Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Perlukah Full Mom Memerah ASI?

FEEDING  |  MY STORY  |  PARENTING  |  26 Feb '20


Saya sedang menjalani babak baru dalam hidup saya. Jika sebelumnya saya berperan sebagai Working Mom, sekarang saya berperan sebagai Full Mom. Tidak mudah bagi saya untuk meninggalkan pekerjaan yang sudah saya tekuni selama 10 tahun, namun akhirnya saya lepaskan demi merawat kedua anak saya.

Anak pertama saya sekarang berusia 27 bulan, dan anak ke dua saya berusia 1 bulan. Saat memberi ASI pada anak pertama, posisi saya masih sebagai working mom. Jadi saya menyusui dengan 2 metode yaitu Direct Breast Feeding dan menyusui dengan ASI perah melalui botol susu.

Nah, sekarang posisi saya sebagai full mom. Pertanyaannya adalah , perlukah saya memerah ASI? Saya menyusui anak ke dua saya dengan cara menyusui langsung. Namun, untuk menaikkan produksi ASI, kerap kali saya melakukan power pumping di saat bayi saya tidur. Atau, saat bayi saya menyusu di payudara sebelah kanan, saya memerah ASI payudara sebelah kiri. Hasil perahan ASI tersebut saya bekukan di freezer.

ASI saya memang tergolong “pas-pasan” bahkan sempat dibantu susu formula saat bayi saya kuning di usianya yang baru 1 minggu. Puji Tuhan, sedikit demi sedikit semakin bertambah produksi ASInya dan saat ini saya memiliki sekitar 20 kantong ASI perah beku di freezer saya.

Terkadang, banyak ibu menyusui berpikir untuk apa memerah ASI padahal selalu di rumah bersama si Kecil. Saya ingin bercerita bahwa 2 minggu ini saya mengalami situasi yang membuat saya menyimpulkan bahwa saya perlu memerah ASI untuk persediaan.

Kejadian pertama adalah saat suami saya sakit dan saya harus mendampinginya ke Rumah Sakit untuk cek darah di laboratorium. Saya harus menitipkan anak saya kepada ibu saya. Padahal, untuk menunggu hasil lab saja memerlukan waktu 2 jam. Total waktu di rumah sakit sekitar 4 jam. Meski begitu, saat itu saya tenang karena saya memiliki cadangan ASI di freezer jadi kebutuhan ASI si Kecil tetap terpenuhi.

Selama menunggu di rumah sakit, saya memerah ASI sehingga bisa memasok stok ASI perah lagi. Ini juga untuk menghindari terkena mastitis karena payudara yang membatu. Jadi, memerah ASI juga sangat penting untuk menghindarkan kita dari mastitis, ya, Moms. Bonusnya, kita mempunyai cadangan ASI.

Kejadian kedua adalah saat anak pertama saya yang juga masih batita sakit. Dia demam tinggi dan malam hari saya dan suami membawanya ke Rumah Sakit. Saat itu, saya juga tenang karena memiliki ASI perah. Bayi saya dijaga oleh ibu mertua saya dan tetap terpenuhi kebutuhan ASInya dengan ASI perah.

Terkadang, ada situasi saat kita harus keluar rumah tanpa bayi kita. Di saat itulah, memiliki stok ASI perah menjadi sangat penting. Memerah ASI juga sangat penting untuk membantu menaikkan produksi ASI yaitu dengan cara memerah ASI setiap bayi selesai menyusu.

Manfaat lainnya adalah menghindarkan kita dari mastitis akibat payudara yang membatu akibat dari bayi kita masih kenyang sehingga belum mau menyusu atau bayi menyusu tapi payudara belum sampai kosong.

Dari pengalaman tersebut, saya menyimpulkan bahwa sebagai full mom, memerah ASI tetap menjadi hal yang penting bagi saya. Demikian pengalaman saya, semoga bermanfaat, ya, Moms.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

301 Milka Nathasia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Di Rumah Aja Tapi ASIP di Freezer Full? Kok Bisa?

Siapa nih moms yang masih semangat pumping meski di rumah aja? Wah, meski di rumah aja tapi semangat mengASIhi jangan sampai kendor ya moms. Di [...]

8 Sumber Karbohidrat Selain Nasi untuk si Kecil

Jika si Kecil menolak makan nasi, Moms tidak perlu khawatir. Ada beberapa pilihan karbohidrat selain nasi seperti berikut:

Resep Sop Sosis Makaroni a la Mom Defan

Butuh resep baru untuk MPASI si Kecil? Simak Mom Defan membagikan resep sop sosis makaroni berikut ini.

7 Manfaat Kurma untuk Ibu MengASIhi

Kelancaran ASI eksklusif bisa diperoleh dengan banyak cara ya Moms. Salah satunya dengan mengkonsumsi makanan/minuman yang dipercaya mampu [...]

Anak GTM? Tak Perlu Panik Moms!

Tahap MPASI sering menjadi momok bagi sebagian besar Moms. Ya, GTM alias Gerakan Tutup Mulut adalah masa-masa si Kecil tidak mau makan. [...]

Udah Gede, Kok Masih Disuapin?

Sampai saat ini, saya dan suami masih bergantian setiap hari menyuapi anak kami, Elkana yang sudah berusia 5 tahun.