THE DAILY

Pentingnya Mengajarkan Anak untuk Belajar dari Kesalahannya Pentingnya Mengajarkan Anak untuk Belajar dari Kesalahannya
20 Jan '19

Memilih Wadah Terbaik Menyimpan ASIP Memilih Wadah Terbaik Menyimpan ASIP
06 Nov '18

Apakah Panas dari Laptop dapat Memengaruhi Kesuburan? Apakah Panas dari Laptop dapat Memengaruhi Kesuburan?
20 Jan '19

Anak Kurus Pasti Tidak Sehat? Anak Kurus Pasti Tidak Sehat?
20 Jan '19

Bahan Kimia yang Mempengaruhi Kesuburan Pria Bahan Kimia yang Mempengaruhi Kesuburan Pria
20 Jan '19

Apakah Anak Berusia 4 Tahun ke Atas Masih Memerlukan Stroller? Apakah Anak Berusia 4 Tahun ke Atas Masih Memerlukan Stroller?
30 Jul '18

Bagaimana Cara Menaikkan Tekstur MPASI si Kecil? Bagaimana Cara Menaikkan Tekstur MPASI si Kecil?
20 Jan '19

Makanan Peningkat Kesuburan Makanan Peningkat Kesuburan
20 Jan '19

Pro dan Kontra Menjadi Working Mom Pro dan Kontra Menjadi Working Mom
20 Jan '19

Mengatasi Efek Buruk Penggunaan Gadget pada si Kecil Mengatasi Efek Buruk Penggunaan Gadget pada si Kecil
07 Nov '18

Dukung Tumbuh Kembang Anak dengan Probiotik Dukung Tumbuh Kembang Anak dengan Probiotik
20 Jan '19

Hati-hati Saat Berbicara dengan Ibu Hamil! Hati-hati Saat Berbicara dengan Ibu Hamil!
20 Jan '19

Menghitung Masa Subur Menghitung Masa Subur
20 Jan '19

Cara Ampuh Melindungi Si Kecil dari Berbagai Penyakit Cara Ampuh Melindungi Si Kecil dari Berbagai Penyakit
23 Nov '18

Cerita Kehamilan Mom Usi Cerita Kehamilan Mom Usi
20 Jan '19

Tips agar Baby Tidur Nyenyak Semalaman Tips agar Baby Tidur Nyenyak Semalaman
19 Jan '19

Amankah Makanan yang Mengandung Biji Wijen bagi Si Kecil? Amankah Makanan yang Mengandung Biji Wijen bagi Si Kecil?
19 Jan '19

Berbahayakah Tidur Satu Ranjang dengan Bayi? Berbahayakah Tidur Satu Ranjang dengan Bayi?
18 Dec '18

Tips Hamil Anak Kembar Tips Hamil Anak Kembar
19 Jan '19

Persediaan Obat untuk si Kecil Persediaan Obat untuk si Kecil
19 Jan '19

Yuk Moms Buat Mainan Sendiri! Yuk Moms Buat Mainan Sendiri!
19 Jan '19

Tips Mengatasi Kulit Bayi yang Kering dan Dehidrasi Tips Mengatasi Kulit Bayi yang Kering dan Dehidrasi
08 Nov '18

Pentingnya Skrining Bayi Prematur Pentingnya Skrining Bayi Prematur
19 Jan '19

Hindari Makanan dan Minuman Ini agar Cepat Hamil Hindari Makanan dan Minuman Ini agar Cepat Hamil
19 Jan '19

Sudah Dua Kali Keguguran, Masihkah Berpeluang Hamil? Sudah Dua Kali Keguguran, Masihkah Berpeluang Hamil?
19 Jan '19

Tofu Egg Soup Tofu Egg Soup
19 Jan '19

Brokoli Selimut Tepung Brokoli Selimut Tepung
19 Jan '19

Tips Bersalin Normal dengan Tenang dan Nyaman Tips Bersalin Normal dengan Tenang dan Nyaman
19 Jan '19

Cara Cepat Hamil ala Mom Selly Cara Cepat Hamil ala Mom Selly
19 Jan '19

Perlukah Memiliki Baju Menyusui? Perlukah Memiliki Baju Menyusui?
19 Jan '19

Menghentikan Kebiasaan Anak Memukul Kepala Sendiri Menghentikan Kebiasaan Anak Memukul Kepala Sendiri
19 Jan '19

Tips Cepat Hamil ala Mom Dian Tips Cepat Hamil ala Mom Dian
19 Jan '19

Couvade Syndrome: Istri Hamil, Suami Ikut Ngidam Couvade Syndrome: Istri Hamil, Suami Ikut Ngidam
18 Jan '19

Yuk Ajak si Kecil ke Pantai! Yuk Ajak si Kecil ke Pantai!
18 Jan '19

Misoa Telur Puyuh (14 M+) Misoa Telur Puyuh (14 M+)
18 Jan '19

Cara Menurunkan Demam Anak Cara Menurunkan Demam Anak
18 Jan '19

READ MORE

Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Perkembangan Bahasa pada Balita dengan Gangguan Penglihatan

GROWTH & DEVELOPMENT  |  PARENTING  |  07 Nov '18

Seperti apakah perkembangan bahasa pada balita yang tunanetra atau memiliki gangguan penglihatan? Berikut ini penjelasan dari Family Connect, sebuah program dari American Foundation untuk para tunanetra.

