DAILY FEED

Sakit dan Obat Bukan Halangan untuk Menyusui Sakit dan Obat Bukan Halangan untuk Menyusui
24 Mar '19

Redakan Hidung Tersumbat pada Bayi dengan Respimer Redakan Hidung Tersumbat pada Bayi dengan Respimer
21 Mar '19

Macaroni Tumis Sayuran Mix Bakso dan Keju (15 M+) Macaroni Tumis Sayuran Mix Bakso dan Keju (15 M+)
24 Mar '19

Tahapan Yang Wajib di ikuti Moms Desi Selama Program Hamil Tahapan Yang Wajib di ikuti Moms Desi Selama Program Hamil
24 Mar '19

Morinaga Chil Kid Soya untuk si Kecil yang Alergi Susu Sapi Morinaga Chil Kid Soya untuk si Kecil yang Alergi Susu Sapi
24 Mar '19

Kisahku Melawan Abses Kisahku Melawan Abses
24 Mar '19

Mencoba Menyusui Kembali dengan Relaktasi Mencoba Menyusui Kembali dengan Relaktasi
24 Mar '19

Mengenalkan Berenang Sejak Dini Mengenalkan Berenang Sejak Dini
24 Mar '19

Mitos dan Fakta Tentang Pompa ASI Mitos dan Fakta Tentang Pompa ASI
18 Mar '19

Review Perawatan Gigi Arkananta Review Perawatan Gigi Arkananta
24 Mar '19

Review Haenim Breastpump by Mom Mira Damayanti Review Haenim Breastpump by Mom Mira Damayanti
24 Mar '19

MPASI Alfa: Nasi Tim Ayam Wortel dengan Tempe Goreng MPASI Alfa: Nasi Tim Ayam Wortel dengan Tempe Goreng
24 Mar '19

Cara Alami Menambah Tinggi Badan Si Kecil Cara Alami Menambah Tinggi Badan Si Kecil
02 Aug '18

Bayi Demam? Jangan Panik Moms Bayi Demam? Jangan Panik Moms
24 Mar '19

Yummy Bites, Snack Praktis untuk si Kecil Yummy Bites, Snack Praktis untuk si Kecil
24 Mar '19

Dori Putren Kuah Santan untuk si Kecil yang Sedang GTM Dori Putren Kuah Santan untuk si Kecil yang Sedang GTM
24 Mar '19

Benarkah Memompa ASI dapat Mengubah Bentuk Payudara? Benarkah Memompa ASI dapat Mengubah Bentuk Payudara?
18 Feb '19

Haruskah Memiliki Tabungan Anak? Haruskah Memiliki Tabungan Anak?
24 Mar '19

Normalkah Jika si Kecil Hanya Menyusui Tiap Beberapa Menit Sekali? Normalkah Jika si Kecil Hanya Menyusui Tiap Beberapa Menit Sekali?
23 Mar '19

Dr. Ato Foaming Bath and Shampoo Pilihanku Dr. Ato Foaming Bath and Shampoo Pilihanku
23 Mar '19

Manfaat Nursing Pillow untuk Ibu dan Bayi by Baby Loop Indonesia Manfaat Nursing Pillow untuk Ibu dan Bayi by Baby Loop Indonesia
01 Mar '19

Makan Pedas saat Hamil Bikin Mata Bayi Belekan? Makan Pedas saat Hamil Bikin Mata Bayi Belekan?
23 Mar '19

Do's & Don'ts Saat Mengunjungi Newborn Do's & Don'ts Saat Mengunjungi Newborn
23 Mar '19

Cussons Baby Hair Lotion Candle Nut & Celery untuk Rambut Tebal si Kecil Cussons Baby Hair Lotion Candle Nut & Celery untuk Rambut Tebal si Kecil
23 Mar '19

Hello Parents, from Chubby Hello Parents, from Chubby
19 Feb '19

Breastfeeding 101: My First Experience with Babyologist Talkshow Breastfeeding 101: My First Experience with Babyologist Talkshow
23 Mar '19

Fuyunghai Menu MPASI Afif Fuyunghai Menu MPASI Afif
23 Mar '19

ASI Banyak Meski Anak Sudah Lebih Dari 12 Bulan? Ini Rahasianya ASI Banyak Meski Anak Sudah Lebih Dari 12 Bulan? Ini Rahasianya
23 Mar '19

Benarkah Minum Susu dari Botol Sebabkan Infeksi Telinga? Benarkah Minum Susu dari Botol Sebabkan Infeksi Telinga?
04 Feb '19

Bumbu untuk MPASI si Kecil Bumbu untuk MPASI si Kecil
23 Mar '19

Tips Memilih Pengasuh untuk Anak Tips Memilih Pengasuh untuk Anak
23 Mar '19

Apa Perbedaan High Chair dan Booster Seat? Apa Perbedaan High Chair dan Booster Seat?
23 Mar '19

Cara Mencegah Si Kecil Muntah ketika Minum Susu! Cara Mencegah Si Kecil Muntah ketika Minum Susu!
04 Feb '19

Cara Mudah Membersihkan Kerak Kepala si Kecil Cara Mudah Membersihkan Kerak Kepala si Kecil
23 Mar '19

Review: Minyak Kutus Kutus Andalan Keluarga Review: Minyak Kutus Kutus Andalan Keluarga
23 Mar '19

QnA about Pregnancy with Mom Catherine QnA about Pregnancy with Mom Catherine
23 Mar '19

Mengapa Bayi Perlu Menggunakan Body Lotion? Mengapa Bayi Perlu Menggunakan Body Lotion?
27 Sep '18

Singkong Thailand ala Mom Yuniana Singkong Thailand ala Mom Yuniana
23 Mar '19

Review Tommee Tippee Manual Breastpump by Mom Halida Review Tommee Tippee Manual Breastpump by Mom Halida
23 Mar '19

READ MORE

Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Perkembangan Bahasa pada Balita dengan Gangguan Penglihatan

GROWTH & DEVELOPMENT  |  PARENTING  |  07 Nov '18

Seperti apakah perkembangan bahasa pada balita yang tunanetra atau memiliki gangguan penglihatan? Berikut ini penjelasan dari Family Connect, sebuah program dari American Foundation untuk para tunanetra.

