Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Perlindungan Polio untuk Bayi

HEALTH TIPS  |  21 Jun '18


Perlu diketahui bahwa virus polio sangat berbahaya, karena penyebarannya sangat cepat dan mudah, hanya melalui kontak fisik dari cairan yang keluar dari tubuh (air liur dan ingus), dan bisa juga melalui tinja dari penderita itu dapat menularkan virusnya. Bahkan jika seseorang sudah terinfeksi virus tersebut tidak akan muncul reaksi atau gejala apapun seperti penyakit lain. Virus polio bisa mengakibatkan penderitanya mengalami kecacatan dan kelumpuhan secara permanen dan tentunya ini persesntase untuk sembuh sangat kecil.

Untuk itu pemberian imunisasi polio pada anak sangat penting karena dapat berfungsi melindungi tubuh si kecil dari virus poliomyelitis atau infeksi polio yang tentunya jika si kecil terserang virus ini akan membahayakan dan bisa mengancam nyawannya. Untuk itu jangan menyepelekan pentingnya vaksin polio terhadap anak.

Sebelum Mom memberikan imunisasi polio terhadap si kecil ada beberapa hal yang harus diketahui terlebih dahulu. Jangan langsung asal memvaksin, lebih baik periksakan terlebih dahulu si kecil ke dokter apakah memiliki reaksi alergi yang parah terhadap vaksin polio ini atau tidak. Karena terdapat beberapa kondisi tertentu yang tidak mengharuskan si kecil langsung suntik vaksin ketika lahir melainkan ditunda terlebih dahulu. Karena anak yang alergi terhadap kandungan polymyxin B, streptomycin, dan neomycin ini tidak dianjurkan untuk diimunisasi jenis polio. Jika si kecil mempunyai reaksi alergi dari beberapa kandungan seperti di atas lebih baik tunda dulu dan menunggu si kecil benar-benar sembuh, tetapi jika hanya batuk, pilek dan demam, maka masih diperbolehkan untuk divaksinasi.

Mengenal Jenis-jenis Polio

Saat melaksanakan vaksin polio untuk si kecil biasanya ini terdapat dua jenis imunisasi yang wajib diketahui dan diberikan untuk si kecil. Jenis imunisasi polio pertama itu ada OPV bisa disebut polio virus yang sudah dijinakkan dan cara pengaplikasiaannya yaitu secara oral atau dengan diteteskan langsung melalui mulut si kecil.

Jenis polio yang kedua adalah jenis IPV ini merupakan vaksin yang menggunakan polio virus yang sudah dimatikan atau di nonaktifkan yang pengaplikasiannya dilakukan melalui suntikan. IPV ini bisa diberikan empat kali ketika anak berusia 2 sampai 18 bulan. Dan kemudian di booster ulang ketika anak menginjak usia 4 sampai 6 tahun.

Sebenarnya vaksin IPV dan OPV ini termasuk vaksin yang aman diberikan kepada anak. Walaupun ada beberapa kondisi yang tidak memungkinkan, vaksin polio ini tetap harus diberikan. Efek sampig yang diderita si kecil mungkin saja hanya bersifat sementara, tetapi untuk antisipasti memang harus konsultasi ke dokter anak terlebih dahulu.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

547 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

[REVIEW MOMWID] BRAND'S Saripati Ayam, Essence of chicken

Ada yang pernah mendengar tentang sari pati ayam atau essence of chicken? Ternyata Saripati Ayam ini sangat bermanfaat untuk Ibu Menyusui [...]

Kenali Gejala Dan Penanganan Anemia Pada Si Kecil

Apa gejala anemia pada si Kecil? Apa yang harus dilakukan jika si Kecil terkena anemia?

Hal-Hal Sederhana Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Ala Mom Risny

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keluarganya dari virus Corona.

What is Eczema?

What is Eczema?

Perhatikan Hal Berikut untuk Mencegah Virus Corona

Maraknya virus corona banyak membuat orang tua panik. Simak tips berikut agar si Kecil terhindar dari virus ini yuk Moms and Dads!

Penting untuk Diperhatikan Pasca Persalinan

Momen setelah bersalin tentu membahagiakan ya Moms and Dads. Tapi ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan loh! Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker untuk Si Kecil Demi Mencegah Coronavirus

Mengenakan masker merupakan salah satu cara pencegahan si Kecil tertular virus Corona. Tapi bagaimana jika si Kecil menolak masker?

Mengatasi Sinusitis Pada Balita

Pernah mendengar balita terkena sinusitis? Apa tandanya? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak berikut ini!

Pengalamanku Alami Wasir Stadium 3 Pasca Melahirkan

Wasir setelah melahirkan? Pasti ga nyaman ya Moms. Yuk simak cerita berikut ini.

Mengenal Kulit Bayi dan Cara Menjaganya

Atopic dermatitis adalah kelainan kulit kronis yang menyerang 15-20% anak-anak serta 3% orang dewasa.

Cara Membuat Mosquito Spray Repellent dengan Variasi Essential Oil

Salah satu fungsi minyak esensial adalah dapat digunakan sebagai anti nyamuk. Bagaimana cara membuatnya?

Apakah Suntik TT Aman? Bagaimana Jika Tidak Suntik TT Sebelum Menikah?

Vaksin TT akan membantu dalam pencegahan tetanus dan sangat diperlukan bagi calon pengantin.

Sindrom Marfan: Kelainan Genetik pada Jaringan Ikat Manusia

Kelainan genetik pada jaringan ikat ini paling umum memengaruhi mata, pembuluh darah, tulang & jantung.

Mengenal Gejala Sindrom Bipolar, Gangguan Kepribadian Ganda Serius

Sindrom bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem dan fluktuasi tinggi.

Mengenal Sindrom Behcet, Kelainan Langka yang Menyerang Pembuluh Darah

Sindrom Behcet merupakan kelainan langka yang menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuh mengalami peradangan.

Sindrom Asherman, Sindrom Langka yang Pengaruhi Menstruasi

Apa itu sindrom asherman yang mempengaruhi menstruasi pada wanita? Yuk kenali lebih dekat sindrom langka ini

Campak Jerman Pada Busui Apakah Berbahaya?

Campak jerman atau yang dikenal dengan campak 3 hari, sebenarnya berbeda dengan campak pada umumnya loh Moms.

Sindrom Klinefelter dan Dampaknya Terhadap Kesuburan Pria

Sindrom Klinefelter adalah kondisi genetik yang cukup umum ditemukan hanya pada pria. Bagimana dampaknya pada kesuburan?

9 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Harus Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda dan gejala awal dari kondisi kronis ini sangat perlu agar penderita dapat segera dirawat.

Pengertian, Penyebab dan Gejala Penyakit Kista

Benjolan berbentuk kantung yang dapat muncul di mana saja di tubuh ini dapat dialami oleh semua kalangan usia.