di mana saja di tubuh ini dapat dialami oleh semua kalangan usia.