Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Perjalanan Mempersiapkan Kehadiran Jo

MY STORY  |  PREGNANCY  |  08 Mar '19


Salam kenal semua, ini artikel perdana saya yang tertunda berbulan-bulan karena terlampau seru menikmati mengurus Jo (my 1st son). Yes, sudah sangat lama saya dan suami menanti kehadiran Jo. Proses yang kami siapkan cukup panjang, waktu 2 tahun panjang kan ya? Saya menikah di usia yang tergolong muda menurut orang-orang, namun pernikahan kami ini betul-betul direncanakan secara matang, dan cukup siap untuk memiliki anak jika diberikan segera.

Kami tidak melakukan pemeriksaan pra nikah waktu itu, sehingga pemeriksaan dilakukan secara bertahap dan hanya jika kami tak kunjung hamil setelah 1 tahun menikah. Setelah beberapa bulan berhubungan seksual dengan suami, saya menyempatkan untuk USG karena ada keluhan. Ketika menstruasi saya mengalami nyeri yang sebetulnya wajar muncul (kata orang PMS). Namun, karena biasanya (sebelum berhubungan seksual) saya tidak pernah mengalami nyeri saat menstruasi, saya jadi cukup was-was. Dan hasil USG menunjukkan tidak ada masalah dengan organ reproduksi saya, mens juga teratur dan disimpulkan bahwa organ reproduksi saya sedang beradaptasi dengan kondisi baru.

Setahun berlalu, sampai akhirnya pernikahan kami masuk ke usia 3 tahun, dan belum juga terlihat tanda-tanda kehamilan. Meskipun kami tidak pernah menggunakan KB, kami tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol ataupun menjalani pengobatan. Rasanya kami sudah mencoba berbagai macam cara untuk hamil secara natural, seperti mengatur posisi seks, berbaring lebih lama setelah suami ejakulasi, melakukan seks saat masa subur, melakukan seks 2-3 hari sekali.

Setelah tahun ketiga ini, kami mulai bertanya-tanya, sehingga suami mulai mengecek spermanya, dan hasil menunjukkan bahwa jumlah sperma yang dimilikinya di bawah normal (kurang dari 20 juta per 1 ml air mani). Sejak itu, mulailah kami terapi dengan bahan-bahan natural, kami setiap hari minum jus air tajin dan kecambah kacang hijau (belum sampai jadi tauge) dan tambahan royal jelly setiap malam.

6 bulan berjalan, belum kunjung juga kehamilan itu, pergilah kami ke pengobatan cina. Dari shinshe, kami diberikan ramuan herbal dan diminta untuk berolahraga dan menjaga berat badan. Hampir 1 tahun berjalan, masih belum juga hamil. Suami pun melakukan tes sperma lagi, jumlah sperma ada peningkatan, namun masih belum sesuai jumlah semestinya.

Memasuki tahun ke empat, kami bertekad untuk fokus merencanakan kehamilan, sehingga kami pergi ke RSIA swasta di Jakarta untuk mengecek lebih lanjut. Kami langsung konsultasi ke bagian infertilitas, di sana saya diminta untuk melakukan USG dan HSG dan suami diminta untuk tes sperma. Kami bertanya-tanya, kenapa tidak ada tes hormon ataupun tes darah (toksoplasma, dsb).

Konsul berikutnya, kami disarankan untuk program bayi tabung saja bila ingin cepat hamil. Namun kami tidak mendapat penjelasan dan jawaban ilmiah mengapa tindakan tersebut menjadi solusi untuk masalah kami. Ya penting ini, terutama saya yang terbiasa dengan hal-hal ilmiah apalagi jika menyangkut kesehatan. Di tengah-tengah rasa antusias dan penasaran ini, kami mencari-cari informasi di internet, dan akhirnya kami ke Penang untuk mencari jawaban atas pertanyaan dan solusi apa yang tepat, tanpa berencana untuk melakukan program kehamilan di sana.

Sesampainya di Penang, kami langsung mengatur janji temu dengan salah satu dokter infertilitas yang terkenal di sana, prosedurnya tidak rumit, hanya membawa paspor dan hasil pemeriksaan yang sudah pernah dilakukan. Kami bertemu dengan perawat (asisten), kemudian diminta untuk melakukan tes darah, tes hormon dan tes sperma (perlu dilakukan lagi karena alatnya berbeda dari yang di Jakarta).

Setelah tes, kami diminta kembali lagi sore harinya untuk konsultasi dengan dokter. Betapa takjubnya kami dengan kecepatan pelayanan di sana, ketika bertemu dengan dokter, hasil pemeriksaan kami sudah berada di hadapannya, dan beliau langsung menjelaskan kondisi kami. Organ reproduksi kami bagus, hasil lab juga bagus tidak ada masalah hormon ataupun penyakit yang menghambat kesuburan, yang kurang mendukung kehamilan hanya jumlah sperma suami yang kurang cukup untuk membuahi.

Dokter menyarankan untuk melakukan bayi tabung dengan tindakan ICSI. Mengapa tidak inseminasi dulu? Dokter menjelaskan bahwa jumlah sperma suami tidak mencukupi untuk syarat melakukan inseminasi, sehingga tidak bijak jika tindakan tersebut tetap dilakukan. Apakah bisa melakukan terapi obat atau sejenisnya? Bisa saja, namun tidak ada peningkatan jumlah sperma yang signifikan dan tidak dapat diprediksi sampai berapa lama terapi diperlukan untuk mencapai jumlah sperma yang diinginkan.

