Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Persiapan Kelahiran: Berkunjung ke Dokter Laktasi

FEEDING  |  MY STORY  |  PREGNANCY  |  12 Aug '19


"Ah menyusui itu gampang. Tinggal kasih payudara aja ke bayi". Siapa yang pernah beranggapan seperti ini? Saya pun pernah berpikiran seperti ini hingga saya tiba-tiba dikelilingi oleh para ibu-ibu yang memiliki berbagai kendala dalam menyusui.

Ketika saya hamil 8 bulan setiap minggunya saya mengikuti senam hamil dan bertepatan dengan selesainya saya senam hamil ada kelas serba-serbi ASI dan pra persalinan. Tanpa pikir panjang saya pun mengajak suami untuk mengikuti kelas tersebut. Maklum, calon anak pertama dan akan melahirkan di perantauan yang jauh dari keluarga besar jadi masih minim ilmu.

Singkat cerita, bidan yang saat itu mengisi kelas pra persalinan menyarankan kepada ibu-ibu hamil yang sudah memasuki 32 weeks untuk bisa berkonsultasi kepada dokter laktasi agar mengetahui lebih banyak bagaimana menyusui dengan tepat dan menyenangkan. Batinku, wah sepertinya ini memang harus dilakukan mengingat saya pun tak punya ilmu apa-apa dan masih terngiang-ngiang problem teman-teman saya dalam menyusui.

Sepulang dari RS pun saya berkemas hospital bag dan printilan lainnya untuk dimasukkan ke dalam mobil berjaga-jaga jika sewaktu-waktu saya melahirkan tanpa kenal waktu. Setelah itu saya berdiskusi pada suami perihal berkonsultasi pada dokter laktasi tersebut yang akhirnya diberi "lampu hijau" oleh suami.

RSIA Kemang (Kemang Medical Care) pun menjadi pilihan kami. Pada awalnya kami ingin berkonsultasi pada dr. Asti Praborini namun sayang Beliau sudah tidak lagi praktek di RS tersebut dan akhirnya setelah membaca review ibu-ibu saya pun memilih dr. Gina Swastika. Kesan pertama bertemu dokter tersebut "wah keibuan sekali ini dokternya". Benar saja, beliau sangat sabar menjelaskan step by step dalam menyusui. Beliau juga memperagakan kepada saya bagaimana latch on yang benar pada bayi baru lahir dengan menggunakan boneka bayi, menjelaskan bagaimana bentuk lambung bayi ketika baru lahir dengan kelereng dan bola-bola kecilnya, mengapa asi baru deras pada hari ketiga, dan hal-hal lainnya yang sangat banyak. Oh iya, selama saya konsultasi juga suami saya masuk ke dalam ruangan dan dokter juga memberikan arahan kepada suami bagaimana mendukung istri dalam menyusui. Itu mengapa saya meminta suami agar cuti bukan hanya untuk mengantar saja melainkan juga ikut belajar sebagai ayah ASI.

Sepulang dari KMC, saya merasa mendapatkan banyak sekali ilmu walaupun saya tau bahwa prakteknya pasti tidak semudah mendengarkan teorinya. Hanya saja setidaknya saya punya bekal jika ASI saya nantinya belum keluar saya tidak perlu panik dan tidak perlu mendengarkan kata-kata orang lain yang bisa membuat saya stress. Saya juga dibekali oleh dr. Gina sebuah buku berjudul " Anti Stress Menyusui " untuk dibaca dan diterapkan ketika sudah melahirkan.

Benar saja, ketika saya melahirkan walaupun dengan proses caesar saya di hari kedua ASI saya sangat deras keluarnya bahkan sampai membuat saya demam meriang karena sungguh sakit sekali. Suami yang membenarkan posisi pelekatan anak saya kepada saya agar mengurangi lecet pun juga saya rasakan manfaatnya. Mungkin jika saya sebelum lahiran tidak berkonsultasi bisa saja pada saat itu saya menyerah untuk direct breastfeeding.

Untuk para ibu hamil yang sudah mendekati HPL selain hosptal bag yang penting ada persiapan melahirkan yang jauh lebih penting, yaitu berkunjunglah ke dokter laktasi. Menyusui tidaklah semudah seperti yang kita lihat. Struggle is real, really really real, moms ! Demi sang buah hati mendapatkan haknya berkorbanlah waktu dan materi mu untuk kebahagiaan keluargamu juga.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

628 Eda Elian

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Tips Mempercepat Keluarnya ASI Setelah Melahirkan

Di sini saya bagikan tips mempercepat keluarnya ASI yang saya lakukan sebelum & setelah melahirkan anak ke-2.