Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Perlukah Mencuci Cangkang Telur Sebelum Dikonsumsi?

OTHERS  |  20 Mar '19

Sudah ga asing lagi ya Moms dengan telur? Murah, mudah didapat dan mudah diolah untuk lauk pauk kita maupun untuk bahan pembuatan MPASI si Kecil menjadi salah satu daya tarik telur. Dan telur ini juga merupakan makanan yang mudah sekali disukai oleh anak-anak. Tapi tahukah Moms kalau kebiasaan kita untuk tidak mencuci cangkang pada saat akan dibuka untuk dimasak ternyata berperan penting lho.

Di satu sisi mencuci cangkang tersebut sangat bermanfaat, tapi di sisi lain, mungkin masih banyak di antara kita yang cenderung meremehkan pencucian cangkang telur pada saat akan dibuka kemudian masak, maupun akan disimpan di dalam lemari pendingin. Padahal harus kita ketahui hewan termasuk unggaspun memiliki bakteri salmonella pada saluran cernanya yang pastinya berbahaya untuk pencernaan kita dan si Kecil.

Pada saat telur keluar dari anus jelas ada kotoran/feses yang menempel pada telur tersebut. Bakteri salmonella ini yang bisa menyebabkan timbulnya masalah pencernaan seperti diare, kemudian bisa juga mengalami demam Tifoid atau sering kita kenal sebagai tifus. Tidak mau kan Moms si Kecil terserang tifus?

Gak ada salahnya juga kan Moms kalau kita mencegah hal buruk terjadi pada keluarga kita, langkah pencucian ini mungkin bisa meningkatkan kesehatan di keluarga dan masyarakat.

Caranya cukup mudah, hanya mencuci cangkang dengan air mengalir dan menyikat dengan sikat (boleh menggunakan bekas sikat gigi). Jangan lupa cuci tangan sampai bersih setelah melakukan ini, atau bila perlu boleh menggunakan sarung tangan.

Tak hanya itu, mengonsumsi telur setengah matang pun bisa menyebabkan bakteri salmonella ini masuk ke dalam tubuh kita ya. Jangan salah ya, makan telur setengah matang itu bukan berarti sehat. Biasa para penggemar mie instan rebus banyak yang pake telur setengah matang. Masaklah telur sampai benar-benar matang ya Moms agar keluarga kita tidak terserang penyakit yang berbahaya.

Semoga bermanfaat.

By: Tyas Novia Tularsih

Copyright by Babyologist

1240 Tyas Novia Tularsih

Comments

Related Stories