Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Persalinan VBAC yang Penuh Pilihan

MY STORY  |  PREGNANCY  |  11 Aug '19


Yeaaay akhirnya postingan tips Sukses VBAC versi aku udah dipublish! Sekarang jadi pengen ceritain singkat perjalanan aku menuju sukses VBAC.

Semenjak awal kehamilan anak kedua kami, aku dan suami memang gak pernah mengharuskan aku melalui proses persalinan normal, cuma kami punya keyakinan kuat aja mau mencoba persalinan normal di persalinan kedua ini. Toh kalau semuanya baik dan bisa dijalani, kenapa tidak kan? Awalnya seperti itu.

Masuk 37 week kehamilan, dokter yang sudah siap membantu kami menjalani persalinan normal memberitahukan bahwa jarak antara luka sesar dengan kepala bayi saat itu hanya berjarak 2,5 mm yang ternyata katanya mungkin ada risiko lebih untuk melahirkan secara normal. Di situ kami mulai berpikir untuk mencari second opinion. 

Dan akhirnya di 38 week kami mencoba bertemu dengan dokter yang menangani proses persalinan kakak dulu. Dan ajaibnya dokter mengatakan, semua baik dan kalau mau normal ini bisa dilakukan dengan syarat harus alami tanpa induksi, bahkan pada saat itu aku sudah ada bukaan satu tapi rahim masih tebal dan kami disuruh menunggu induksi secara alami.

Masuk 39 week bukaan masih satu, tapi rahim sudah mulai tipis dan yang membuat aku semangat adalah aku sudah mulai merasakan kontraksi-kontraksi kecil yang tidak aku rasakan dulu di kehamilan pertamaku. (Meski aku juga gak yakin apa itu kontraksi palsu atau memang kontraksi alami sebelum persalinan). Tapi dokter pun menyuruh kami untuk menunggu kembali hingga aku merasakan kontraksi kuat dan adanya kemajuan pembukaan. Meski pada titik ini pun aku masih belum sepenuhnya tau apa bisa melakukan persalinan normal atau tidak.

Kembali melakukan berbagai hal yang memungkinkan percepatan terjadinya kontraksi, kalau yang aku sering lakukan di minggu ini adalah banyak melakukan berbagai perkerjaan rumah tangga seperti cuci baju, menyapu, mengepel, setrika baju sambil jongkok, main gym ball, makan banyak makanan penambah energi seperti pisang, daging, kurma, dll. Sebenarnya masih banyak sih yang bisa dilakukan, tapi ini yang bisa aku lakuin secara aku juga masih urus si kakak setiap waktu yang ternyata itu juga menguras tenaga ibu hamil besar ini.

Di week 39+5 hari aku mulai merasakan gelombang cinta yang sudah lumayan membuat aku sedikit tidak bergeming kalau sedang datang gelombang cinta tersebut. Dan intensitas sudah 25-30 menit sekali. Cus ke dokter.

Ternyata masih bukaan dua. Kembali diberikan pilihan untuk tetap menunggu observasi 12 jam di rumah sakit atau memang langsung dilakukan sesar. Kami kembali menunggu, tapi di rumah sakit untuk kembali memfokuskan pada proses persalinanku. Ini pun penting, karena di rumah ada si kakak yang notabenenya anak mama yang selalu nempel mama dan itu bisa merusak fokus mamanya kalau si kakak lihat mamanya kesakitan pada saat kontraksi.

Pukul 11 malam, mulai sakit yang intensitas sudah 10-15 menit sekali dengan kekuatan yang lumayan kencang.

Week 39+6 hari pukul 5 pagi, masih bukaan dua. Intensitas sudah masuk 5 menit sekali.

Pukul 9 pagi, masih bukaan dua. Mulai takut tidak adanya pembukaan lanjutan alias macet.

Pukul 12 siang, merasakan yang namanya pecah ketuban seperti balon yang dipecah terasa “tus” gitu. Untung dokter ada di tempat, kembali diberikan pilihan menunggu maksimal 4 jam karena ketuban sudah pecah atau langsung sesar. Kami kembali menunggu secara alami. Toh adek bayi masih oke jantungnya dan aku pun merasa masih kuat.

Pukul 13.30, mulai merasakan intensitas di 3 menit sekali dengan kekuatan kontraksi yang sudah mulai tidak tertahankan ditambah sudah mulai merasakan yang namanya perasaan ingin BAB secara real. Dicek, ternyata bukaan enam menuju tujuh. Suster mulai gerak cepat dan langsung memindahkan aku ke ruangan bersalin.

Pukul 14.23. Di ejanan ketiga dengan posisi miring kiri, aku berhasil melahirkan anak keduaku dengan bantuan bidan rumah sakit.