Saat balita mengumpulkan beberapa kosakata, mereka mulai menggunakan bahasa untuk mengomunikasikan apa yang mereka inginkan dan apa yang tidak mereka inginkan. Pada usia dua tahun, kebanyakan balita dapat mengikuti petunjuk dua langkah sederhana, seperti "makan sekali gigit dan letakkan sendokmu" dan mungkin dapat menempatkan dua atau tiga kata bersama untuk mengekspresikan diri mereka, seperti, "aku mau" atau " ingin jus. " Si Kecil sekarang bisa menggunakan kata-kata untuk berkomunikasi, tetapi dia juga menggunakan gerakan, tangisan, dan tindakan lain, seperti menarik diri dari Moms ketika dia tidak ingin memakai jaketnya atau mendorong mangkuknya dari baki high chair ketika dia tidak ingin serealnya. Dia mengerti lebih banyak bahasa daripada yang bisa dia ungkapkan.

Penting bagi Moms untuk terus berbicara dengan si Kecil yang mengalami gangguan penglihatan secara terus-menerus, persis seperti ketika dia masih bayi. Sekarang, dia mengerti kata-kata yang Moms ucapkan. Fokuslah pada kegiatan dan objek yang menarik baginya atau yang ingin Moms bagikan dengannya untuk membantunya lebih memahami dunia. Hubungkan apa yang Moms katakan dengan pengalaman sebelumnya. Misalnya, ketika dia membantu Moms untuk mendapatkan sekotak es krim dari freezer di supermarket, bicaralah tentang bagaimana dinginnya dan rasa es krim apa yang ada di dalam karton. Bacakan cerita untuknya dan bagikan objek atau gambar yang terkait dengan cerita dalam beberapa cara.

Meskipun kebanyakan balita dapat menggunakan bahasa untuk mengekspresikan diri, anak-anak pada usia yang sama dapat menunjukkan cukup banyak kemampuan, dari mereka yang berbicara dalam kalimat dua sampai tiga kata kepada mereka yang berbicara dalam paragraf. Pada usia ini, bahasa yang bisa diterima anak-anak, alias pemahaman mereka tentang ucapan orang lain, masih lebih besar dari bahasa ekspresif mereka (kemampuan mereka untuk berbagi pikiran).

Moms mungkin memperhatikan bahwa si Kecil mengulang kembali apa yang Moms katakan kepadanya. Sebagai contoh, jika Moms berkata "Mama mendengar suara tukang jualan es krim!" dia mungkin mengulang kembali, "Dengar, jual es krim." Perilaku ini dikenal sebagai echolalia dan umum di kalangan balita. Namun, echolalia dapat lebih sering dan berlangsung lebih lama di antara anak-anak yang buta atau tunanetra. Jadi, Moms perlu memperhatikan untuk melihat apakah si Kecil sering melakukan hal ini. Moms mungkin perlu mencari cara membantunya mempelajari bahasanya sendiri secara spontan.

Moms mungkin mendengar si Kecil merujuk dirinya sendiri dengan nama, daripada menggunakan kata ganti. Kata ganti seperti "Aku/saya," "kamu," "dia," dan "mereka" adalah rumit bagi semua anak untuk belajar, tetapi hal ini sering tampak lebih sulit untuk anak-anak tunanetra. Salah satu strategi yang mungkin berhasil adalah berada di belakang anak Anda dan berbisik di telinganya apa yang harus dia katakan saat orang dewasa lain mengajaknya mengobrol. Tunjukkan bagaimana kata ganti digunakan ketika Anda berbicara dengan si Kecil dan dorong dia untuk menyebut dirinya sebagai "aku/saya."

Mulailah untuk menunjukkan kepada si Kecil jenis gerakan yang biasanya digunakan orang dalam percakapan yang mungkin tidak dapat dilihatnya, seperti gemetar dan menganggukkan kepala, memberi isyarat agar seseorang bergabung dengan Moms, atau mengerutkan kening untuk menunjukkan rasa tidak setuju. Deskripsikan gerakan-gerakan ini ketika Moms melihat orang lain menggunakannya dan anjurkan si Kecil untuk menggunakan gerakan selama waktu-waktu alami dalam percakapan. Misalnya, melambaikan tangan ketika mengatakan “selamat tinggal”.

Konsep yang melibatkan ruang, seperti "di dalam" dan "di luar", "di depan" dan "di belakang" sering sulit dipahami anak-anak tunanetra untuk memahami sepenuhnya. Dengan melibatkan si Kecil dalam kegiatan sehari-hari, Moms dapat membantunya mempelajari konsep-konsep seperti itu. Ingatlah untuk selalu konsisten dalam menggunakan kata-kata untuk menggambarkan tindakan Moms.

Semoga bermanfaat. 

By: Babyologist Editor

1762 Babyologist Indonesia Send Message to Writer

Related Stories