Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Persiapan bagi Ibu Hamil, yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan

MY STORY  |  PREGNANCY  |  17 Aug '19


Hamil merupakan hal yang ditunggu-tunggu sebagian besar perempuan, suami, dan keluarga. Hamil menjadi kebahagiaan tersendiri bagi sepasang suami dan istri terutama saat kehamilan pertama. Pada saat kehamilan pertama, selain rasa bahagia tentu ada was-was juga. Apa sih yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat hamil? Lalu apa yang harus dilakukan saat hamil?

Kontrol ke RS dan USG

Hal yang harus dilakukan pertama kali selain test pack adalah kontrol ke rumah sakit. Ketika tespek sudah menunjukkan positif, calon ibu juga perlu untuk kontrol ke rumah sakit dan melakukan USG. USG dilakukan untuk memastikan apakah ibu benar-benar sedang hamil atau tidak, bagaimana posisi janin, apakah berada di dalam kandungan atau tidak. Pengalaman saya di awal-awal kehamilan, USG dilakukan dengan memasukkan alat lewat vagina karena janin masih tergolong kecil dan sulit dilihat melalui USG biasa. Posisi janin juga menentukan apakah janin benar-benar bisa tumbuh dan hidup dengan semestinya. Saat kehamilan yang pertama, saya sempat diduga hamil di luar kandungan. Ini dikarenakan ketika USG janin tidak terlihat di dalam kandungan, sedangkan di luar kandungan terlihat ada gumpalan. Saya sempat diminta USG kembali beberapa hari lagi biar bisa memastikan karena memang saat itu saya tergolong belum lama telat haid. Tidak hanya itu, dokter juga sempat mengatakan apabila terasa sakit, bisa langsung diperiksaan ke rumah sakit. Akhirnya saya mencari info tentang hamil di luar kandungan. Hal ini bisa mengakibatkan calon ibu kesakitan karena janin berada di tempat yang tidak semestinya. Hal inilah yang menyebabkan janin harus dikuret.

Kantong kehamilan dan janin yang terlihat dari USG

Alhamdulilah, setelah sekitar 3 hari kemudian, saya mencoba periksa di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya dan saya mendapatkan kabar baik. Kantong kehamilan dan janin saya sudah terlihat. Hal ini yang menjadi penentu bahwa saya benar-benar hamil. Memang di jaman sekarang test pack saja sebenarnya belum cukup. Saat saya tes laboratorium di puskesmas pun, bidan menyarankan saya untuk ke dokter kandungan terlebih dahulu untuk USG dan memastikan kondisi janin. Kontrol ke rumah sakit, bidan, atau puskesmas tidak hanya dilakukan saat awal kehamilan saja. Kontrol harus dilakukan rutin agar calon ibu bisa tahu perkembangan janin, perkiraan berat janin, dan jumlah ketuban terutama di akhir-akhir masa kehamilan.

Vitamin dari dokter dan susu hamil

Setelah pulang dari dokter kandungan maupun bidan, calon ibu pasti diberikan resep vitamin untuk ibu dan janin. Bagi kondisi kehamilan tertentu bahkan akan diberikan obat penguat janin. Saya sendiri pernah diberikan obat penguat janin ketika mengalami kelelahan dan keluar flek. Ibu hamil memang harus menjaga agar tidak terlalu lelah terutama untuk kandungan yang tergolong lemah. Ibu hamil bisa saja kuat namun janinnya belum tentu. Sehingga ibu hamil harus menjaga kondisi kandungannya. Vitamin harus rutin diminum untuk kesehatan ibu dan perkembangan janin. Selain vitamin, ada banyak pilihan susu hamil untuk ibu hamil.

Susu hamil menurut saya tidaklah wajib namun bisa menjadi pilihan yang baik bagi ibu hamil apabila memang suka. Bagi yang kurang suka dan merasa mual apabila minum susu hamil, bisa diganti dengan susu lain yang disukai. Vitamin dan susu hamil tersebut juga harus diimbangi dengan makan yang cukup dengan tambahan buah dan sayur. Untungnya, semenjak hamil saya jadi lebih suka makan buah dan sayur sehingga tidak sulit untuk menambah asupan yang disarankan.