Ini juga penting! Aku melahirkan dengan bantuan bidan tanpa dokter spesialis kandunganku yang pada saat itu membantu persalinan di rumah sakit lain (karena pada saat itu pasien di sana sudah bukaan 8 dan aku baru empat). Tapi, menurutku bantuan dokter yang membantuku berjuang bukan hanya pada saat persalinan saja, justru proses menuju kelahirannyalah yang penting. Karena kami diyakinkan oleh dokter untuk melalui ini dengan tetap memberikan banyak pilihan sesuai medis yang disarankan olehnya. Dan ingat, selama aku menjalani ini tidak ada perasaan harus normal atau harus sesar, dokter pro normal kami pun realistis selalu bilang untuk menjalani ini dengan yakin, tapi pasrah terhadap hasil yang sudah ditentukan oleh Allah. Toh, manusia hanya bisa berencana tapi Allahlah yang menentukan semuanya.

Dan itu yang membuat kami yakin, kalau bukan dokter yang ramai pasien atau yang sudah tua atau muda, yang penting dokter yang bisa bikin aku dan suami klop dan jadi yakin menjalani persalinan ini.

Intinya sih itu perjalanan VBAC yang aku lalui dua bulan lalu. Aku yakin masih banyak cerita Moms hebat lain di luar sana. So, be strong Moms and Moms-to-be!

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

892 Khalida Wildani Rushan

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Positive Thinking, Modal Utamaku Atasi Bayi Sungsang Menjelang Persalinan

Trimester ketiga merupakan masa yang membahagiakan sekaligus mendebarkan bagi ibu hamil.

Tips Memilih Klinik atau Rumah Sakit untuk Bersalin

Melahirkan menjadi momen yang ditunggu sekaligus momen yang bikin deg-degan bagi Moms.

5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Melakukan USG 4D

Seiring dengan perkembangan teknologi, alat kedokteran pun kian canggih. Termasuk juga alat untuk USG si Kecil

Bagaimana Rasanya Melahirkan Normal? (Part 1)

Dengan cara apa pun seorang Ibu melahirkan, semua Ibu hebat dan memiliki perjuangannya masing-masing.

Suamiku Mengambil Keputusan Operasi Caesar Ketika Melihatku Sangat Lemas

Setiap ibu hamil tentu menginginkan bayinya lahir dengan sehat, selamat tanpa kekurangan suatu apa pun.

Cerita Kehamilanku

Masing-masing wanita mempunyai cerita kehamilan yang berbeda. Begitu pun dengan Saya.

Benarkah Mandi Kembang 7 Bulan dapat Melancarkan Proses Persalinan?

Di daerah saya tradisi mandi kembang di usia 7 bulan kehamilan masih sering dilakukan masyarakat sekitar.

Cerita Persalinan Pertamaku, Hampir Caesar di Menit Terakhir

Moms yang sudah mendekati HPL pasti sudah mulai resah, antara bahagia dan khawatir.

Pengalaman Saya Menggunakan BPJS Kesehatan selama Masa Kehamilan

Di awal pernikahan kami, saya dan suami memutuskan untuk menggunakan BPJS Kesehatan.

Birthball untuk Ibu Hamil!

Minggu lalu, suami saya menawarkan untuk membeli birthball. Mungkin karna ukuran perut sudah semakin besar

Pengalaman Melahirkan Anak Pertamaku

Kehamilan merupakan suatu hal yang ditunggu-tunggu bagi para pasangan suami istri. Ada yang cepat ada pula yang tidak.

Birthing Support: Hal yang Harus Dilakukan Para Birth Partner

Birth partner adalah seseorang yang akan menemani Moms selama proses persalinan nanti.

Berniat USG 4D? Perhatikan Tiga Hal Berikut!

Kali ini saya akan sedikit berbagi pengalaman tentang niat saya untuk USG 4D saat hamil.

Proses Lahiran yang Terbaik Buat Aku

Di sini aku akan berbagi cerita-cerita tentang proses lahirnya Caelan 3 bulan lalu. Simak yuk Moms!

Hospital Bag Checklist

Berhubung banyak temenku yang akan lahiran soon, jadi ingat zaman hamil Zo bingung banget mau packing apa.

Pengalamanku Alami Plasenta Previa di Kehamilan ke 3

Sore hari saat mau mandi sore, saya dibuat kaget karena mendapati air kencing saya berwarna merah segar.

Punya Baby Brain Tetap Bisa Lulus S2

Hai Moms, saya mau share tentang baby brain yang saya alami saat hamil si Kecil khususnya pada trimester ketiga.

LITMUS: Pendeteksi Cairan Ketuban

Di usia kehamilan trimester tiga kita harus lebih waspada terhadap penurunan volume air ketuban.

Arlin's Birth Story

Hi Moms! Kali ini saya ingin berbagi ceritaku nih selama proses melahirkan. Semoga bisa menambah wawasan.

Senam atau Yoga Hamil?

Di antara Moms mungkin ada yang memilih senam atau yoga. Banyak juga yang bingung mana yang lebih baik.