Dokter menjelaskan segala persiapan, teknis dan juga risiko melakukan bayi tabung, beserta kelebihan dan kekurangan ICSI. Kejelasan informasi ini membuat kami memahami secara menyeluruh masalah dan solusi yang bisa kami pilih tanpa iming-iming “demi punya momongan”. Kami tau secara sadar dan siap dalam merencanakan kehamilan ini. Dan, sebagai bonusnya, kami punya pengalaman melakukan pengobatan di luar negeri dan semakin bijak untuk mengambil keputusan.

Tips untuk yang mau atau sedang merencanakan kehamilan

  • Be happy! Truly, bahagia atas tubuh dan kehidupan kita itu sangat berperan penting.

  • Totalitas itu penting! Rencanakan dengan matang, fokus, dan berjalan bersama dengan pasangan dalam setiap prosesnya.

  • Pintar dan bijak dalam memahami kondisi anda, cari informasi yang ilmiah dan terpercaya.

  • Berserah dan bawa ke dalam doa, apapun agamamu. Kami selalu menyakini bahwa “Manusia berusaha, Tuhan yang berencana”

Semoga bermanfaat.

By: Chrestella elaine

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

363 Chrestella elaine

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Begini Efeknya Kalau Menunda KB

Moms ada yang berencana KB tapi terus tertunda? Wajib simak cerita yang satu ini!

Jangan Sepelekan Pemeriksaan USG Saat Kehamilan, Ini Alasannya!

USG di masa kehamilan itu penting loh Moms! Yuk, simak ulasan berikut ini.

Ceritaku Hamil Kembar dan Mengalami Preeklampsia

Dibalik kelucuan memiliki bayi kembar, ternyata ada hal-hal yang perlu diwaspadai, salah satunya preeklampsia.

Cerita Kehamilan dan Melahirkan Mom Devita

Moms, yuk simak cerita kehamilan dan melahirkan Mom Devita berikut ini.

Cerita Promilku di Usia 35 Tahun

Moms sedang merencanakan program hamil? Simak yang satu ini yuk!

Aku Ngidam Belut, Amankah Di Konsumsi Saat Hamil?

Amankah ibu hamil mengonsumsi belut? Baca yang berikut ini.

Pengalaman Kuretase di Usia Kehamilan 11 Minggu

Salah satu resiko yang dapat terjadi pada Ibu hamil adalah keguguran. Setelah itu biasanya Mom akan dianjurkan untuk kuretase.

Pengalaman Program Hamil dengan Memiliki Myoma di Rahim

Di awal pernikahan aku dan suami sudah berencana ingin segera memiliki momongan. Karena kami sudah berpacaran 4 tahun, jadi rasanya sudah cukup [...]

7 Langkah Persiapan Persalinan Penuh Cinta

Ternyata perkara melahirkan bukan terjadi begitu saja. Tanpa persiapan, maka tak jarang kenangan buruk yang akan tersimpan dalam waktu yang [...]

Ceritaku Hampir Khilaf Saat Hamil

Siapa Moms yang pernah merasa galau ketika tahu hamil? You're not alone. Baca cerita ini yuk.

Proses Persalinan Anak Kedua Lebih Cepat, Benarkah?

Kata orang melahirkan anak kedua akan jauh lebih mudah dan lebih cepat dari anak pertama. Benarkah demikian?

Tips Jarak Kehamilan Antara Kakak dan Adik

Berapa jarak kehamilan yang ideal? Setiap orang pasti punya alasannya masing-masing ya. Berikut ini cerita dari Mom Ngel Zhuang.

7 Hal Penting yang Harus Dipersiapkan Sebelum Persalinan

Memasuki trimester ketiga, ibu hamil biasanya akan merasakan dag dig dug antara bahagia karena akan segera bertemu dengan sang buah hati dan [...]

Hindari Perkataan Negatif Terhadap Ibu Hamil

Yuk hindari mom-shaming dan bersama-sama memberikan dukungan terhadap para orang tua lainnya. Simak cerita berikut ini ya.

Tips Mengatasi Perut Gatal Saat Hamil

Ibu hamil sering mengalami gatal-gatal di kulit karena berbagai hal. Apa pun penyebabnya, berikut ini beberapat tips mengatasi perut gatal saat hamil.

Perbedaan USG 2D, 3D dan 4D

Bagi Moms yang tengah hamil tentunya USG sudah tidak asing lagi, ya. Seiring perkembangan zaman USG untuk memeriksa kondisi janin pun semakin [...]

5 Tanda Awal Kehamilan yang Dapat Dideteksi Tanpa Testpack

Apakah Moms mengalami telat haid? Atau merasa eneg mual ingin muntah setiap pagi dan bertanya-tanya jangan-jangan Moms sedang hamil? Jika memang [...]

Couvade Syndrome: Suami Ngidam saat Istri Hamil Ternyata Bukan Mitos

Salah satu hal yang sering dianggap tidak masuk akal adalah suami yang ikut ngidam saat Moms hamil. Di dunia medis, hal ini disebut sebagai [...]

3 Manfaat Jeruk Lemon bagi Kehamilan

Ibu hamil disarankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya termasuk vitamin C. Oleh karena itu, jeruk lemon juga baik untuk kesehatan ibu hamil.

Berhubungan Intim Terbukti Berhasil Memancing Kontraksi

Kata orang berhubungan intim di kala hamil tua dapat memicu kontraksi. Betulkah demikian?