Susu kedelai, kacang hijau, dan degan asli

Susu kedelai, kacang hijau, dan degan asli dipercaya baik untuk ibu hamil dan janin. Susu kedelai sendiri kaya akan nutrisi dan vitamin, salah satunya mengandung asam folat yang bagus untuk kehamilan. Asam folat merupakan salah satu vitamin yang diberikan oleh dokter atau bidan pada ibu hamil.

Kacang hijau memiliki kandungan nutrisi dan vitamin yang baik untuk kehamilan. Kacang hijau dapat membantu perkembangan otak bayi dan mencegah bayi lahir dengan berat yang rendah atau prematur. Selain dengan cara merebus sendiri, saat ini minuman kacang hijau juga banyak dijual dalam bentuk kemasan di supermarket terdekat. Tapi alangkah lebih baik apabila diolah sendiri, lebih hemat dan kandungan nutrisi pun lebih banyak.<

Air kelapa asli atau degan asli mengandung elektrolit. Asupan elektrolit yang terbuang saat muntah pada ibu hamil bisa digantikan dengan meminum air kelapa. Cairan tubuh ibu yang hilang juga dapat tergantikan sehingga menghindari dehidrasi. Selain banyak meminum air putih, minum degan asli juga dipercaya bagus untuk menjaga air ketuban tetap cukup bagi janin. Selain kandungannya yang kaya nutrisi dan vitamin, dengan asli dan kacang hijau dipercaya dapat melebatkan rambut bayi.

Berhubungan badan saat hamil

Kebanyakan pasangan suami istri akan kebingungan perihal berhubungan badan saat istri hamil. Untuk awal mula kehamilan, berhubungan badan diperbolehkan asal janin pada kandungan kuat dan tidak membuat ibu terlalu kelelahan. Bahkan di saat kandungan sudah semakin besar dan akan lahir, calon ibu disarankan untuk berhubungan badan dengan suami. Hal ini dipercaya dapat mempercepat proses kontraksi dan kelahiran bayi. Calon ibu yang tidak juga mengalami kontraksi bisa mencoba untuk berhubungan badan dengan suami untuk merangsang kontraksi.

Memijat dan membersihkan payudara

Melakukan pemijatan dan membersihkan payudara sebaiknya dilakukan saat kandungan sudah mencapai bulan ke-8 ke atas karena dapat merangsang kontraksi. Pembersihan dan pemijatan ini berguna untuk memperlancar asi. Membersihkan payudara dan puting bisa dilakukan dengan kapas dan baby oil agar kotoran di puting yang menyumbat jalannya asi bisa bersih dan asi bisa lancar. Pemijatan yang sesuai dan rutin juga dapat merangsang lancarnya asi. Bahkan apabila melakukan dengan rutin, asi bisa keluar ketika sedang hamil. Namun jangan khawatir apabila sudah melakukan itu semua dan asi belum keluar saat hamil karena setelah melahirkan asi perlahan akan keluar. Semakin sering disusui bayi, asi juga akan semakin banyak. (baca selengkapnya pengalaman mengASIhi di Suka dan Duka MengASIhi serta Kiat-kiat Sukses MengASIhi Selama Dua Tahun).

Dari hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan di atas, yang paling penting bagi ibu hamil adalah tetap bahagia dan tidak terlalu memikirkan omongan negatif dari orang lain. Mungkin akan ada banyak larangan maupun perkatakan kurang mengenakan yang muncul dari orang sekitar namun cukup terima yang memang baik dan buang yang buruk. Bahagia adalah kunci kesehatan bagi kita semua.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

959 Ibuknya wening

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Begini Efeknya Kalau Menunda KB

Moms ada yang berencana KB tapi terus tertunda? Wajib simak cerita yang satu ini!

Jangan Sepelekan Pemeriksaan USG Saat Kehamilan, Ini Alasannya!