Saat balita mengumpulkan beberapa kosakata, mereka mulai menggunakan bahasa untuk mengomunikasikan apa yang mereka inginkan dan apa yang tidak mereka inginkan. Pada usia dua tahun, kebanyakan balita dapat mengikuti petunjuk dua langkah sederhana, seperti "makan sekali gigit dan letakkan sendokmu" dan mungkin dapat menempatkan dua atau tiga kata bersama untuk mengekspresikan diri mereka, seperti, "aku mau" atau " ingin jus. " Si Kecil sekarang bisa menggunakan kata-kata untuk berkomunikasi, tetapi dia juga menggunakan gerakan, tangisan, dan tindakan lain, seperti menarik diri dari Moms ketika dia tidak ingin memakai jaketnya atau mendorong mangkuknya dari baki high chair ketika dia tidak ingin serealnya. Dia mengerti lebih banyak bahasa daripada yang bisa dia ungkapkan.

Penting bagi Moms untuk terus berbicara dengan si Kecil yang mengalami gangguan penglihatan secara terus-menerus, persis seperti ketika dia masih bayi. Sekarang, dia mengerti kata-kata yang Moms ucapkan. Fokuslah pada kegiatan dan objek yang menarik baginya atau yang ingin Moms bagikan dengannya untuk membantunya lebih memahami dunia. Hubungkan apa yang Moms katakan dengan pengalaman sebelumnya. Misalnya, ketika dia membantu Moms untuk mendapatkan sekotak es krim dari freezer di supermarket, bicaralah tentang bagaimana dinginnya dan rasa es krim apa yang ada di dalam karton. Bacakan cerita untuknya dan bagikan objek atau gambar yang terkait dengan cerita dalam beberapa cara.

Meskipun kebanyakan balita dapat menggunakan bahasa untuk mengekspresikan diri, anak-anak pada usia yang sama dapat menunjukkan cukup banyak kemampuan, dari mereka yang berbicara dalam kalimat dua sampai tiga kata kepada mereka yang berbicara dalam paragraf. Pada usia ini, bahasa yang bisa diterima anak-anak, alias pemahaman mereka tentang ucapan orang lain, masih lebih besar dari bahasa ekspresif mereka (kemampuan mereka untuk berbagi pikiran).

Moms mungkin memperhatikan bahwa si Kecil mengulang kembali apa yang Moms katakan kepadanya. Sebagai contoh, jika Moms berkata "Mama mendengar suara tukang jualan es krim!" dia mungkin mengulang kembali, "Dengar, jual es krim." Perilaku ini dikenal sebagai echolalia dan umum di kalangan balita. Namun, echolalia dapat lebih sering dan berlangsung lebih lama di antara anak-anak yang buta atau tunanetra. Jadi, Moms perlu memperhatikan untuk melihat apakah si Kecil sering melakukan hal ini. Moms mungkin perlu mencari cara membantunya mempelajari bahasanya sendiri secara spontan.

Moms mungkin mendengar si Kecil merujuk dirinya sendiri dengan nama, daripada menggunakan kata ganti. Kata ganti seperti "Aku/saya," "kamu," "dia," dan "mereka" adalah rumit bagi semua anak untuk belajar, tetapi hal ini sering tampak lebih sulit untuk anak-anak tunanetra. Salah satu strategi yang mungkin berhasil adalah berada di belakang anak Anda dan berbisik di telinganya apa yang harus dia katakan saat orang dewasa lain mengajaknya mengobrol. Tunjukkan bagaimana kata ganti digunakan ketika Anda berbicara dengan si Kecil dan dorong dia untuk menyebut dirinya sebagai "aku/saya."

Mulailah untuk menunjukkan kepada si Kecil jenis gerakan yang biasanya digunakan orang dalam percakapan yang mungkin tidak dapat dilihatnya, seperti gemetar dan menganggukkan kepala, memberi isyarat agar seseorang bergabung dengan Moms, atau mengerutkan kening untuk menunjukkan rasa tidak setuju. Deskripsikan gerakan-gerakan ini ketika Moms melihat orang lain menggunakannya dan anjurkan si Kecil untuk menggunakan gerakan selama waktu-waktu alami dalam percakapan. Misalnya, melambaikan tangan ketika mengatakan “selamat tinggal”.

Konsep yang melibatkan ruang, seperti "di dalam" dan "di luar", "di depan" dan "di belakang" sering sulit dipahami anak-anak tunanetra untuk memahami sepenuhnya. Dengan melibatkan si Kecil dalam kegiatan sehari-hari, Moms dapat membantunya mempelajari konsep-konsep seperti itu. Ingatlah untuk selalu konsisten dalam menggunakan kata-kata untuk menggambarkan tindakan Moms.

Semoga bermanfaat. 

By: Babyologist Editor

1728 Babyologist Editor Send Message to Writer

Related Stories