USG di masa kehamilan itu penting loh Moms! Yuk, simak ulasan berikut ini.

Ceritaku Hamil Kembar dan Mengalami Preeklampsia

Dibalik kelucuan memiliki bayi kembar, ternyata ada hal-hal yang perlu diwaspadai, salah satunya preeklampsia.

Cerita Kehamilan dan Melahirkan Mom Devita

Moms, yuk simak cerita kehamilan dan melahirkan Mom Devita berikut ini.

Cerita Promilku di Usia 35 Tahun

Moms sedang merencanakan program hamil? Simak yang satu ini yuk!

Aku Ngidam Belut, Amankah Di Konsumsi Saat Hamil?

Amankah ibu hamil mengonsumsi belut? Baca yang berikut ini.

Pengalaman Kuretase di Usia Kehamilan 11 Minggu

Salah satu resiko yang dapat terjadi pada Ibu hamil adalah keguguran. Setelah itu biasanya Mom akan dianjurkan untuk kuretase.

Pengalaman Program Hamil dengan Memiliki Myoma di Rahim

Di awal pernikahan aku dan suami sudah berencana ingin segera memiliki momongan. Karena kami sudah berpacaran 4 tahun, jadi rasanya sudah cukup [...]

7 Langkah Persiapan Persalinan Penuh Cinta

Ternyata perkara melahirkan bukan terjadi begitu saja. Tanpa persiapan, maka tak jarang kenangan buruk yang akan tersimpan dalam waktu yang [...]

Ceritaku Hampir Khilaf Saat Hamil

Siapa Moms yang pernah merasa galau ketika tahu hamil? You're not alone. Baca cerita ini yuk.

Proses Persalinan Anak Kedua Lebih Cepat, Benarkah?

Kata orang melahirkan anak kedua akan jauh lebih mudah dan lebih cepat dari anak pertama. Benarkah demikian?

Tips Jarak Kehamilan Antara Kakak dan Adik

Berapa jarak kehamilan yang ideal? Setiap orang pasti punya alasannya masing-masing ya. Berikut ini cerita dari Mom Ngel Zhuang.

7 Hal Penting yang Harus Dipersiapkan Sebelum Persalinan

Memasuki trimester ketiga, ibu hamil biasanya akan merasakan dag dig dug antara bahagia karena akan segera bertemu dengan sang buah hati dan [...]

Hindari Perkataan Negatif Terhadap Ibu Hamil

Yuk hindari mom-shaming dan bersama-sama memberikan dukungan terhadap para orang tua lainnya. Simak cerita berikut ini ya.

Tips Mengatasi Perut Gatal Saat Hamil

Ibu hamil sering mengalami gatal-gatal di kulit karena berbagai hal. Apa pun penyebabnya, berikut ini beberapat tips mengatasi perut gatal saat hamil.

Perbedaan USG 2D, 3D dan 4D

Bagi Moms yang tengah hamil tentunya USG sudah tidak asing lagi, ya. Seiring perkembangan zaman USG untuk memeriksa kondisi janin pun semakin [...]

5 Tanda Awal Kehamilan yang Dapat Dideteksi Tanpa Testpack

Apakah Moms mengalami telat haid? Atau merasa eneg mual ingin muntah setiap pagi dan bertanya-tanya jangan-jangan Moms sedang hamil? Jika memang [...]

Couvade Syndrome: Suami Ngidam saat Istri Hamil Ternyata Bukan Mitos

Salah satu hal yang sering dianggap tidak masuk akal adalah suami yang ikut ngidam saat Moms hamil. Di dunia medis, hal ini disebut sebagai [...]

3 Manfaat Jeruk Lemon bagi Kehamilan

Ibu hamil disarankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya termasuk vitamin C. Oleh karena itu, jeruk lemon juga baik untuk kesehatan ibu hamil.

Berhubungan Intim Terbukti Berhasil Memancing Kontraksi

Kata orang berhubungan intim di kala hamil tua dapat memicu kontraksi. Betulkah demikian?